Tante Ga Bisa Antri, Pepita Jadi Korban Kekerasan

Standard

Well, saya tidak tahu bagaimana cara membuat headline yang bisa membuat berita ini ter-blow up, tapi saya berharap berita yang membuat saya mau tidak mau menulis blog dengan jempol ini dapat membuka mata hati saudara-saudara sekalian. Hari ini pepita mengalami kecelakaan, dan menderita luka-luka ringan di sekujur tubuhnya. Saya berencana untuk sesegera mungkin membawa yang bersangkutan ke rumah sakit terdekat, supaya pepita dapat segera pulih seperti semula.

Sangat disesalkan, sifat plegmatis saya membuat saya malas memperpanjang masalah ini. Seandainya saya mau, saya yakin saya bisa membuat masalah ini berlarut-larut karena saya yakin ini bukan salah saya. Intinya, ini salah tante-tante yang tidak sabar mengantri hingga mobilnya menyerempet pepita, beberapa menit yang lalu.

Jadi ceritanya saya sedang memarkirkan mobil di sebuah tempat, karena saya sedang janjian dengan adik saya untuk bertemu dengan landlord untuk tempat tinggal saya yang baru. Begitu saya sampai di tempat yang di maksud, saya merasa beruntung saya mendapatkan parkir tidak jauh dari pintu masuk. Dan seperti seorang pengemudi yang baik, saya lihat kanan, lihat kiri, dan pasang lampu sign, sebagai tanda, “permisi, saya mau parkir di sini…”

Dari spion kanan, aman. Pantat mobil sudah masuk seperempatnya. Artinya tempat parkir itu milik saya. Lihat spion kiri, sebuah mobil melaju dari kejauhan. Dia ga akan maksa lewat duluan kan?
Saya liat spion kanan lagi untuk memastikan mobil masuk dengan aman dan. Dug. Zrog.

Perlukah saya menceritakan bagaimana mobil yang tadi saya lihat masih ada di kejauhan dari spion tiba-tiba sudah berada di sebelah kiri mobil saya dengan badan yang menempel di moncong mobil saya.

Wajah si tante tampak masam. Tapi saya yakin wajah saya lebih garang, sehingga tante yang semulanya ingin marah-marah, langsung kembali lagi ke dalam mobilnya dan pergi melaju. Kenapa tidak saya kejar dan saya bikin ribut di tempat? Begitu mungkin beberapa dari kalian akan bertanya. Yah…

Males.

Lebih baik saya ngoceh-ngoceh di sini, toh saya punya blog yang terlantar selama seminggu dan sedang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Setidaknya saya jadi punya bahan untuk menulis satu entry, meskipun isinya cuma marah-marah…

Dan bagaimana keadaan pepita? Yah, pepita agak babak belur sedikit, tapi tak apalah… Tinggal klaim asuransi nanti. Huff…

Advertisements

6 responses

  1. turut prihatin yg menimpa pepita eh bybyq denkkkk…. 😆

    ekses kemajuan sebuah kota yang serba terburu-buru ya bybyq???

    Like