Sampah Blogger

Standard

Lain di twitter lain lagi di blog tetangga… Beberapa hari ini, perhatian gwe cukup tersita oleh kerusuhan yang terjadi di blog milik tetangga ini. Tentu saja, kerusuhan yang terjadi di sini menurut gwe masih lebih penting daripada ribut-ribut soal si Ariel. Selain karena memang lebih ada esensinya, tapi juga karena menyangkut kehidupan seorang blogger.

Entry kali ini gwe buat, memang khusus sebagai dukungan gwe terhadap blog tetangga, yang rupanya baru-baru ini mampir ke mari. Tidak ada maksud untuk menyerang, menghina, ataupun merusuh (ya iya lah, masa gwe merusuh di kandang sendiri?), sehingga apa bila ada pihak-pihak yang merasa terganggu, tersentil atau tertusuk, tidak perlu merasa marah. Ini bukan tentang lo, nggak usah geer.

Lihat di sidebar sebelah kanan kolom entry ini? Bawahan dikit… oops, terlalu bawah, naikan dikit… Iya, di bawah tulisan Spam blocked itu? Lihat? Itu adalah jumlah spam yang masuk ke blog ini. Spam adalah entry comment yang tidak berhubungan sama sekali dengan entry yang dibicarakan, dan dibuat (biasanya oleh BOT) hanya untuk promosi link mereka. Gwe tidak pernah melakukan moderasi pada comment yang masuk, karena spam sudah otomatis disaring oleh software ajaib bernama Akismet ini.

Sistemnya sama seperti bulk message atau spam message pada email kita. Begitu comment kalian mengandung sebuah link, maka comment tersebut langsung masuk ke moderasi. Jadi, yang belum terlanjur nggak usah ngiklan link yah, soalnya bakal dibaca spam. Tapi comment diluar itu, tidak dibaca sebagai spam, dan bisa langsung muncul begitu saja. Yang sudah pernah komen pasti tahu.

Sebenarnya, sah-sah saja kalau kita mau nyampah di blog orang. Blogger yang membuka kesempatan bagi para pembacanya untuk berkomen pasti sudah siap dengan lemparan bunga maupun tomat busuk terhadap entry yang dibuatnya. Baca yang jelas yah, terhadap ENTRY yang dibuatnya, bukan kepada bloggernya.

Dalam ilmu Debate and Argument yang gwe pelajari waktu kuliah beberapa semester yang lalu, ada yang disebut dengan Ad Hominem argument fallacy. Yaitu kesalahan argumen karena serangan perdebatan tidak lagi dilakukan terhadap proposisi, atau argumen lawan, melainkan menyerang pribadi. Personal attack semacam ini sangat haram hukumnya dilakukan dalam perdebatan maupun argumentasi. Barang siapa melemparkan personal attack pertama, maka dia langsung dianggap kalah dalam perdebatan.

Bukan berarti kemudian kami yang lain juga tidak melakukan personal attack, atau lebih tepatnya gwe menyebutnya personal counter attack. Serangan balik setelah serangan pertama yang bertubi-tubi. Gwe pun tidak membenarkan hal tersebut. Tapi gwe rasa begitulah caranya kita belajar, dengan trial and error, memperbaiki yang salah, bukan menyalahi kebenaran. Betul?

Nah. Apakah ada yang merasa terserang secara personal? Tidak perlu, karena yang gwe lakukan ini murni argumentasi. Gwe tidak menunjuk nama, atau individu secara langsung, juga tidak mencirikan seseorang secara khusus. Tersinggung? Tidak perlu… Perbaiki saja sama-sama…

Advertisements

4 responses

    • Yang sia-sia kan, udah sekolah tinggi-tinggi, dan diharapkan mengerti konsep Ad Hominem tapi tetep melakukannya untuk nyampah di blog teman kita yang satu itu kan?

      Like