Sok Tau

Standard

Lanjutan dari entry sebelumnya…

Ya… Sering kali orang tua itu sok tau…

“I am your mother of course I know you. I carried you in my womb for 9 months of course I know you”

“I am you father of course I know you. I live with you for 20 years of your life of course I know you”

Semua itu bohong.

Terlepas dari marah-marah saya sebelumnya, dan murni melalui teori komunikasi (mumpung belum lupa sepenuhnya), tidak ada satupun dari penjelasan mereka yang bisa membuktikan bahwa hubungan kekerabatan mempengaruhi pengetahuan seseorang tentang orang yang lain. Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa berada di dalam kandungan selama sembilan bulan bisa membuat seorang ibu lebih mengenal anaknya daripada ibu yang melahirkan anak secara prematur.

Absurd, dan mengada-ada. Dan itu hanyalah alasan mereka untuk membuat mereka merasa mereka sudah melakukan hal yang benar ketika mereka membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup anak mereka.

In fact, my parents don’t know me.

Mereka tidak pernah tahu apa yang saya inginkan. Mereka tidak pernah tahu saya ingin jadi apa. Mereka tidak pernah tahu apa yang saya pikirkan. Mereka tidak pernah tahu apa yang saya rasakan. Dan mereka pikir mereka tahu itu semua. Dan ketika di suatu titik, terbukti bahwa mereka tidak tahu apa-apa mereka akan membuka sebuah diskusi omong kosong.

Seperti beberapa hari yang lalu mereka mengajak saya MENGOBROL.

Come on.

Menurut teori, komunikasi interpersonal bersifat DUA ARAH. Dan sederhananya, komunikasi dapat berlangsung dua arah hanya apabila pada saat satu orang berbicara, pihak yang lain mendengarkan. Sayangnya, mereka hanya mau mengobrol, tanpa mau mendengarkan. Amazing.

Dan mereka menyebutnya mengobrol.

Dan setelah ‘mengobrol’, mereka kembali merasa sudah mengerti saya.

Ada beberapa alasan mengapa anak tidak mau berbicara lagi dengan orang tuanya. Saya tidak hanya membicarakan diri saya sendiri, tapi saya melihat banyak hal di sekitar saya (terutama dari TV series: Parenthood, Desperate Houswives, dan… yah semacam itu lah). Orang tua selalu merasa tahu, dan secara sepihak memutuskan bahwa mereka lebih tahu tentang anak mereka daripada anak mereka sendiri.

Tanpa bertanya.

Oh, atau, dengan bertanya, tapi tidak memperdulikan jawaban anak mereka.

Kemudian, saya mendengar beberapa orang di luar sana, terutama orang tua, atau mereka yang memiliki orang tua baik hati, atau mereka yang belum merasakan kejadian semacam ini, mengatakan, “Begitulah orang tua, nanti kalo kamu jadi orang tua juga akan kaya begitu…”

Well…

Satu lagi alasan untuk mulai berpikir ulang apakah perlu saya memiliki anak. Karena saya tidak ingin menyiksa seorang anak seperti itu.

Advertisements

One response

  1. ya, nanti klo lo punya anak, jangan kayak gt lah..
    spt ortu gw, mereka nanyain kok, rencana gw kedepannya & apapun itu, mereka selalu mendukung.. 🙂

    Like