Mistakes

Standard

Satu hal yang saya pelajari dari tahun 2010 kemarin adalah tentang membuat kesalahan.

People made mistakes.

Saya rasa wajar kalau seseorang melakukan kesalahan sesekali waktu. Bahkan kadang kala orang perlu melakukan kesalahan untuk mengetahui bahwa itu salah, dan mencari tahu bagaimana untuk melakukan hal yang benar. Kadang kala dari kesalahan kita belajar, tidak hanya untuk memperbaiki kesalahan, tapi juga belajar untuk melihat bahwa ada perlunya melakukan kesalahan. Pada akhirnya, ketika kesalahan itu sudah terlanjur dan tidak ada lagi cara untuk memperbaikinya, kemudian beberapa tahun kemudian saat kita bisa melihat segala sesuatu dengan lebih jelas, kita mungkin bisa menertawainya.

Kemudian, saya belajar bahwa tidak ada salahnya melakukan kesalahan.

Beberapa bulan yang lalu, di salah satu episode “How I Met Your Mother”, saat Lily meninggalkan Marshall di saat-saat terakhir mereka menjelang menikah, dia berkata, kita tidak akan tahu bahwa kita melakukan kesalahan sebelum kita melakukannya dan melihat sendiri bahwa itu salah, meskipun mungkin sebenarnya kita udah feeling kalau kita sedang melakukan kesalahan. Bagi saya… mungkin bukan begitu yang ingin disampaikan Lily. Mungkin Lily ingin mengatakan bahwa tidak ada salahnya mencoba mengambil resiko untuk sesuatu yang sepenuhnya baru, dan berbeda.

Kita tidak pernah tahu sebelum kita benar-benar keluar dari zona nyaman kita bahwa kita telah melakukan apa yang sebenarnya ingin kita lakukan. Jangan-jangan kita hanya terlalu nyaman berada di kondisi yang sekarang kita alami, sehingga mencoba mencari sesuatu yang baru membuat kita takut kita membuat kesalahan yang membuat kita jatuh di keadaan yang lebih buruk daripada ini. Tetapi pada kenyataannya ketakutan yang berlebihan bahwa kita akan melakukan kesalahan tidak akan membawa kita ke mana-mana.

Beberapa hari sebelum tahun baru kemarin saya bertemu dengan teman-teman lama saya. Lalu kita mulai mengobrol tentang ini dan itu dan apa yang kita lakukan dulu pada saat masih muda. Kalau dipikir-pikir, sejak dulu pun kita melakukan banyak kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang membuat kita tampak tolol di mata beberapa orang, atau bahkan kesalahan-kesalahan yang sampai berefek mengubah hidup kita secara keseluruhan. Tapi yang paling menyenangkan adalah, pada akhirnya kita bisa menertawai kesalahan itu dan mengatakan, “Well… it was when I was young and stupid”

Kenyataanya… what was stupid at that time, membawa kita pada saat ini, bukan? We didn’t die because our mistake. We just learn something out of it.

Tahun kemarin adalah tahun di mana saya belajar untuk memahami kesalahan. Baik kesalahan saya mau pun kesalahan orang lain. Saya berusaha untuk mengerti bahwa semua orang bisa berbuat salah, termasuk saya. Mengajarkan saya bahwa saya tidak perlu takut untuk berbuat salah, dan saya harus bisa memaafkan diri saya sendiri apabila saya melakukan kesalahan. Tentu saja karena saya mencoba mengerti bahwa semua orang bisa berbuat salah, saya harus bisa menerima bahwa orang lain di sekitar saya pun tidak luput dari kesalahan, dan sudah saatnya saya belajar untuk memaklumi itu juga.

Kesalahan membuat saya belajar bukan hanya untuk memaafkan, tapi juga memperbaiki apa yang dapat saya perbaiki dan merelakan apa yang sudah tidak bisa lagi diperbaiki dan diselesaikan. Dan mungkin… mungkin suatu hari saya bisa berkata bahwa saya sudah belajar… belajar dari kesalahan.

Advertisements

Comments are closed.