#Skripshit

Standard

Tagar ini dipopulerkan oleh salah seorang teman blogger yang sudah lama nggak ngeblog, dan sama seperti temannya yang satu lagi mengabaikan blognya. Kata skrpishit digunakan sebagai plesetan dari skripsi, dengan menggabungkan kata skripsi dan shit, artinya “segala sesuatu yang menyebalkan dan memuakkan dan berhubungan dengan skripsi”

Penelitian membuktikan bahwa selain pada kata skripsi, “shit” juga bisa ditempelkan pada kata tesis, menjadi teshit, dan disertasi, menjadi disertashit. Apakah itu membuktikan bahwa hampir semua tugas akhir ternyata memang memiliki sisi menyebalkan dan memuakkan? Oh tentu saja, karena kalau tidak, ngapain topik ini saya angkat menjadi topik tulisan kali ini?

Satu hal yang saya yakin kita setujui bersama bahwa mengerjakan tugas akhir semacam skripsi, tesis, dan disertasi ini benar-benar melelahkan. Bahkan membicarakannya di luar jam bimbingan, dengan orang lain, apalagi pada saat kita sedang nongkrong di kafe untuk menikmati segelas kopi yang harum dan juga sebatang rokok yang menenangkan, benar-benar merupakan sebuah kejahatan. Kita yakin bahwa apabila ada orang yang mencoba membicarakan skripsi pada saat-saat kita sedang mencari ketenangan adalah sebuah tindakan konspirasi orang-orang yang membenci kita untuk membunuh kita perlahan-lahan.

Akan tetapi kemarin saya melihat hal yang berbeda sejak, seperti biasa saya mengobrol dengan adik saya yang sangat bijaksana itu, tentang tugas akhir. Meskipun tidak secara langsung kita membicarakan hal ini, tapi pembicaraan mengenai ini (yang ternyata secara mengejutkan tidak membuat saya mati tegang saat menyetir) membuat saya berpikir semalaman (tapi bohong!).

Ternyata yang tersulit dalam menyelesaikan skripsi saya ini bukanlah bahannya yang terlalu banyak atau topiknya yang terlalu sulit. Bukan karena dosen bimbingan saya ternyata tidak tahu apa-apa tentang teori komunikasi (yang membuat saya heran adalah dia ditempatkan sebagai dosen tetap di jurusan Ilmu Komunikasi, sebagai dosen pembimbing untuk skripsi pula). Bukan juga karena ketua jurusan saya selalu menghilang setelah mengobrak-abrik isi bab tiga saya. Juga bukan karena saya terlalu sering main game di facebook (apalagi yang bisa dilakukan dengan facebook selain main game?), atau terlalu banyak ngetwit, atau ngeblog.

Yang tersulit dalam menyelesaikan sebuah skripsi adalah kemampuan mempertahankan komitmen sampai selesai sidang nanti.

Berbeda dengan mengerjakan tulisan untuk tugas akhir semester yang bisa diselesaikan dalam hitungan hari (atau kalau lagi apes bisa semingguan), mengerjakan sebuah penelitian yang memakan waktu bulanan ini menghabiskan lebih banyak energi untuk emosi dibanding berpikir. Pengalaman teman-teman yang akhirnya terbentur masalah ini dan itu, mereka yang kemudian stres dan mengancam bunuh diri di status facebook (*kalimat terakhir ini adalah fiksi belaka, apabila ada kesamaan nama, waktu, tempat dan peristiwa, maka itu hanyalah kebetulan semata), ternyata benar-benar menantang mental.

Mendekati batas akhir pengumpulan soft cover untuk skripsi ini, jujur saja saya sudah mulai dilanda sakit perut berkepanjangan setiap kali mengingat tanggalnya. Bukan hanya sakit perut berkepanjangan, saya juga mengalami sakit kepala berkepanjangan setiap kali ada yang membicarakan tentang jadwal bimbingan. Entah bagaimana dengan teman-teman yang lain yang sedang menjalankan skripsi ini.

Tentu saja saya tahu beberapa sudah gugur di jalan, tapi saya yakin bahwa masih banyak yang masih bertahan. Pertanyaanya hanyalah satu. Kurang dari satu bulan ini, sanggupkah Bybyq mempertahankan komitmennya, dan menyelesaikan skripsi dengan sebaik-baiknya?

Advertisements

8 responses

  1. drpd tar gw didakwa melakukan pembunuhan berencana thdp lo, ga ambil aman aja deh. Gw ga bakal nanya2 kcuali lo butuh saran gw. hihihii =D

    Like

  2. Pingback: #Skripshit » superbyq.com | Cari Judul Skripsi, Makalah, Laporan

  3. harus bisa dong… !
    matiin koneksi netnya. jangan ngeblog. kerjain tu tugas akhir!

    dan konsisten pake saya ato gwe

    (ngakak baca alenia ke2 dari bawah)
    =))

    Like

    • hiks… iya iya, Neng… baru 3 entry terakhir saya pake “saya” sebagai pengganti “gwe”, masih labil… hehehe…
      makasih ya…

      Like

  4. Yaqin haqul yaqin, Mel pasti bisaaaaaaaa !!! coba prioritaskan skripsi. kurangi halhal yg ga berhubungan dgn skripsi. semangat sis !!!!

    Like