Janji Kepada Stu

Standard

Kemarin gwe berjanji sama Stu untuk bersihin kandangnya hari ini. Bukan apa-apa, kalo lagi mens kaya begini ini, rasanya males banget buat ngapa-ngapain. Perut sakit, pinggang pegel, rasanya bersihin kandang Stu menjadi beban yang begitu berat. Akan tetapi, janji adalah hutang bukan? Rasanya nggak lucu kalo gwe ngemplang utang sama seekor hamster, maka jadilah gwe membersihkan kandang Stu hari ini.

Emang sih pekerjaan membersihkan kandang Stu menjadi agak sedikit membebani kalau dilakukan dengan terpaksa. Bagaimana tidak terpaksa? Prediksi gwe, sakit perut ini sudah sembuh, dan pinggang yang udah selama dua hari ini selalu gwe tempelin koyo sudah sembuh, tapi ternyata dugaan gwe meleset. Gwe membersihkan kandang Stu dengan siksaan fisik yang tiada tara.

Tapi, apa jadinya kalau gwe mengingkari janji gwe pada Stu?

Toh, seperti yang kita tahu, Stu nggak akan mendendam sama gwe, karena dari awal pun dia nggak ngerti dengan apa yang gwe janjikan. Stu nggak ngerti juga bahasa Indonesia (atau bahasa manusia yang lain, seperti bahasa Inggris, Jawa, Sunda dan Swahili). Stu juga nggak kenapa-kenapa kalau gwe nggak bersihin kandangnya lewat sehari lagi.

Nggak akan ada pengaruh apa-apa pada Stu apabila gwe menepati janji dengan membersihkan kandangnya hari ini atau besok. Tapi tentu saja itu semua akan ada pengaruhnya sama gwe. Gwe sudah berjanji sama Stu untuk membersihkan kandangnya hari ini, dan gwe melakukannya sesuai apa yang gwe janjikan….

Janji adalah janji. Meskipun itu adalah janji seorang manusia kepada Hamster. Sebagai Hamster, mungkin Stu akan bisa melanggar janjinya (kaya gwe tau aja dia pernah janji apaan sama gwe), tapi sebagai manusia yang bermartabat dan memiliki integritas, tentu saja gwe akan menepati janji gwe.

Apakah ini terdengar lebai?

Mungkin bagi beberapa orang ini terdengar lebay, tapi buat gwe itu nggak ada hubungannya dengan kelebayan. Coba bayangkan kalau kepada hamster, dengan janji yang begitu mudah saja kita bisa langgar, bagaimana kalau kita menjanjikan sesuatu yang lebih sulit? Bagaimana kalau kita menjanjikan sesuatu pada diri sendiri, dan tidak ada orang lain yang tahu?

Menepati janji kepada seekor hamster mungkin terdengar aneh, tapi bukan hamster nya yang jadi fokus di sini. Ini adalah soal yang prinsipil, bahwa apa pun yang keluar dari mulut kita harus kita pertanggung jawabkan di kemudian hari. Dengan atau tanpa ada orang yang mengawasi apa yang kita lakukan, dengan atau tanpa ada orang memberi hadiah kalau kita menepati. Dengan atau tanpa ada orang yang menghukum kalau kita melanggar.

Lucunya hari ini, gwe bisa belajar dari seekor hamster. Tentu saja… Stu pasti bukan hamster biasa. Dia pasti alien yang menyamar untuk mengamati kelakuan penghuni bumi…

Advertisements

2 responses

  1. Eugh.. Esensi yang begitu dalam dari hal yang sederhana.
    Entah berapa kali saya ingkar pada ikan ikan itu..
    Berjanji nguras aquarium hari rabu, ampe sebulan pun belum kesampaian.
    Beuh..
    Menyepelekan, menundu dan puncaknya mengabaikan..
    Ngurus binatang aja ngaco, apa lagi ngurus negara..
    *berlebayhan*

    Like

    • Jangan suka mengabaikan binatang dong 😦 mendingan dikasihin ke orang yang kepingin pelihara. Meskipun ikan… Tapi kalau ditelantarkan kan kasihan juga 😦

      Like