Kawin Muda?

Standard

Waktu gwe SMA dulu, beberapa kali gwe mendengar temen-temen gwe bilang bahwa mereka mau kawin muda. Ide ini, tentu saja, membuat gwe bingung. Gwe beneran nggak ngerti apa yang mereka pikirkan saat mereka mengatakan itu, soalnya ide kawin muda itu sama sekali nggak ada di pikiran gwe. Bahkan kepikiran untuk kawin pun nggak pernah terlintas di kepala gwe waktu gwe SMA.

Waktu itu, kata mereka, kalau kawin muda, maka jarak umur mereka dan anak mereka akan tidak terlalu jauh, jadi katanya mereka bisa deket sama anak mereka. Entah ilmu KB dari mana yang mereka pelajari sampai bisa mendapatkan info bahwa jarak umur orang tua dan anak mempengaruhi kedekatan hubungan.

Intinya, waktu SMA gwe bingung.

Ternyata bertahun kemudian, setelah gwe hampir lulus kuliah gwe tetep bingung.

Gwe kira begitu lulus SMA, kemudian kuliah dan bekerja akan mengubah pikiran mereka. Gwe kira cara pikir semacam itu muncul karena mereka tidak tahu ada apa di luar sana. Tapi ternyata hipotesa gwe ga sepenuhnya benar.

Tetapiehtetapi, malah akhir-akhir ini gwe mulai melihat banyak orang di sekitar gwe, ingin cepat-cepat kawin. Ada apa? Bukankah menikah itu adalah sebuah keputusan yang dilakukan sekali untuk seumur hidup, lalu kenapa banyak orang yang melakukan ini buru-buru. Bukannya gwe menyalahkan tapi beberapa kali gwe melihat contoh kegagalan pernikahan di usia muda.

Kira-kira dua semester yang lalu salah seorang dari temen kuliah gwe menikah. Gwe ga terlalu dekat dengan dia, tapi gwe cukup tahu bahwa dia menikah setelah berpacaran sekian lama. Beberapa hari yang lalu gwe bertemu dengan pihak cowonya, di kampus, saat gwe lagi bimbingan skripsi. And this is the awkward moment:
.

That Guy: “Eh, gwe mesti cepet-cepet balik ke kantor nih. Gwe titip laporan magang gwe buat si Bapak ya…”

Gwe: “Okey… Nama lo?”

That Guy: “‘Kambing’ (nama dirahasiakan untuk perlindungan individu) *sambil nulis namanya di laporan dia*”

Gwe: “Kambing? Oh! Lo yang waktu itu merit sama si Domba (Nama juga dirahasiakan demi menjaga privasi) kan?” *berniat menanyakan kabar si Domba*

That Guy: *senyum asem* “Udah nggak kok…”

Gwe: *muka bego*

That Guy: “Udah lama nggak lagi sama dia…”

Gwe: “Ah… Sorry…” (Yea! Menurut lo, apa lagi yang bisa gwe katakan?)

That Guy: “Nggak apa-apa… Gwe duluan yah?” *sepertinya buru-buru pengen pergi dan ga mau liat muka gwe lagi*
.

Yea… Salah gwe gitu kalau misalnya gwe ga tau? Ga ada yang bilangin gwe juga kan kalo mereka cere? Lagipula, gwe kira keputusan untuk married ini seharusnya dilakukan setelah pertimbangan yang mendalam dan sungguh-sungguh. Iya, kan?

Gwe nggak menyalahkan pernikahan usia muda, sebagai alasan gagalnya sebuah pernikahan. Mama dan Papa gwe menikah juga waktu Mama masih 20 tahun. Maka waktu teman gwe si Domba itu menikah, gwe berharap setidaknya mereka akan tetap menikah sampai dia selesai kuliah. Ironis.

So what?

Kalau memang segitu yakinnya bahwa mereka memang berjodoh, tidak perlu menikah cepat-cepat toh, cepat atau lambat akan menikah juga, ya kan? Tapi kalau ga yakin bahwa mereka berjodoh, bukannya sangat goblok untuk mengambil keputusan untuk menikah, hanya untuk mengakhirinya dengan perceraian.

Tinggal di negara yang penuh dengan orang-orang kepo, pernikahan yang impulsif mendatangkan lebih banyak kerugian. Setidaknya masyarakat sekitar selalu ingin tahu, selalu ingin menjatuhkan, mencari celah dimana bisa mempersalahkan.

Entah…

Apakah lo salah satu dari mereka yang ingin kawin muda? Can you tell me why?

Advertisements

15 responses

  1. Menikah muda buat cewe bagus dri pda pacaran trus kcolongan, asal nikahnya ma cowo yg dah dewasa, mandiri n’ punya kompetensi utk cari nafkah.. sbb klo nunggu kuliah beres hawatir fikiranya brubah n’ ga mau buru2 nikah smntra usia brtambah n’ cowo mo srius mikir 2x krna si cewe dah ganti2 cowo..

    Like

    • Mas Faruq, reply nya sungguh menggoda šŸ™‚ Kata saya, menikah muda itu BAIK buat siapa aja yang emang niatnya begitu, dan berkomitment begitu. Sedikit curhat mas, buat cewek, cari laki yg “cowo yg dah dewasa, mandiri nā€™ punya kompetensi utk cari nafkah.. ” dan tak lupa cinta pada si cewek, sungguh lah SULIT šŸ™‚

      Like

  2. menikah ya,..?? Hmmm,.. berarti meninggalkan rumah yang sejak kecil begitu kita kenal setiap sudutnya. meninggalkan keluarga yang selama ini begitu kita kenal dan sayangi. Semua itu demi orang asing yang baru kita kenal namun kita berani mengambil resiko akan mempercayakan masa depan kepadanya. Cukup rumit, berat, dan melelahkan pikiran jika dipandang dari sini.

    Menikah berarti menjaga kehormatan, menumbuhkan kedewasaan dan melatih sikap tanggungjawab. menikah berarti kita diakui kemandirian hidupnya. Menikah berarti melengkapi dan menyempurnakan nilai ibadah yang selama ini kita kerjakan dan media tepat untuk menjadi lumbung amal atas segala tindak tanduk kita di dalamnya yang diniatkan lillaahita’aala. Waw,.. sepertinya jauh lebih menyenangkan jika dilihat dari sini.

    Kalo kate guru ngaji ane seh,..,” Jika kamu telah merasa mampu, maka menikahlah. Jika tidak, maka berpuasalah. Sesungguhnya itu lebih menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan”(neh buat para ikhwan,). “Dan jika datang lamaran padamu seorang pemuda yang kamu yakini akhlaq dan ibadahnya, maka terimalah pinangannya. jika tidak, akan timbul kerusakan yang nyata” (kalo ne buat akhwat2 ye,..)

    Operol, mo nikah muda, mo nikah tua, yang penting niatnya ibadah. Dilandasi akhlaq ma ibadah yang kuat. Waw,.. ternyata simpel toh..^_^)

    Like

  3. hekekekkkk….gimana dengan menikah usia muda atau buru-buru menikah karena “weton baiknya ” harus menikah pada tahun ini? BTW pada tau weton kan? ini kejadian sama adiknya temen gw yg usianya masih 19 th sedang lucu2nya baru masuk kuliah, tiba2 harus maksa nikah tahun ini juga. padahal persiapan minim. gw pikir hamdun eehh ternyata krn weton…..sampai saat ini belum bisa masuk logika gw.
    sejujurnya gw juga menghormati dan menyerahkan sepenuhnya sama yg ngejalanin, cuma kalau endingnya bercerai, lalu menelantarkan anak yg masih kayak recehan….ksian bukan….

    Like

    • Gwe tau tuh, weton artinya apaan… Dan jujur gwe juga ga melihat di mana logikanya. Memang ada sih beberapa yang menggunakan ini sebagai alasan menikah muda. Mama gwe juga dulu mungkin dipengaruhi oleh yang satu ini… Tapi menikahkan anak di usia muda karena ‘takhayul’ semacam ini menurut gwe lebih ga adil lagi. Anaknya aja belom kepingin nikah, udah disuruh nikah cepet-cepet untuk hal yang nggak jelas juntrungannya…

      Tumben lo waras, jek… untuk yang ini gwe stuju sama dirimu deh…

      Like

  4. “taunya bikin anak saja” hahhaha =D
    klo gw pnya anak, pere, tentunya dia kudu kelarin pendidikannya min. s1 br gw kasi merit. Klo anak laki hrs kerja dulu br boleh nyari bini.

    Like

    • See? Menghormati sih menghormati… tapi bagaimana pun, lo pasti akan mikir ulang untuk ngebiarin anak lo nikah muda. Maka sebenernya dalam pikiran lo, juga menyayangkan itu kan? Hahaha…

      Like

    • Lho… Gwe menghormati kok, keputusan nikah itu. Gwe hanya menyayangkan, keputusan berkomitmen tanpa kesadaran akan komitmen tersebut.

      Lagipula, one day lo punya anak perempuan berusia 16 (sah secara hukum) mau menikah dengan pacarnya yg berumur 18. Belum kerja, ga tau susahnya cari uang, taunya bikin anak saja. Apakah lo ga akan menyayangkan?

      Like

  5. hehehe gw seh jelas ga pernah ngebayangin kawin muda, toh sampe sekarang juga belum menikah. cuma setau gw ya temen-temen gw yang pada menikah muda karena terlalu melihat yang indah-indah saja pada awalnya, pokoknya rasanya cintaaaa aja, ga sadar bahwa banyak hal yang dihadapi setelah berkeluarga nanti. hari ini temen gw baru aja sms, dia bilang lg stres hidup di rumah mertua, susu anak mahal, cape musti extra tenaga ngurusi ini dan itu padahal udah kerja seharian, dia bilang iri lihat gw yg single masih bisa haha hihi kesana kemari wkwkwk….ga maksud bilang bahwa nikah itu gak enak, maksud gw itu mbok ya dipikirken mateng-mateng sebelum menikah, kenali pasangan anda sebelum menikah… banyak loh temen gw yg setelah menikah mereka bilang…kok ternyata setelah menikah gw ga cinta sama dia ya…haiiiikkkkkk bisa begitu.

    Like