Bybyq Jam Dua Malam

Standard

Santai sebentar setelah beberapa postingan panas dan emosional beberapa entry terakhir ini. Fyuh! Ternyata menulis hal-hal yang analitis dan kritis itu memakan energi lebih banyak daripada nge-gym 3 jam yah?

Ngomong-ngomong soal nulis. Nyadar nggak sih kalo kebanyakan tulisan gwe dibuat sekitar jam 2 dini hari? Bukannya disengaja loh, gwe juga baru nyadar beberapa waktu yang lalu saat ngecek tampilan blog gwe sendiri.

Sejak dulu emang gwe suka begadang. Kebawa kebiasaan gwe waktu masih kuliah di jurusan Arsitektur dulu, disupport hobi gwe main internet (dan apalagi dulu suka main web-based online game). Dan entah kenapa dan sejak kapan, gwe lebih bisa mengerjakan sesuatu dengan baik di malam hari.

Misalnya ngerjain tugas malem-malem. Nulis blog malem-malem. Bahkan merencanakan dan mendesain layout buat blog ini pun gwe lakukan malem-malem. Di luar itu misalnya, gwe online aktif malem-malem. Gwe tenang membaca buku malem-malem. Di kepala gwe muncul banyak hal kreatif juga malem-malem.

Singkatnya di malem hari gwe lebih produktif deh.

Saat gwe mempertanyakan kenapa gwe bisa seperti itu, dulu gwe memperoleh beberapa jawaban. Yang pertama katanya itu hanya masalah sugesti dan kebiasaan saja. Intinya sebenarnya gwe bisa saja mengerjakan banyak hal siang-siang tetapi karena mindset gwe mengatakan sebaliknya maka gwe jadi lebih produktif di malam hari.

Pendapat kedua mengatakan bahwa mungkin di malam hari pikiran gwe memang juga lebih tenang. Beda dengan saat siang yang penuh timbunan pikiran akan apa saja yang harus dilakukan, di malam hari saat semua hal sudah selesai dilakukan, gwe bisa berpikir dengan lebih santai. Itu mengapa di malam hari gwe bisa lebih produktif. Hanya saja teori ini dapat dengan mudah patah karena ternyata nggak sedikit orang yang memilih untuk tidur saja karena di malam hari otak mereka malah jadi buntu.

Pendapat ketiga, memang ada orang yang tidak bisa produktif di siang hari. Dan memang ada orang yang hanya bisa aktif di malam hari. Gwe ga tau bagaimana orang-orang yang menggunakan pendapat ini menerapkan teori “nocturnal animal” ke manusia. Intinya kalau ada burung hantu dan kelelawar yang hidupnya nocturnal, manusia juga ada varian nocturnalnya. Begitulah.

Menurut lo?

Advertisements

6 responses

  1. you are not alone… gw juga sama kok. mungkin suasana heninglah yang menyebabkan kita bisa jauh lebih konsentrasi dan fokus ngerjain sesuatu. apalagi nulis itu kan harus ditambah dengan imaginasi.

    Like

  2. Aku juga berasa otak paling enak diajak kreatif pada jam-jam aneh seperti itu.. Aku juga makhluk nocturnal nih…

    Like