Something About Rock

Standard

I always have a ‘thing’ to Rock music.

Bukannya sengaja karena ga mau samaan sama si Onyed yang doyan Jazz, tapi kenyataanya dalam hidup pun saya dan si Onyed seperti Rock dan Jazz.  Meksipun pada suatu waktu kami berdua sama-sama suka Rod Steward karena dia “versatile” :D, kami masih berantem menentukan apakah dia Jazzy Rocker atau Rocky Jazzer. Anyway, mari kita tinggalkan si Onyed si sini, karena saya tidak mau membahas dia dan Jazz Music-nya.

Semuanya berawal waktu saya masih sangat kecil sekali… kira-kira ukurannya baru sekitar 120cm lebih sedikit, dan salah seorang kakak sepupu terdekat dengan saya memberikan satu kaset (iye!! pada jaman itu belom ngetren Audio CD apa lagi mp3), salah satunya lagu OASIS, Don’t Go Away.

Berhubung pada jaman dulu belom ada file hosting dan shareware macam torrent (ah, boro2! Internet aja baru jaman dial-up networking), saya tidak bisa search dan download lagu seenaknya seperti sekarang. Saya cuma bisa penasaran, makhluk macam apakah OASIS ini? (DAN JUGA PENASARAN KENAPA MEREKA HARUS BUBAR?!?!) Dan sejak hari itu, sejak cinta pendengaran pertama pada musik ini, saya mulai tekun mencari musik-musik serupa.

Saya membeli album kompilasi FRESH! dan FRESH! 2, di toko kaset. Ya saya tahu (pada akhirnya) kalau mereka dimasukkan dalam kategori Alternative, tapi saya dan musik rock punya sejarah yang panjang di kemudian hari.

Di mata saya, seseorang punya nilai plus kalau tahu tentang music rock. Mau dia cewe, cowo, banci atau bencong, mau dia anak kecil atau orang tua, mau dia bego atau jenius, tapi kalau dia ngerti something about music rock, apalagi bisa main music dengan genre rock… saya bisa… uhm… having butterfly in my stomach and probably fall in love (which for now is unlikely because I have already had si Onyed around). And yes, I could fall in love with a stupid bencong if he/she knows about rock music (just in case anybody asks…)

Music rock dulu adalah musik pengantar tidur buat saya. Seriously… saya tidur diiringi lagu Linkin Park saat SMA dulu. Music rock menggambarkan perasaan saya dengan banyak cara, anger, happiness, the longing of freedom (mostly)… bahkan buat saya music rock bisa saja romantis. Music rock membuat saya menjadi filosofis tanpa harus menjadi njelimet, berbeda dengan music jazz yang ‘keminter’ menurut saya.

Rock music touched my heart.

Beberapa bulan sebelom akhirnya OASIS memutuskan untuk bubar jalan, saya mimpi jadi tamu kehormatan di konser mereka. Pas mereka mau nyanyi “Half The World Away”, saya disorot spotlight dan ditarik ke panggung untuk nyanyi bareng sama mereka. Hebatnya saya sama sekali nggak fals, dan keliatan cakep banget di atas panggung… seriously.

Lalu ada si Dave (or David) Cook.

Dia dengan charmingly nya mengubah semua lagu menjadi lagu rock… Saya nangis gerung-gerung denger rock version-nya Always Be My Baby, yang semulanya dinyanyiin sama Mariah Carey. Sayangnya blog yang lama sudah hilang dibunuh google, so saya ga bisa menunjukkan buktinya saya sampai embed youtube di blog hanya untuk presenting lagu itu buat pembaca blog saya.

Rock music has somehow changed my life. This entry is dedicated to Rock 😀

ROCK ON!!

Advertisements

Comments are closed.