Apa Di Atas, Byq?

Standard

Terinspirasi dari translasi kacau ala DVD bajakan, terjemahan bebas dari “What’s Up, Byq?”

Akhirnya saya kembali ke Jakarta, setelah berpamitan ala Vulcan melalui status BBM kepada teman-teman saya. Maklum, entah bagaimana saya kok ga bisa mengatur waktu supaya bisa pamitan langsung di H-1 sebelum saya capcus dari Solo.

Sekembalinya saya ke Jakarta saya dijemput oleh si Onyed. Membuat si Onyed batal melakukan kegiatannya hari itu karena saya lagi kumat manjanya. Iya lah, ternyata pas saya lagi di Solo, dia baca blog ini dan mendapati entry beberapa waktu lalu yang memuat permintaan maaf saya buat dia. Bikin seneng aja. Ternyata dia beneran menepati janji untuk sekali-sekali mampir baca ke sini.

Hohoho…

Saya diberikan list hal-hal yang  harus saya kerjakan begitu saya sampai ke Jakarta.

Yang pertama tentunya saya harus ke rumah sakit lagi, untuk memastikan dan membuat jadwal kapan saya mau dioperasi. Sialnya, di saat-saat terakhir seperti ini  justru nyali saya menciut tiap kali mendengar kata “operasi”, dan membayangkan saat-saat hidung saya dibor. Itu sebabnya saya sampai sekarang masih menunda-nunda berangkat ke rumah sakit lagi.

Lalu, saya juga harus mulai mendaftar kursus IELTS. Ngemeng-ngemeng, saya kan harus persiapan untuk kuliah lagi, jadi saya musti berbenah diri dan membekali diri dengan ilmu. Nyenyenye… kok saya lupa melulu yah harus pergi ke tempat kursus yang letaknya cuma di kompleks ruko seberang? Sial.

Menyelesaikan cross stitch. Heheh… Salahkan Bery kenapa saya tidak membawa perangkat jahit menjahit itu kembali ke Jakarta. Kalau saja dia tidak mengacak adut benang-benangnya saya pasti akan dengan senang hati menyelesaikan pekerjaan itu. Toh pada dasarnya saya juga senang dengan craft-craft semacam itu. (Satu yang saya sesali adalah, saya memilih gambar yang tidak saya sukai karena La bilang Mama saya pingin yang kaya gitu).

Saya juga sedang dalam misi membeli handphone baru, yang bukan blekberi. Jujur aja saya udah agak muak sama BB. Selain karena banyak orang meng-abuse fasilitas Blackberry Broadcast, saya juga pegel dengan BB Messenger yang tidak bisa offline, atau appear offline, kecuali BIS nya dimatiin. Goblok kan? So, mungkin saya akan mengikuti jejak Mon untuk segera mengganti gadget.

Saya sudah menyelesaikan serial United States Of Tara season 1. Kata si Onyed ada season 2 nya, tapi kok belom dibawa ke sini yah? Harus segera ditagih…

Saya juga mestinya mulai memindahkan data dari komputer lama, dan mulai menghapus barang bukti dari hard-disknya. Agak mengesalkan saya harus menghapus file-file yang sekarang susah didapatkan karena NAWALA nggak jelas itu membuat saya susah akses sana sini. Apa boleh buat, komputer canggih saya yang sudah jebot sekarang sudah saatnya dimutasi ke kampung halaman supaya bisa mengabdi pada Mama saya di kantornya.

Kira-kira itulah yang terjadi di hidup Bybyq ini. Ngoceh-ngoceh ditahan dulu sampai internet sudah waras kembali.

Advertisements

Comments are closed.