Investing in Yourself

Standard

Investment is never cheap.

Setidaknya itulah yang saya percayai. Begitu juga saat saya memutuskan untuk mulai berinvestasi kepada diri saya sendiri sejak awal tahun ini. Paling mudahnya, saya memulai berinvestasi secara fisik, membeli produk-produk kecantikan itu ternyata cukup menyiksa dompet. Tapi, mengingat kata-kata salah seorang teman saya yang cong, “This is our asset, Sis.” saya pun menyadari bahwa aset harus dijaga agar meskipun nilainya semakin lama semakin turun, tapi turun-nya nggak drastis-drastis amat.

Tapi, namanya investasi, selalu ada perhitungan logis mengenai keuntungannya dong?

Mari berhitung sebesar apa investasi yang kita keluarkan untuk perawatan wajah dan tubuh dengan harga rata-rata (bukan yang paling mahalnya deh…)

Serum – 300k/3mo

facial wash – 100k/3mo

cleansing – 100k/3m0

night cream – 200k/6mo

eye cream – 150k/6mo

day cream – 100k/6mo

toner – 100k/3mo

body lotion – 50k/6mo

anggaplah setiap tahun kita menghabiskan sekitar 3,4 juta untuk perawatan tubuh. Maka terhitung sejak mid 20’s sampai ke mid 40’s kita menghabiskan 68 juta sebelum berpindah ke treatment untuk usia lanjut. Tapi pada saat ini kita tidak membutuhkan botox atau facelift karena sudah dirawat dengan cukup baik, mungkin bertahan sampai kita berumur mid 50’s.

Bandingkan harga itu dengan botox dan facelift kalau sampai harus dilakukan pada saat kita berusia mid 40’s, dan mempertahankan itu sampai mid 50’s (artinya 10 tahun dengan botox/facelift)

Untuk botox, di satu titik wajah membutuhkan 2-4 unit suntikan. 1 unit suntikan harganya sekitar 2-4 juta. Dan bertahan sekitar 3-6 bulan saja. Seandainya di ambil tengah-tengahnya, maka anggaplah 3 unit setiap titik dengan harga 3 juta dan bertahan 4 bulan, untuk satu wajah dengan 3 titik yaitu alis, mata, dan leher. Maka setiap tahun akan menghabiskan sekitar 81 juta setiap tahun.

Harga facelift lebih gila lagi. Untuk satu kali prosedur, total biaya untuk facelift surgery berkisar antara 60 juta, sampai 250 juta tergantung lokasi dan jenis facelift surgery nya. Belum termasuk post-operation treatment-nya juga.

Katakanlah ini hitungan kasar dan salah-salah, tapi kalau mau hitung sendiri juga tidak masalah, karena saya yakin harga investasi ini tidak akan lebih mahal daripada harga ‘perawatan instan’ seperti botox atau facelift. So, saya merasa tidak ada salahnya melakukan investasi kepada diri saya seperti itu.

Another investment menurut saya adalah pendidikan. Saya tahu tidak semua orang setuju dengan itu, karena banyak yang beranggapan pendidikan tidak membuat orang menjadi kaya. Tapi, bagi saya, pendidikan adalah investasi non-fisik, ya ga heran kalau yang dihasilkan juga non-fisik. Duit kan bentuknya fisik.

Saya sedang berpikir-pikir untuk melanjutkan studi saya lagi. Belum kapok ternyata si bybyq ini dihajar di ruang sidang oleh dosen-dosen yang kemarin, sekarang minta lagi. Bagi saya pendidikan ini adalah bentuk investasi yang akan terbayar suatu saat nanti ketika kita berhubungan dengan manusia-manusia di masa depan. Pendidikan adalah sesuatu yang bersifat progresif, dan hanya bangsa-bangsa yang lemah saja yang tidak peduli dengan pendidikan dan kebudayaan. Bangsa-bangsa yang besar dan kuat, pasti kuat juga di bidang pendidikan dan kebudayaan. Lihat saja.

Investasi itu tidak murah. Jelas. Bahkan dengan investasi belum tentu kita mendapatkan keuntungan di masa depan, karena tidak ada investasi yang bebas resiko. Akan tetapi dengan investasi yang terencana dengan terperinci, investasi akan membuahkan hasil kan? Saya tidak akan mengajak-ajak orang lain untuk ikut-ikutan berinvestasi juga. But, just in case anyone asked me why I did what I did… Saya bisa bilang, “I’m investing on myself.”

Advertisements

3 responses

  1. This is such a great resource that you are providing and you give it away for free. I enjoy seeing websites that understand the value of providing a prime resource for free. I truly loved reading your post. Thanks!

    Like

  2. Yaoloooo…. itu produk apa sih kok harganya gilak banget? Atau aku yg ga mau investasi ya?
    Kalo aku lain Byq… yg diurusi makanan, semua harus yang berlabel BIO dan non gen-manipulated. efeknya bisa bikin awet kenceng lho, hihi…

    Like

    • ya nggak gitu donk, djo… investasinya kan di tempat yang berbeda. Makanan yang label BIO kan gimanapun lebih malah drpd makanan biasa juga kan? Hehehe… Investasi, Djo…

      BTW, Ohyaa? kalo makan yang bio bio gitu lebih awet kenceng? Mulai coba coba cari ah di mall2 sini…

      Like