Operasi atau Nggak, ya?

Standard

Orang-orang yang kenal lama dengan saya, atau setidaknya pernah bertemu saya selama beberapa kali pasti tahu bahwa saya memiliki masalah dengan hidung saya. Memang beberapa orang mengatakan bahwa hidung saya mancung dan cantik, tapi itu tidak dapat menyangkal kenyataan bahwa ada yang salah dengan hidung saya. *buru-buru mengembalikan topik ke jalan yang benar sebelum pembaca blog ini kabur semua*

Sejak kecil, saya tidak pernah berhenti pilek. Ajaibnya sampai hari ini saya masih bisa bertahan hidup dan tidak tenggelam dalam ingus sendiri (ih pemilihan katanya jorok banget ya?). Saya selalu meminta tissue kepada teman-teman sekelas saya, karena tissue yang saya bawa dari rumah sudah habis duluan sebelum pelajaran dimulai. Sekali waktu saya membawa tissue ukuran family pack untuk mengatasi pilek saya apabila sedang dalam keadaan top performance.

AK tentunya adalah salah seorang yang paling sering saya mintai tissue. Tentu saja, karena kami selalu duduk berdekat-dekatan.

Yang menyebalkan adalah pilek ini datang tidak dijemput, pulang tak diantar. Saya bisa saja mengalami pilek yang tidak ada hubungannya dengan penyakit influenza atau alergi saya terhadap debu. Sering kali satu-satunya hal yang saya ingin lakukan setiap kali bangun tidur adalah membuang ingus agar saya bisa bernafas seperti orang normal.

Kenyataanya, mungkin sejak kecil saya tidak pernah bernafas seperti orang normal. Karena sejak kecil saya selalu bermasalah dengan hidung, beberapa tahun lalu mama saya membawa saya ke spesialis THT untuk mengetahui apa yang salah dengan saya. Pada saat itu saya hanya tahu ada penyempitat di dalam rongga hidung saya tapi saya tidak tahu kenapa. Kemudian saya hanya diberi beberapa obat-obatan dan sudah, hanya mama dan tante saya yang tahu apa yang dikatakan oleh dokter itu.

Masalahnya, kemarin waktu saya pulang kampung gangguan hidung saya menjadi semakin parah saja. Saya tidak hanya menghabiskan waktu bernafas melalui mulut selama di Solo, saya bahkan sempat terkena radang dan demam di sana. Hidung saya mulai mengeluarkan darah (bukan mimisan, tapi darah yang muncul bersamaan dengan ingus karena luka di bagian dalam hidung). Dan saya menjadi sering pusing sebagian sejak saat itu, bahkan sampai saya kembali ke Jakarta.

Orang tua saya langsung setuju ketika saya mengatakan bahwa saya perlu ke dokter lagi karena gangguan pada hidung saya ini mulai mengganggu. Dan beberapa hari lalu saya ditemani Mon pergi ke THT di sebuah rumah sakit tidak jauh dari tempat saya tinggal.

Setelah diperiksa, ternyata tulang di dalam rongga hidung saya agak menonjol di sebelah kiri. Tonjolan tulang tersebut membuat penyempitan saluran nafas saya. Karena itu, maka saya sering mengalami masalah pada hidung karena hidung saya menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal. Efek sampingnya, misalnya migrain, adalah akibat kurangnya oksigen yang saya hirup karena saya tidak bisa menghirup udara sebanyak manusia pada normalnya.

Solusi dari si dokter adalah, tulang yang menonjol itu harus dibetulkan. Entah bagaimana caranya saya tidak tahu, tapi yang jelas katanya harus melalui jalan operasi. Reaksi mama saya, jelas sudah dia akan freak out dan membayangkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.

Saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi setidaknya bisa tenang sedikit… Kata si dokter, operasi ini tidak akan mengurangi kemancungan hidung saya, tapi hanya akan membuat saya bernafas lebih baik. So… Operasi nggak ya?

Advertisements

11 responses

  1. ternyata kita sama… tp aku belum pernah sampe berdarah… aku pernah priksa ke dokter, ktny tulang hidung aku bengkok. gak tau apa penyebabny… 😦 dan disarankan untuk operasi. tp efekny ni bakal bikin mancung hidung, apa tambah pesek ya?? hhahahaha

    Like

  2. Singkatnya sih memperbaiki posisi tulang yang melenceng tanpa operasi, tapi dengan cara tradisional..
    Jelasnya mending gugling aja deh..

    Like

  3. Salam kenal dari seseorang yang hidungnya juga “spesial”.
    Dulu pilek saya datang tak diundang dan ga pulang pulang.. *udah kayak bang toyib*
    Mulai awal SD sampai kelas 3 SMP.
    Baru pas akhirnya itu diketahui bahwa ada sesuatu bersemayam di hidung saya.
    Sesuatunya itu ada 2, yaitu polip dan sinusitis.
    Akhirnya dioperasilah hidung malang saya.
    Setelah operasi apa yang terjadi???
    Viola…
    Setelah perjuangan nafas via mulut lebih dari setahun, akhirnya saya bisa bernafas dengan normal..
    Senangnya hatiku..
    Puji syukur pada Tuhan yang telah…
    Eh tunggu..
    Apa yang terjadi??
    Oh tidaaak…
    Saya ga bisa mencium bau bauan..
    Argh…
    *pasrah*
    note: hampir 4 tahun saya ga bisa cium bau bauan. tapi sekarang 9 tahun pasca pembongkaran, semua berjalan dengan indah sesuai kodratnya.

    Like

  4. ternyataaaa… kau juga punya masalah hidung kek saya! Haha! teman senasib. Tapi… saya belom sampe migrain, kalo berdarah… ya ada, tp jarang bgt. Kayaknya kamu mesti operasi deh… soalnya migrain itu ganggu banget! Bikin ga bisa idup normal…. Lagi pula, kek nya ada kecenderungan jadi lebih parah kan…..

    Like

    • Iya, kecenderungannya makin parah. Aku ga bisa lama-lama di tempat dingin tanpa perlindungan selimut.

      Ngomong-ngomong ternyata banyak yang punya masalah hidung yang sama dengan kita. Beberapa memang kecenderungannya makin parah. Jadi yah… Mungkin akan operasi 😦

      Like