Peraturan Dibuat Untuk… (2)

Waiiit…

Saya harap tidak ada yang tiba-tiba melihat saya sebagai orang suci karena entry saya sebelumnya. Apalagi, ada yang menganggap saya ngesok membuat tulisan semacam itu. Sori ye… sebelom yang berasa cuap-cuap, saya bikin dulu tulisan lanjutan, berhubung yang kemarin masih berakhir menggantung. (menggantung karena sebenarnya saya masih ingin menulis banyak, cuman udah ngantuk kemarin…)

Kesalahan itu manusiawi. Tidak ada gading yang tak retak, semua orang pasti juga pernah melakukan kesalahan. Termasuk ya si Bybyq ini.

Saya mengerti bahwa human error itu tidak bisa dihindari, dan bahwa kadang kala kelalaian kecil bisa terjadi (manusia itu makhluk yang kompleks, toh?). Saya juga memahami adanya technical error, di mana beberapa kecelakaan terjadi di luar kendali manusia. Tapi ada satu faktor yang membedakan antara kecelakaan-kecelakaan ini dengan apa yang saya bahas sebelumnya.

Read the rest of this entry »

Peraturan Dibuat Untuk…

DILANGGAR!!

Seandainya dulu kalian menjalani kehidupan SMA circa 1990-2000 an, pasti sering mendengar itu. Belum lagi kalau ada yang ngomong, “Nyontek itu nggak apa-apa yang penting jangan ketauan”. Ditambah lagi kalau ada yang bilang, “Yang penting naik kelas”.

Meskipun saya bukan salah satu pelaku (bukan nyombong yah, tapi catatan akademis saya bersih dari contek mencontek), saya masih bisa ikut tertawa dengan teman-teman saya yang mengatakan hal tersebut. Tapi entah kenapa saya sekarang tidak bisa tertawa lagi mendengar hal semacam itu, karena buat saya itu sekarang terdengar mengenaskan. Bagaimana tidak mengenaskan?

Read the rest of this entry »

Inspirasi Lunchbreak

Apaa?

Bukannya Bybyq sedang bekerja, kenapa bisa posting blog?

Ha!

Tentu saja, yang pertama alasannya adalah bahwa saya bisa posting kapanpun yang saya mau, karena internet tersambung setiap saat. (Itulah enaknya kerja yang berhubungan dengan internet). Lagipula, saya posting pas lagi istirahat kok. Emangnya saya robot, nggak pake istirahat gitu?

Saya tahu bahwa blog ini mulai sedikit demi sedikit terlantar lagi karena saya harus mulai fokus dengan kerjaan. Bukan cuma itu, tapi perjalanan yang menghabiskan waktu dan melelahkan secara fisik dan mental tidak mendukung saya untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, kalau sepulang kerja itu, saya udah nggak sanggup mikir lagi. So, saya mencoba untuk ‘mencuri’ waktu di sela-sela jam istirahat untuk ngeblog.

Oke nggak?

Read the rest of this entry »

A Little Update

Meskipun tidak dikatakan, tapi saya tahu fans-fans saya pasti kangen dengan update di Superbyq. Buktinya meskipun saya nggak ngupdate sekian lama (padahal cuman kelewat paling lama dua hari) masih ada aja yang mampir dan komen, seolah-olah memanggil saya melalui notification di email. Maka untuk menjawab panggilan anda semua, saya datang untuk memberikan sekilas update.

Akhirnya saya sudah mulai bekerja di kantor. Serius! I love the job! Love it love it love it. Beneran loh, saya nggak ngomong ini karena takut kebaca sama Pak Boss (yang saya curigai suka nyangkut di blog ini), atau kebaca penulis saya yang sempet mangpir juga di mari. I really love the job. Cuma satu yang menyiksa… Eh… Dua… Eh beberapa…

Read the rest of this entry »

Sumpah Saya Bukan Peramal

Saya lupa kapan tepatnya saya punya bakat nge-jinx. Kata orang, mulut saya ‘bau’. Bukan dalam artian saya malas gosok gigi, tapi karena saya sering mengatakan sesuatu (yang kesannya asal-asalan) tapi terus jadi kenyataan. Beberapa kali terjadi, dan membuat beberapa orang merasa dirugikan.

Saya sendiri yakin bahwa saya bukan penyihir, dan saya tidak pernah melakukan praktik-praktik perdukunan, yang membuat kata-kata saya menjadi kenyataan. Saya juga bukan peramal, saya tidak bisa membaca masa depan (dan masa lalu). Saya juga tidak melakukan praktik-praktik pencarian pesugihan yang membuat saya menjadi sakti dengan kata-kata saya. Dan saya yakin saya tidak punya kata-kata bertuah yang membuat itu menjadi kenyataan. Pokoknya, kalau sampai kata-kata yang saya ucapkan berubah menjadi kenyataan, saya yakinkan kepada semuanya bahwa itu tidak ada hubungannya dengan hal yang mistis-mistis.

Oh… saya sudah pernah bilang kalau saya nggak percaya sama yang kaya begituan kan?

Dan… Oh… Nama saya bukan Paul, dan saya tidak bertentakel delapan.

Dan nama saya bukan Mani.

Saya manusia.

Dan, meskipun tebakan saya tentang pemenang piala dunia menjadi kenyataan… Saya yakinkan bahwasanya, saya bukan Deddy Corbuzier.

Anyway…

Read the rest of this entry »