You’re Not My Friend Anymore

Standard

Tidak sering dalam kehidupan saya, saya memutuskan untuk tidak berteman lagi dengan seseorang. Bukan dalam artian saya memutuskan untuk tidak pergi dengan orang yang sama lagi, atau saya tidak mau bergaul dengan orang-orang tertentu lagi, tapi yang saya maksud di sini adalah saya benar-benar tidak mau berteman dengan orang ini lagi. Bukan hanya karena saya melihat sudah tidak ada gunanya lagi berteman dengan orang ini (karena pada dasarnya dalam berteman saya tidak terlalu melihat untung rugi) tapi lebih karena saya sudah tidak lagi melihat niat baik dari dia untuk menjadi teman saya.

Oke, mungkin saya juga punya andil dalam rusaknya hubungan pertemanan ini, tapi saya punya alasan yang jelas mengapa pada awalnya saya menjauhkan dia dari hidup saya. Yang pertama, karena dia terlalu jauh melakukan intervensi ke dalam hidup saya, dan yang kedua, saya tidak lagi cocok dengan gaya hidupnya. Saya tidak peduli apakah pacarnya sanggup membiayai hidup jor-jorannya di luar negeri atau membayari kuliahnya yang tidak selesa-selesai. Saya juga tidak akan mempermasalahkan kebiasaan ngomong besar dan pamer nya itu, karena saya memang tidak tertarik dengan apa yang dia bicarakan. Tapi saya melihat ke arah mana pertemanan ini nantinya, yang pasti bukan ke arah yang saya inginkan, maka saya memutuskan tidak berteman dengannya lagi.

Kemarin setelah saya mengganti status BB saya untuk mengabari orang-orang di sekitar saya bahwa Stu mati, orang tersebut menghubungi saya. Saya tahu maksudnya untuk berbela sungkawa, sehingga saya pun menanggapinya, dan sekaligus memberi tahu bahwa Bo juga baru saja mengalami hal yang sama. Oh… daripada saya dikira berbohong, saya akan copy paste persis seperti apa yang ada di BB saya.

(Nama orang ini saya singkat saja, karena selain suka ganti-ganti, saya sudah malas menulis namanya)

WN: Omg! Stu si ham ham kan????

Superbyq.com: Yup… He’s in peace

WN: 😦 singkat skali hidupnyaaaaa

WN: 😥

Superbyq.com: Kmrn Bo baru aja mati

Superbyq.com: Kayanya emang rentang hidup hamster segitu deh

WN: Oh yah? Rentang hidup hamster lo kali byq? Hahahaha

Superbyq.com: Funny win

Superbyq.com: Bye

Apakah kalian melihat ada yang salah dengan orang ini? Apakah kalian bisa melihat ada yang salah dengan kelakuannya? Apakah kalian bisa melihat ada yang salah dengan kata-katanya di sana?

Banyak di antara teman-teman saya di BBM yang tidak bereaksi terhadap kabar duka cita Stu, mungkin mereka menganggap itu nggak penting, tapi saya tidak kecewa. Pertama, mereka mungkin belum pernah melihat Stu, dua, mungkin mereka menganggap hamster itu nggak sepenting itu. Tapi mereka tidak perlu mengatakan itu di depan saya. And if you think you don’t care about it, just shut your mouth. Saya toh tidak akan menyuruh kalian mengirimkan ucapan duka cita yang mendalam atas matinya Stu.

Saya toh tidak mengharapkan Stu dikasihani. Captain Stu hidup dengan harga diri dan integritas sebagai hamster. Dia tidak ingin dikasihani, dan dia mati dengan bangga. So, apa gunanya dia harus pura-pura sedih kalau tidak benar-benar sedih? Buat saya kelakuannya layak membuat dia saya keluarkan dari friendlist.

Saya tidak merasa apa-apa, toh sebelumnya dia juga sudah jauh dari saya. I think I have done my best.

And message to my dear ex-friend:

All that glitter is not gold, keep digging, you’ll find none.

Advertisements

Comments are closed.