orang baik banyak temannya

Standard

Ditulis sambil agak sedikit mabok Bailey’s

Beberapa waktu yang lalu saya menonton film “The Social Network” bersama si Monyed di bioskop dekat rumah. Dalam cerita itu, ceritanya si Mark, pendiri salah satu social network paling besar saat ini, diceritakan sebagai orang aneh yang tidak punya banyak teman. Dan bahkan, pada akhirnya si Mark ini, karena apa yang dilakukannya kemudian dituntut oleh sahabatnya sendiri. Satu-satunya sahabat yang dia miliki.

Selama beberapa hari saya sempat berpikir bahwa memang semua orang yang jenius pasti tidak punya teman. Kadang kala, ketika seseorang begitu pintarnya, dia tidak bisa mengendalikan sisi sosialnya. Dari apa yang saya pelajari (teman-teman yang lulusan psikologi tolong bantuin), manusia ituy memiliki beberapa jenis intelejensia. Bukan cuma intelejensia versi markisa, tapi intelejensia versi beneran, versi manusia bumi.

Secara teoritis, ini disebut dengan multiple intelligences; yaitu: Spatial, Linguistic, Logical-mathematical, Bodily-kinesthetic, Musical, Interpersonal, Intrapersonal, Naturalistic, dan  Existential.

Beberapa orang memiliki kemampuan lebih di bidang linguistik. Pernah dengar atau bahkan kenal seseorang yang mampu menguasai beberapa bahasa sekaligus? Di mana kita yang susah payah mempelajari Bahasa Inggris selama hampir seumur hidup saja belum tentu bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, ini orang bukan cuma bisa cas cis cus dalam Bahasa Inggris, bahkan bisa menirukan beberapa dialek bahasa sekaligus, misalnya. Pernah dengar orang yang begitu ahli di bidang olah raga, tapi bahkan menghitung perkalian sederhana saja mesti menggunakan kalkulator?

Mungkin pada jaman saya dulu, yang paling beruntung adalah mereka yang mempunyai logical-mathematical intelligence dengan level yang cukup tinggi. Setidaknya pada saat saya masih kecil dulu, dari sanalah definisi “pintar” dan “bodoh” dibentuk. Untungnya anak-anak sekarang (dan tentunya anak-anak saya nanti) tidak perlu mengalami hal tersebut, karena orang tua- orang tua jaman sekarang lebih memahami konsep multiple intelligence semacam ini.

Mark, si pendiri facebook yang pintarnya bukan main ini, diceritakan sebagai seorang yang jenius di bidang programming, tetapi sangat payah setiap kali berhubungan dengan orang lain. Sekilas dia terlihat seperti sociopath yang berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa memikirkan orang lain di sekitarnya. Tapi bagi saya, yang berhari-hari memikirkan situasi itu, saya hanya melihat… mungkin… si Mark ini emang punya level logical-mathematical yang sangat tinggi, tapi sangat rendah di bidang interpersonal intelligence. Siapa yang bisa menyalahkan.

Dari definisinya, kemampuan interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang-orang lain di sekitarnya. Jujur saja, saya sendiri termasuk orang yang punya level interpersonal intelligence yang sangat rendah. Saya tidak mudah berteman, apalagi orang-orang yang saya temui dalam kehidupan nyata. Beberapa orang mungkin menganggap saya agak aneh, atau bahkan melihat saya seperti si Mark (bukan IQ nya yang pasti). Mungkin mereka melihat saya sebagai orang yang sulit bersosialisasi (dan itu benar) dan  tidak mau bergaul dengan orang lain (dan yang ini tidak selalu benar).

Waktu kecil, saya sering mendengar dari banyak cerita rakyat, atau dongeng-dongeng, atau berbagai cerpen bobo, yang menyatakan bahwa orang baik selalu memiliki banyak teman. Sayangnya ketika saya dewasa, stigma yang sama tertancap di benak banyak orang termasuk saya, dan saya mulai berpikir, mungkin saya bukan orang baik. Kemudian, orang-orang seperti saya mulai membuat alasan-alasan yang sebenarnya tidak perlu. Pada akhirnya kami selalu bisa menjawab bahwa tidak semua orang diberi kemampuan atau intelegensia di bidang interpersonal sama baiknya dengan orang-orang lain.

Saya tidak.

Mungkin saya bukan orang terbaik di dunia… tapi yang jelas saya bukan orang jahat. Meksipun saya tidak punya banyak teman… toh akhirnya saya tahu, banyak sedikitnya teman, bukan ukuran baik tidaknya seseorang…

Advertisements

2 responses

  1. Mungkin saya bukan orang terbaik di dunia… tapi yang jelas saya bukan orang jahat. Meksipun saya tidak punya banyak teman… toh akhirnya saya tahu, banyak sedikitnya teman, bukan ukuran baik tidaknya seseorang…
    Wooooow I love this quotes!!!
    Tapi aku termasuk temenmu kan byq? kan kan

    Like