Monthly Archives: October 2010

RIP Monsigneur Bo

Standard

Ingat Bo?

Bo adalah makhluk kecil yang lucu yang muncul bersamaan dengan munculnya Captain Stu. Mereka sudah bersama sekian lama, dan har ini, Bo mati…

Sebenernya saya merasa ini salah saya. I was at home all day, thinking of changing it’s bathing sand, and play with it, but I didn’t do it. Just hours before La found its cooling body, I fed Stu and didn’t react when Bo didn’t came out to get its food from me.

Now I feel terrible.

If I was care enough to see if it was okay I believe it wouldn’t be dead by now. It should be alive.

What’s worse… I didn’t know what killed it.

RIP Bo.

Home

Standard

Home is where the heart is.

Itu membuat saya berpikir kapan terakhir kali saya menganggap rumah orang tua saya di Solo sebagai Rumah (dengan huruf “R” kapital). Saya berpikir kalau saya mengatakan “Pulang kampung”, atau “Pulang ke Solo”, apakah itu berarti saya “Pulang ke Rumah”, atau hanya sekedar, “Berkunjung ke kampung halaman, dan menengok orang tua” saja? Saya berpikir, apakah saya ingin berada di sana karena saya ingin ada di sana atau karena saya merasa berkewajiban untuk ada di sana pada saat-saat tertentu?

Read the rest of this entry

Surprises

Standard

Si Monyed selalu bingung kenapa saya tidak suka dengan kejutan.

Mungkin beberapa bisa mulai menganggap saya sebagai tipe orang yang tidak romantis, meskipun saya tidak akan mengakuinya. Menurut saya, saya cukup romantis kok, tanpa harus disertai dengan kejutan apapun. Tetapi seandainya ketidak sukaan saya terhadap kejutan kemudian membuat saya harus digolongkan ke dalam kategori manusia tidak romantis, saya tidak akan menolak. Karena, saya lebih rela disebut sebagai manusia tidak romantis, daripada saya harus belajar menyukai kejutan.

Ketidak sukaan saya terhadap kejutan, tentunya bukan tanpa alasan. Karena saya adalah manusia yang penuh alasan, tentunya. Tapi saya yakin alasan saya ini dapat dinalar.

Read the rest of this entry

Sok Tau

Standard

Lanjutan dari entry sebelumnya…

Ya… Sering kali orang tua itu sok tau…

“I am your mother of course I know you. I carried you in my womb for 9 months of course I know you”

“I am you father of course I know you. I live with you for 20 years of your life of course I know you”

Semua itu bohong.

Terlepas dari marah-marah saya sebelumnya, dan murni melalui teori komunikasi (mumpung belum lupa sepenuhnya), tidak ada satupun dari penjelasan mereka yang bisa membuktikan bahwa hubungan kekerabatan mempengaruhi pengetahuan seseorang tentang orang yang lain. Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa berada di dalam kandungan selama sembilan bulan bisa membuat seorang ibu lebih mengenal anaknya daripada ibu yang melahirkan anak secara prematur.

Read the rest of this entry

Jalan

Standard

Beberapa hari yang lalu saya bertengkar dengan orang tua saya. Lucunya, saya bertengkar dengan orang tua saya setelah saya menulis entry saya yang sebelumnya. Mungkin saja Mama saya membaca  entry saya tersebut, mungkin saja beliau sedang PMS. Intinya pada saat itu saya sedang mengalami hubungan yang tidak menyenangkan dengan orang tua saya.

Mungkin sampai sekarang masih begitu, tapi saya tidak ingin membahas tentang bagaimana hubungan saya dengan orang tua saya, karena buat saya itu bukan urusan orang lain 😀

Beberapa bulan lalu, saya, dua orang adik saya dan juga si Monyed melakukan sebuah perjalanan pulang kampung ke Solo melalui jalur darat. Yap, empat orang cewek, dalam satu mobil dengan perjalanan 12 jam melalui jalur Pantura. Memang melelahkan, tapi pengalaman dan kesenangan yang kami dapatkan di jalan tidak bisa ditukar dengan hal-hal lain di muka bumi ini.

Read the rest of this entry