The Right Decision

Kemarin saya mengantarkan Miki ke Bandung, dan mengalami hari yang cukup dramatis dan menyedihkan. Saya pikir begitu Miki saya antar ke Bandung, paman saya akan langsung membawanya ke Solo sehingga Mama saya bisa langsung memberikannya obat yang dibutuhkan. Tetapi ternyata perjalanan mereka ke Solo diundur satu hari, sehingga Miki harus bermalam di Bandung. Apakah saya kesal? Tentu saja, sedikit, karena seandainya saya tahu maka saya akan mengantar Miki keesokan harinya lagi.

Dan, bertanyalah si Onyed kepada saya, “Nyesel ga Byq?”

Pertanyaan itu dipicu karena pada hari sebelumnya si Onyed berkeras supaya saya mempertahankan si Miki di rumah saja. Mudah dikatakan karena bukan si Onyed yang berada 24 jam dengannya, dan si Onyed juga belum memikirkan betapa banyak keuntungan yang akan diperoleh Miki kalau dia berada di Solo. Dan ketika saya berkeras tetap membawa Miki ke Solo, dan akhirnya terjadilah insiden yang tidak diinginkan ini, si Onyed memberi saya pertanyaan tersebut.

Maka, bersabdalah Sang Bybyq.

Seandainya saya bisa mengulang lagi kejadian tersebut, saya akan tetap memutuskan untuk mengantarkan Miki ke Solo. Tidak ada penyesalan sedikit pun dari saya terhadap tindakan yang sudah saya ambil karena saya sudah memikirkan tindakan tersebut sebaik-baiknya, dan saya sudah menimbang baik buruknya. Saya tidak akan mengubah sedikitpun keputusan saya karena saya tahu saya sudah melakukan apa yang terbaik menurut saya.

Banyak orang mengambil keputusan yang sulit dan menyedihkan tapi mereka harus melakukannya karena itu adalah tindakan yang benar. Misalnya, kalau saya memutuskan untuk sekolah ke Inggris dan akhirnya harus menjalani hubungan jarak jauh dengan si Onyed, dan saya nanti nangis-nangis kangen. Saya tidak menyesalinya karena itu adalah tindakan yang benar. Kalau seandainya orang tua saya harus jauh dari anak-anaknya selama bertahun-tahun karena menyekolahkan kami ke Jakarta, mereka pasti akan kangen tapi mereka tidak akan menyesalinya. Karena mereka tahu mereka sudah melakukan tindakan yang benar.

Tentu saja, ada titik di mana kita mulai mempertanyakan kebenaran dari tindakan yang kita lakukan. Apakah saya seharusnya tidak sekolah ke luar, atau apakah saya seharusnya tidak mengirim Miki ke Solo, dan berpikir, saat ada kesempatan untuk menarik kembali tindakan tersebut maka kita akan melakukannya. Bodoh.

Pernah mendengar seorang istri yang sudah hampir mati digebuki suaminya, mengadukan sang suami ke pengadilan, dan ketika sang suami hampir dipenjara sang istri menarik kembali tuntutannya? Pernah dengar seorang yang tidak jadi kuliah atau melepaskan pekerjaan bagus di luar negeri hanya karena membatalkan keputusannya untuk pacaran jarak jauh? Masih banyak contoh serupa yang menunjukkan betapa menyenangkannya kembali ke zona nyaman, meskipun kesempatan untuk pindah ke zona yang lebih baik sedang terbuka lebar untuk kita.

Kesempatan yang jauh lebih baik terbuka untuk saya dan Miki. Apakah saya harus menarik kembali keputusan saya tersebut hanya karena saya kangen dengan Miki? Bukankah bodoh kalau saya menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat hidup lebih baik untuk kami berdua hanya karena saya egois ingin membuat saya dan Miki berada di zona nyaman kami sebelumnya?

I’m Sending Miki Home

Beberapa orang yang tidak mengerti mungkin akan menganggap saya tidak sayang sama Miki, karena saya tega membuang dia begitu saja. Ya biar saja kalau mau mikir begitu karena saya tidak terlalu peduli dengan anggapan orang mengenai itu. Saya hanya berpikir bahwa di Solo, Miki akan mendapat lebih banyak teman dan lebih banyak perhatian dari orang-orang karena lebih banyak orang di Solo yang bisa merawatnya. Di Solo juga ada dokter hewan keluarga yang sudah sangat dekat dengan kami yang bisa dipanggil kapan saja ke rumah kalau-kalau ada apa-apa dengan Miki.

Bagi saya sendiri, mengirim Miki pulang ke Solo memberi banyak kesempatan bagi saya untuk merawat diri sendiri. Saya tidak punya waktu untuk diri saya sendiri kalau saya harus menjaga Miki 24 jam seperti apa yang saya lakukan sekarang. Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah forum mengenai hewan dan anggota forum tersebut agak kesal pada orang yang mau memelihara anak anjing tapi tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk merawat anak anjing tersebut.

Saya punya waktu. Tapi kalau saya harus memilih antara memberikan waktu saya untuk Miki atau untuk diri saya sendiri, pada saat ini saya harus memilih diri saya sendiri. Banyak hal yang harus saya lakukan, dan saya tidak bisa melakukannya dengan menjaga Miki terus menerus seperti ini. Saya tidak bisa menjaga diet saya, tidak bisa merawat diri saya dan rumah saya. Saya tidak bisa menyembuhkan diri saya dengan terus menerus alergi pada bulu Miki di mana-mana, dan rumah yang kotor terus menerus membuat saya gatal dan berjerawat.

Bukan saya mengkambinghitamkan Miki, karena Miki adalah seekor anjing, tapi harus saya akui ternyata saya belum siap merawat anak anjing sendirian. Kata dokter yang merawat Miki kemarin, merawat anak anjing lebih repot daripada merawat anak balita, jadi, dapat disimpulkan saya belum sanggup juga merawat anak. Tidak tanpa bantuan profesional tentunya…

Jadi…

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, seharusnya Miki ikut pulang ke Solo bersama Mon dan La naik kereta api. Akan tetapi mereka berdua tidak kebagian tiket sehingga mereka harus meninggalkan Miki bersama saya sendiri di Jakarta. Selama ini kami selalu berusaha mencari bagaimana caranya Miki bisa dikirim ke Solo dengan aman, karena sejak kasus kematian St Bernard yang cukup fenomenal itu, kami menjadi agak ketakutan dengan layanan pengiriman hewan yang banyak ada di Internet. Saya juga tidak tega membiarkan Miki dikandangi terus menerus tanpa ada penjagaan orang yang sayang pada anjing…

Beberapa hari yang lalu, tepat ketika Miki diduga kena virus, saya mendapat kabar bahwa seorang paman yang tinggal di Bandung memutuskan untuk ke Solo akhir pekan ini. Kami segera memutuskan begitu Miki sehat kembali, kami akan menitipkan Miki pada paman saya tersebut. Paman saya, katanya sih dia penyayang anjing, sehingga saya tidak terlalu takut membiarkan dia membawa Miki. Setidaknya, sopir yang membawa mobilnya cukup penyayang pada anjing-anjing kami, sopir itulah yang membawa Caca dan Beri ke Bali pada waktu itu :)

Yap… I am sending Miki home. Mungkin selama beberapa waktu tidak akan ada update mengenai Miki. Tapi segera, secepatnya pasti akan ada cerita tentang miki lagi :)

Update Dulu Ah!

Miki sakit beberapa hari kemarin, bukan sakit yang parah mungkin sebenernya tapi cukup untuk membuat saya khawatir bukan main. Jadi setelah suatu hari saya menemukan bahwa pup nya Miki agak lembek dari biasanya, saya juga menemukan bahwa Miki selalu bersin dan tersedak dalam tidurnya. Lalu saya menelpon ke dokter malam harinya, dan membuat janji temu untuk keesokan harinya.

Keesokan paginya saya menemukan darah di pup Miki. Bukan hanya itu, pup miki terlihat lebih cair lagi. Saya langsung bertanya kepada Mama saya tentang hal tersebut dan dia bilang, darah pada pup itu biasanya berarti distemper. Lebih dari tiga anjing kami mati karena kena distemper, saya langsung nangis mendengarnya. Ya iya lah! Saya yang bersama dengan dia 24 jam di sini.

Saya langsung membawanya ke dokter hewan yang saya telepon hari sebelumnya. Dokter hewan itu mengatakan bahwa Miki belum terdiagnosa terkena virus, tapi itu dapat terjadi kalau ketahanan tubuhnya menurun. Maka, seperti bayi, Miki mendapatkan uap untuk hidungnya yang mampet dan suntikan untuk flunya, dan obat antibiotik untuk diare dan flu.

Sekarang sudah lewat dua hari sejak Miki pertama kali saya bawa ke rumah sakit dan sekarang dia baik-baik saja dan cenderung nakal. Yang paling sulit adalah memaksanya meminum obatnya karena obatnya ternyata berbentuk kapsul. Miki tidak mau memakannya sehingga saya harus membongkar kapsul tersebut dan menaburkan puyernya di dalam mulut Miki. Tapi sepertinya puyernya terasa pahit sampai Miki ngambek beberapa saat setelah saya minumkan obatnya.

Makin manja saja anjing itu. Dia tidak mau tidur kalau tidak dekat-dekat dengan saya dan menangis-nangis kalau saya masukkan ke dalam kandang. Saya baru tahu kalau ada anjing yang takut naik mobil seperti Miki, karena Caca dan Beri sangat suka berada di dalam mobil. Bahkan menikmati acara jalan-jalan dan berebut naik mobil setiap kali kami hendak berpergian. Aneh-aneh saja.

Saya menikmati nonton CSI hari ini… Lucu saja melihat JB ditembak mati oleh Nick Stokes. Yep! Justin Bieber muncul di CSI 11 untuk kedua kalinya dan kali ini dia mati. Senang rasanya membayangkan fansnya sebel nonton episode kali ini karena idola mereka mati setelah gagal jadi teroris. Yippe!

Akhir-akhir ini signal HP di rumah makin jelek saja. Apakah ini pertanda saya harus mulai ganti nomer lagi? Nggak guna juga karena saya nggak akan pakai nomer itu untuk waktu yang lama. Haha!

IELTS Preparation at Home ala Bybyq

Di blog saya yang lama (iya blog yang sudah hilang itu) saya punya satu section mengenai tips dan trik untuk pemalas. Dua diantaranya yang saya ingat pernah saya tulis di sana adalah tips dan trik menyelesaikan skripsi untuk mahasiswa malas, dan tips menghadapi sidang KP untuk mahasiswa malas. Tentu saja saya sangat senang bisa berbagi dengan para pemalas di seluruh dunia, dan sedih saat tips-tips itu menghilang dari muka bumi. Suatu hari nanyi, kalau saya sudah ingat seluruh isinya saya mungkin akan tulis ulang, tapi hari ini saya akan berbagi tips pemalas lainnya.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya mendapatkan nilai IELTS yang lumayan bagus tanpa mengikuti IELTS preparation di lembaga pendidikan bahasa inggris manapun. Selain karena saya ingin menghemat uang (tahukah anda: biaya les untuk IELTS preparation itu mahal bukan kepalang), saya juga malas pergi ke sana setiap hari (itulah kenapa tips kali ini cocok untuk pemalas). Tanpa mengambil les seharga berjuta-juta saya bisa mendapatkan nilai IELTS 7.0, setara dengan TOEFL score: 600.

Berapakah target anda?

TOEFL Paper TOEFL Computer TOEFL iBT IELTS Equivalent
625 – 680 263 – 300 113 – 120 7.5 – 9.0
600 250 100 7.0
575 232 90 – 91 6.5
550 213 79 – 80 6.0
525 196 69 – 70 5.5
500 173 59 – 60 5.0
475 152 49 – 50 4.5
450 133 39 – 40 4.0
425 113 29 -30 3.5

sumber: http://www.eurogates.nl/en-TOEFL-IELTS-score-conversion/

Menentukan target adalah langkah yang pertama harus dilakukan. Dengan memiliki target, akan terlihat berapa banyak usaha yang harus dilakukan. Ambil tes awal atau tes coba-coba (tryout) yang bisa dilakukan sendiri dengan membeli buku test toefl/ielts. Menentukan target juga menentukan seberapa jauh peningkatan yang kita butuhkan, dan ini penting karena mungkin tips ini akan tidak berguna sama sekali dan bantuan ahli akan diperlukan.

Saran saya, kalau hasil tryout kurang dari 50% nilai target, segeralah mendaftar untuk les, karena tips ini kemungkinan besar tidak akan berguna.

Listening Test

Beberapa orang menganggap listening test itu sulit. Dalam listening test, kita akan mendengar sebuah percakapan (ya iya lah dalam bahasa Inggris) dan mendapati beberapa pertanyaan berkaitan dengan percakapan tersebut. Yang membuat beberapa orang merasa kesulitan menghadapi listening test adalah bahwa dalam percakapan tersebut para pembicaranya seringkali menggunakan beberapa aksen berbeda. Beberapa lebih mudah dimengerti, beberapa yang lain terdengar medok dan sulit didengarkan kalau tidak terbiasa.

Tips untuk pemalas semestinya membuat belajar menjadi menyenangkan. Saya menggabungkan belajar dengan hobi, yaitu menonton banyak film berbahasa inggris dan mematikan teksnya (atau kalau ingin menonton menjadi lebih menyenangkan lagi, sengaja pilih film dengan subtitle kacau balau dan kita akan mendapat kesempatan untuk mencela orang lain). Kalau tidak suka menonton, tapi lebih suka mendengar radio, cari di internet radio streaming berbahasa inggris.

Untuk melatih pendengaran terhadap aksen yang berbeda-beda, kita bisa mengubah-ubah channel TV atau menonton film-film asing yang bukan hollywood punya. Coba bedakan antara mendengar Hugh Grant dan Hugh Jackman, yang satu dengan British accent, dan yang lain dengan Australian accent. Menonton reality show juga membantu, ada aksen midwest di Amerika, atau medok black community yang biasa juga muncul di lirik lagu rap dan rnb. Kalau sedang sibuk main komputer atau internetan, biarkan TV menyala, dan tetap aktifkan pendengaran, suatu saat kita bisa mendapati diri sendiri ketawa hanya karena mendengar sesuatu yang konyol di TV dan itu berarti kita mulai bisa menghadapi listening test. Lakukan ini sesering mungkin.

Reading Test

Reading test membutuhkan ketelitian dan vocabulary. Membaca koran atau majalah sebenarnya merupakan pilihan yang bagus, dan seandainya kalian tidak tertarik untuk membaca yang serius-serius, membaca gosip selebriti hollywood sana boleh juga meskipun saya tidak menyarankan. Membaca tabloid gosip mungkin menyenangkan karena selain memang pada dasarnya manusia suka bergosip, membaca tabloid gosip biasanya memang lebih mudah. Sayangnya di tabloid tidak akan ada terlalu banyak vocabulary baru yang akan kita butuhkan saat tes nanti, karena tabloid adalah bacaan ringan dan vocabnya tidak terlalu formal.

Saya suka membaca novel, maka saya menggunakan novel sebagai alat bacaan. Sekali lagi, semakin klasik novelnya, bukan novel pop seperti teenlit atau chicklit, maka semakin besar kemungkinan kita bisa menemukan vocab baru yang formal. Misalnya saya kemarin membaca around the world in 80 days karya Jules Verne. Kita bisa tahu apakah kita sukses menangani bacaan tersebut pada saat kita bisa tahu isinya dan bisa menceritakan ulang dengan bahasa apapun yang sudah kita kuasai bila ada orang lain bertanya tentang apa yang kita baca.

Writing Test dan Speaking Test

Dalam IELTS test, writing test dilakukan dengan kita menulis sebuah esai mengenai sebuah topik yang diberikan atau menceritakan sebuah gambar/grafik dengan kalimat kita sendiri. Sedangkan dalam speaking test kita akan berhadapan dengan seorang native speaker yang akan menanyai kita dalam bahasa inggris, dan dinilai berdasarkan jawaban kita. Dua test ini lebih sulit untuk dipelajari sendiri karena membutuhkan pihak lain untuk memeriksa jawaban kita, karena sifatnya jauh lebih subjektif daripada listening dan reading test.

Yang saya lakukan untuk melatih kemampuan menulis saya, adalah dengan menulis review atau artikel di beberapa website yang membayar untuk tulisan kita. Selain kita bisa menghasilkan sedikit lewat apa yang kita tulis, biasanya website-website macam itu tidak akan meloloskan tulisan kita kalau grammar kita terlalu kacau atau tulisan kita tidak cukup bisa dimengerti. Otomatis, mereka akan menyuruh kita megoreksi tulisan kita sendiri, dan itu bisa menjadi acuan seberapa jelek/bagus kemampuan kita menulis dalam bahasa inggris. Cara lain adalah dengan mengikuti forum-forum internasional, dan berinteraksi lewat tulisan dengan orang lain.

Speaking test, lebih sulit lagi. Tidak ada cara lain selain mencoba berteman dengan native speaker atau mempunyai partner untuk mengobrol dalam bahasa inggris. Tentu saja mengobrol dengan bahasa inggris dengan teman nongkrong di kafe akan membuat kita terdengar asal british tapi cara ini membantu kita untuk lebih percaya diri berbicara dalam bahasa inggris. Kalau kita tidak tahu bagaimana cara mengucapkannya, kita bisa membuka dictionary.com untuk mendengar bagaimana sebuah kata sulit diucapkan.

Melatih pronuciation bisa dilakukan sendiri, tapi itu tidak membantu kita untuk berbicara dalam percakapan. Caranya, selain dengan bantuan dictionary.com, kita bisa berlatih dengan membaca sebuah berita atau bacaan lain dalam bahasa inggris dengan suara lantang. Saya tidak menyarankan belajar pronunciation melalui lagu, karena tidak banyak kata baru yang bisa dipelajari lewat lagu, dan pelafalan lewat lagu tidak mengajari kita intonasi yang benar.

Retest?

Saya tidak melakukan tes ulang, tapi untuk menjamin bahwa kita bisa melewati target, kita bisa mengambil tes atau tryout sekali lagi karena biaya test IELTS dan TOEFL sangat mahal.

Nah… itulah cara saya untuk mempersiapkan IELTS di rumah, sambil menonton TV dan membaca buku, dan ngobrol dengan orang-orang tanpa harus belajar setiap hari ke tempat les. Semoga kalian yang menerapkan cara ini akan sukses juga melakukannya :D Semoga berhasil!