Indonesia VS Malaysia di Mata Bybyq

Standard

Beberapa hari lamanya saya dan adik saya si Mon itu terlibat di pembicaraan mengenai Indonesia versus Malaysia. Dan sebagai warga negara yang baik (yang meskipun sering dianak tirikan dan sering tidak dianggap oleh warga negara yang lain) saya merasa tersinggung dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

Saya dan Mon berandai-andai, apa yang akan kami lakukan seandainya kami ini adalah pemerintah republik Indonesia. Apa yang akan kami lakukan terhadap Malaysia?

Memutuskan hubungan diplomatik sepertinya merupakan satu langkah strategis. Saya tidak mengerti apa yang ditakutkan oleh pemerintah kita sampai menarik diplomat kita dari sana saja tidak bisa. TKI yang ada di sana, juga bisa ditarik pulang, toh masih banyak negara-negara lain yang mau memakai TKI dan saya yakin sebenarnya pemerintah bisa memberikan lapangan pekerjaan. Kalau mau. Tapi sayangnya saya tidak melihat niatan tersebut dari Pemerintah Republik Indonesia.

Saya juga tidak keberatan apabila pada akhirnya kami harus berperang. Apa yang harus ditakutkan dengan berperang? Takut diembargo? Takut dengan PBB?

Selama ini banyak negara-negara besar yang begitu sombongnya menantang PBB dan ternyata PBB tidak bisa berbuat apa pun. Amerika tidak bisa berbuat apapun. Cina misalnya, dengan gagah berani tidak takut kena embargo sana sini, sekarang bisa menunjukkan bahwa dia bisa maju tanpa bantuan negara barat. Malah negara barat yang merangkak-rangkak pingin investasi di sana.

Saya tidak mengerti mengapa orang-orang yang saya lihat di televisi harus omong besar dan mengatakan berulang-ulang bahwa Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Semua orang juga tahu itu. Tapi mana buktinya kalau bangsa ini bangsa yang besar? Dilecehkan sedemikian rupa saja masih bisa diam seribu bahasa. Saya tidak mengerti di mana kebesaran negara ini sekarang.

Saya tidak percaya dengan perjanjian damai yang dilakukan baru-baru ini. Kejadian semacam ini berulang dan berulang terus. Saya bisa melihat pola perilaku yang terjadi. Saya benar-benar berharap apa yang dikatakan salah satu anggota DPR tentang jabatan presiden 3 periode ini tidak dapat terlaksana, karena saya tidak yakin presiden yang ini mampu menghadapi tetangga kita yang satu itu.

Advertisements

Comments are closed.