Power!!

Standard

“Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely” – Lord Acton

Beberapa tahun yang lalu di awal-awal masa perkuliahan saya, dosen Pengantar Ilmu Politik saya memberikan kalimat kutipan itu di salah satu kuliah yang menyenangkan. Kutipan tersebut merupakan salah satu kutipan favorit saya bahkan sampai saat ini, bukan cuma karena ada words play di dalamnya, namun juga karena kutipan ini bisa saya artikan dengan sangat-sangat-sangat luas.

Bahkan, kutipan ini mengingatkan saya pada sebuah kalimat terkenal salah satu superhero, “With great power comes great responsibility.” This is my gift, my curse. Who am I? I’m Spider-man”

Kalau menggunakan persamaan matematis yah…

Power = responsibility

Power = Corrupt

Kalau di Indonesia, negaraku tercinta ini, sepertinya cocok banget… The greater the power, the more corrupted the responsibility.

Di negara ini, saya takut punya power. Semua orang berasa punya power. Yang punya jabatan merasa berpower karena jabatannya. Yang ga punya jabatan merasa berpower asal punya uang. Yang ga punya uang dan ga punya jabatan merasa punya power karena menang di jumlah. Ujung-ujungnya, power itu disalah gunakan, karena sebenarnya mereka tidak layak diberikan power itu.

Yang jabatannya tinggi menekan yang jabatannya lebih rendah dengan powernya. Yang punya uang menekan yang miskin karena powernya. Yang jumlahnya mayoritas menekan yang minoritas karena powernya. Saya rasa, cuma spiderman mungkin yang pantas punya power. Bukan cuma karena dia merasa bahwa dengan powernya dia mestinya punya tanggung jawab lebih daripada yang lain, tapi karena dia merasa powernya adalah ‘kutukan’-nya. Dia tidak menerima powernya dengan sikap “take it for granted”, karena ada beban yang ‘numpang’ bersamaan dengan besarnya power itu.

Yap! Di negara ini saya takut punya power. Bukan cuma karena saya takut suatu hari saya bakal menyalah gunakan power saya, tapi lebih tepatnya karena takut orang-orang di sekitar sayalah yang ingin numpang berkuasa dengan power itu. Bukan rahasia lagi kalau di negara ini, orang-orang berpower selalu ‘digelayuti’ mereka yang ingin ikutan merasakan manisnya punya kuasa.

Bukan saya tidak tahu ada orang-orang semacam itu di sekitar saya. “omnya teman baik gue itu tentara lho”, atau “bapaknya teman sekelas gue anggota DPR” atau “Sepupunya kakak ipar gue ternyata orang dekatnya mafia itu lho”. Think about it, saya jadi takut di punya power. Di luar sana akan ada orang yang menyebut saya hanya untuk memanfaatkan sepercik power yang saya miliki.

Di salah satu forum yang katanya forum terbesar se-Indonesia, plat nomer dengan lambang polisi dijual bebas, beserta dengan kartu keanggotaan TNI. Buat apa? Di forum yang sama, orang-orang berjualan senjata LEGAL sekaligus dengan surat izinnya. Buat apa?

People are searching for power, because the temptation to violate the rule is too big here in this country. They pursue power because they WANT to abuse it. Mereka sengaja ingin punya power karena sengaja pengen menyalahgunakannya. That kind of power in this environment scares me so bad. Dan sekaligus, saya benci orang-orang yang abusing power itu just because they can.

Sedihnya adalah, dengan kesadaran sebanyak ini, saya pun masih suka abusing power yang saya miliki. *sigh*

Kamu juga… ya kan?

Advertisements

2 responses