Sakit Jiwa Atau…

Standard

Ada yang pernah denger tentang Dnepropetrovsk Maniacs? Kalau belum mari kita tos dulu *tos* karena sejujurnya gwe juga baru aja denger tentang kasus ini. Yaitu kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh tiga orang remaja, dengan sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan, dan parahnya lagi direkam sendiri oleh ketiga pemuda tersebut dengan kamera HP.

Gwe akan kasih sebuah link, tapi sebelom siapapun meng-klik link tersebut, gwe kasih warning di awal bahwa link ini menuju ke sebuah video yang sangat disturbing, kejam dan brutal. Bagi yang nonton SAW aja nggak bisa tidur, gwe sarankan nggak usah nonton, karena ini bukan film bikinan sutradara, melainkan ini adalah real footage of a murder. So, gwe mempersilakan yang mau skip entry ini…

Warning – This video is EXTREMELY disturbing.. DO NOT watch it if you are easily shocked, offended or have a weak stomach.. in fact, you probably shouldn’t watch it at all!

Sudah nonton? Merasa mual? Merasa muak?

Merasa nggak sanggup komentar apa-apa lagi? Atau punya terlalu banyak kata makian untuk tiga orang pelaku ini?

Kasus Dnepropetrovsk Maniacs ini terjadi di tahun 2009, di suatu tempat yang jauh dari Indonesia. Dugaan gwe ketiga orang ini memiliki mental illness semacam Sadistic personality Disorder atau mungkin psikopat. Entah kenapa kok bisa tiga orang psikopat berkumpul menjadi satu dan malah berteman. Namun akhirnya dua dari pelaku mendapatkan hukuman penjara seumur hidup, sedangkan seorang yang lain (yang tidak terbukti melakukan pembunuhan/ hanya merekam) mendapatkan hukuman 9 tahun penjara.

Kenapa gwe ungkit kasus ini di blog, karena ini mengingatkan gwe sama kasus penusukan yang dilakukan oleh seorang mahasiswi UPH. Kejadiannya adalah seorang mahasiswi UPH menusuk seorang temannya di dalam mobil, sebanyak 17 tusukan. Mahasiswi yang ditusuk akhirnya selamat setelah mendapatkan perawatan yang tergolong tepat waktu, namun akhirnya kasus ini dihentikan karena tersangka akhirnya hanya dirawat di rumah sakit jiwa.

Merasa ada yang ganjil? Merasa ada yang aneh?

Merasa kenapa dalam kasus Dnepropetrovsk Maniacs ini pelakunya mendapatkan hukuman pidana, sedangkan dalam kasus UPH Maniac, pelakunya hanya dimasukkan rumah sakit jiwa padahal hasil penelitian psikolog dikatakan bahwa ternyata dia nggak sakit jiwa?

Bingung ga lo?

Gwe bingung…

Kasus Dnepropetrovsk Maniacs ini seharusnya bisa dijadikan contoh, bahwa orang-orang semacam UPH Maniac ini mestinya ditindak. Seandainya pun, dia sakit jiwa, harus masuk institusi agar tidak sampai betul-betul memakan korban jiwa. Tapi seandainya dia normal, bukankah perilaku yang membahayakan nyawa semacam itu seharusnya dihukum?

Jadi… sebenarnya siapa sih yang sakit jiwa?

Advertisements

Comments are closed.