Bybyq Bernyali Ciut

Standard

Sudah saya katakan, bahwa entah kenapa di saat-saat terakhir macam ini saya tiba-tiba kehilangan nyali untuk operasi. Padahal saya sudah gembar gembor di blog bahwa saya butuh operasi untuk membantu saya bisa bernafas dengan normal, dan banyak orang sudah mendukung saya untuk melakukan operasi tersebut. Pihak asuransi sudah dihubungi dan sudah mengiyakan apabila saya mau reimburse biaya operasi ke dia.

Eh, kok saya malah ciut sendiri.

Bukan apa-apa. Saya takut sama bius total.

Bukan cuma saya takut nggak bangun lagi abis dibius total. Jangan-jangan saya malah bablas abis dibius sampai tidur. Langsung rest in peace? Amit-amit.

Bukan cuma saya takut kalau kejadian kaya di film “Awake”, dimana seseorang yang sudah dibius, tapi masih sadar sepanjang operasi. Amit-amit.

Atau saya takut melihat Britney Spears pada saat saya berada dalam perngaruh bius.

Tapi yang paling saya takuti dari bius total adalah karena saya tidak sadar apapun.

Saya benci menjadi orang yang tidak sadar. Meskipun saya sangat suka dengan “Alcohol Talk”, tapi ide mengenai ketidak sadaran total itu mengganggu. Saya tidak suka dengan ide bahwa saya tidak tahu apa saja yang mereka lakukan dengan tubuh saya selama saya tidak sadarkan diri. Saya tidak suka ide bahwa saya dipingsankan sementara mereka bekerja. Saya bahkan tidak tahu apabila terjadi sesuatu yang salah selama saya tidak sadarkan diri.

Saya mungkin kebanyakan nonton Grey’s Anatomy, tapi bagaimana kalau serial itu benar? Bagaimana kalau memang mungkin terjadi sesuatu yang salah, dan saya baru akan tahu setelah saya bangun dari ketidaksadaran?

Saya tidak suka menjadi tidak tahu apa-apa.

Dan bius total berarti menjadi tidak tahu apa-apa sementara semua orang lain di sekitar saya tahu dengan jelas apa yang terjadi.

Itu kenapa saya ciut.

Saya tidak ciut dengan rasa sakit. Saya membuat tato di badan saya dan menindik kuping saya dengan sukarela. Saya tidak takut dengan rasa sakit. Tapi saya ciut dengan ketidak sadaran. Sumpah.

Coba sekarang, apa yang harus saya lakukan?

Sementara hidung saya menjadi semakin parah kemarin ketika saya kembali ke Solo, saya malah kehilangan keberanian untuk menjalani operasi.

This is bad….

Advertisements

Comments are closed.