H-7

Standard

Ya, betul sekali, H-7 dari pengumpulan soft cover untuk skripsi…

Gara-gara blog tetangga ngomongin H-8, saya jadi terinspirasi untuk menulis tentang H-7. Benar-benar blogger yang tidak kreatif. Tentu saja, kreativitas saya sudah habis untuk mengarang skripsi… oops. Maafkan saya Bu Dosen yang membaca blog ini *menunduk dalam-dalam seperti orang jepang*

Sudah beberapa hari ini saya bertahan untuk tidak online, terutama tidak ngeblog, karena tentu saja, saya harus mengistirahatkan jari-jari tangan saya yang sudah seharian mengetik, dan mengedit skripsi saya. Belum lagi otak saya perlu diistirahatkan dari memikirkan susunan kata-kata setelah seharian memikirkan bagaimana karangan yang indah untuk bab pembahasan. Tetapi, hari ini pertahanan saya jebol.

Yang pertama, karena sudah berhari-hari saya menahan diri untuk tidak membalas komen-komen, yang notificationnya masuk ke email saya. Yang kedua, pertahanan saya jebol karena blog tetangga yang vakum beberapa bulan lamanya tiba-tiba mengupdate entry. Yang ketiga, karena tiba-tiba si Yujin ngasih tau ada entry baru di perusahaan sirup markisa nun jauh di sana. Dan yang ketiga, karena ternyata bahkan si Jek dan Val yang udah lama nggak ngupdate pun ternyata update lagi… Saya jadi merasa tersisihkan.

Menjelang pengumpulan skripsi, kembali lagi saya harus dihadapkan dengan sikap anarkis kampus ini, untuk mengacak-acak hidup saya. Oh, atau tidak? Entahlah…. tapi saya tidak pernah mendengar bahwa sebagai persyaratan sidang saya harus mengumpulkan fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir? Saya bahkan tidak tahu buat apa, bukankah ijazah yang sudah dilegalisir sudah pernah saya berikan dulu saat pertama kali masuk kampus ini? Apakah itu salah satu persyaratan untuk mendapatkan ISO? Saya bukan dosen, saya ga tau soal yang begituan… saya cuma tau kalau itu ribet.

Pantas kampus saya dihina di produsen roti malkist di ujung benua sono.

Setelah softcover, banyak yang bilang, sudah tidak ada lagi masalah yang terlalu berarti. Sidang, revisi, urus ini itu administrasi tak jelas, sampai akhirnya wisuda. Saya rasa saya masih bisa hidup normal setelah ini, kecuali kampus ini melakukan sesuatu yang dapat membuat saya terganggu secara mental.

Baiklah baiklah baiklah… Saatnya saya menutup browser, waktu rehat saya sudah habis. Saya harus cepat-cepat menyelesaikan skripsi kalau saya ingin menonton pertandingan Piala Dunia dengan tenang…

OOPS! *kabur sebelum dibunuh ibu dosen*

Advertisements

9 responses

  1. Update-ku membuatmu pengen update? Ahaha..

    Kampus kita dihina orang lagi? Mana mana aku mau liat..

    Like

  2. cita2nya sih mulia, tp sayang ga semulia attitude nya.tepar2 nyempetin komen karna gw kan ngakunya berintelegensia tinggi =p

    Like

  3. knp gw ketinggalan postingan lo yg ini haaah ??
    pdhl nama n profesi gw disebut berkali2.
    ihh brasa basi gini gw br ngomen skrg -_-“.
    Oia br inget gw, wktu itu lg2 blog lo ga bs gw akses. Yup itu penyebabnya.
    Teteuuup ya..skripsi maju trus, piala dunia pantang mundur.
    Gw ga kuliah di U* jg bs jd org berguna kok.
    Itu kan trgantung individu masing2 ya, klo bego ya tetep aja bego wlo bs masuk universitas terfavorit skalipun buat apa klo ga kepake di masyarakat. Tul ga ??

    Like

    • Mana gwe tau lo bisa ketinggalan postingan ini? Hahaha…

      Jadi kalo masuk ke univ beken, belom tentu bisa jadi orang berguna ya? Hahaha…

      Like