DING!

Standard

DING!

HP saya berbunyi. Semenjak setahun lebih saya menggunakan Blackberry, baru akhir-akhir ini saya merasakan muak dengan HP tersebut. Bukan apa-apa. Blackberry Messenger yang dulunya membuat saya happy karena bisa berkontak dengan orang-orang tertentu sering-sering dan gratis, sekarang membuat saya kerepotan sendiri. Seperti misalnya pada saat saya sedang tidak ingin dikontak, dan…

DING!

Ketika saya sedang serius menulis blog atau main Age of Empire (lagi), tiba-tiba…

DING!

Tidak mungkin tidak saya lihat karena siapa tahu isinya penting tapi sayangnya, sering kali isinya tidak penting. Hanya basa-basi nanya kabar, kadang saya balas demi kesopanan, kadang saya biarkan saja. Masalahnya, ketika sudah saya baca dan tanda “D” berubah menjadi “R” dan tidak saya balas maka, “DING!” berubah menjadi…

DING! DING! DING! DING!

Tulisan pendek-pendek tanpa makna berturut-turut, membuatku ingin membanting HP itu sampai modar tak berfungsi lagi. Yang lebih memuakkan lagi, DING! DING! itu berubah menjadi PING!!!

Siapa yang bilang BB mau dihapuskan di Indonesia? Oh, ya… menteri yang itu. Silakan aja deh…

Kadang-kadang BBM bikin orang ga ngerti waktu. Orang-orang terlalu accessible.

Toh, kalau mau messengeran masi ada YM. Bisa dinyalakan kalau sedang rela diakses, bisa dimatikan kalau sedang tidak ingin diganggu sama sekali. Atau bisa appear offline kalau pingin ngecek-ngecek keadaan tapi ga mau diganggu siapa pun. Atau kalau lebih jadul sedikit ada MSN. Atau kalau ga punya semuanya, bisa e-mail. Atau SMS kalau belom punya e-mail.

DING!

Saya sudah mulai bisa memfilter Broadcast Messenger yang masuk ke BB saya. Ternyata tidak sulit, tinggal delete saja siapa pengirimnya. Dijamin, BB kita bersih dari broadcast tidak jelas.

DING!

Saya juga sudah diajari mematikan notification group. Silahkan ngomong sepegel jempolmu, saya tidak akan baca itu grup-grup yang saya masuki, sekali lagi, hanya dengan alasan kesopanan.

DING!

Akhirnya saya jadi serba salah juga. Dibalas makin panjang berentet, tidak dibalas yang disana makin maniak memberondong dengan pesan ga penting. “Woi!” “Byq” “haha” “hehe” “kok ga dibales?” “Udah tidur ya?”

Gimana kalau saya beneran sudah tidur? Tidak tahukan bahwa DING! DING! itu benar-benar mengganggu?

IT IS an instant messenger but don’t expect people to just reply it instantly. APALAGI, kalau orang tersebut memasang lambang BUSY di depan statusnya. WOI! STATUS dibuat ada maksudnya. Bukan sebagai tempat curcol singkat (you can use twitter for that), tapi buat ngasih tahu “I AM BUSY”.

DING!

DING!

DING! DING! DING! DING! DING!

Aaarrgh! *lempar HP* Shut up! Saya lagi ga mood ngeladenin pembicaraan ga penting!

Advertisements

4 responses