Kenapa Bybyq?

Standard

Untuk kesekian kalinya dalam hidup saya ditanya tentang apa itu Bybyq, kenapa Bybyq, kenapa jadi SUPERBYQ atau apa itu BYQ dan segala sesuatu yang saya hubung-hubungkan dengan Byq. Sejarah kenapa nama Bybyq itu terbentuk sebenarnya tidak speenting apa yang diwakilkan oleh Bybyq itu sendiri. Dalam perjalanan hidup saya, saya sudah berulang kali membuat nama alias yang mewakili saya.

Pas saya masih alay dulu (oh ya… ternyata saya kok pernah alay), saya punya nama alias yang menunjukkan kalau saya pernah alay. Pas saya masih aktif main game dan internetan buat cari duit, orang-orang mengenal saya dengan Klaudine. Sekarang saya dikenal dengan Bybyq, dan saya merasa tidak ada yang salah dengan saya me-Rebrand diri saya sendiri. Saya kan anak IMC, saya bisa dong membuat personal re-branding dengan membuat nama alias yang baru.

Lalu kenapa nama yang dipilih itu Bybyq?

Saya tidak mau menjelaskan. Tapi akuilah, nama Bybyq kan catchy dan mudah diingat. Apalagi “byq” dapat dengan mudah diasosiasikan dengan banyak hal. Dan tidak perlu repot menjelaskan apa artinya Bybyq karena tidak perlu ada artinya, kan?

Ga percaya kalau mau bikin brand ga perlu cari arti namanya dulu? Gih buka wikipedia… atau saya copy-in bagian yang penting aja nih…

Types of brand names

Brand names come in many styles.[7] A few include:
Acronym: A name made of initials such as UPS or IBM
Descriptive: Names that describe a product benefit or function like Whole Foods or Airbus
Alliteration and rhyme: Names that are fun to say and stick in the mind like Reese’s Pieces or Dunkin’ Donuts
Evocative: Names that evoke a relevant vivid image like Amazon or Crest
Neologisms: Completely made-up words like Wii or Kodak
Foreign word: Adoption of a word from another language like Volvo or Samsung
Founders’ names: Using the names of real people,and founder’s name like Hewlett-Packard or Disney
Geography: Many brands are named for regions and landmarks like Cisco and Fuji Film
Personification: Many brands take their names from myth like Nike or from the minds of ad execs like Betty Crocker

The act of associating a product or service with a brand has become part of pop culture. Most products have some kind of brand identity, from common table salt to designer jeans. A brandnomer is a brand name that has colloquially become a generic term for a product or service, such as Band-Aid orKleenex, which are often used to describe any brand of adhesive bandage or any brand of facial tissue respectively.

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Brand

Udah? Puas?

Itu, baca! Neologisms. Nama Bybyq hanyalah completely made up words, seperti Wii atau Kodak. Jadi ga usah ditanya artinya atau dibuka di kamus untuk cari tahu apa maksudnya, karena memang ga ada.

Ngomong-ngomong soal brand, kalau nama alias gitu saya bisa daftarkan di kantor hak paten ga ya?

Advertisements

2 responses

  1. Mas atau mbak. Forex itu pake analisa, bukan gbmilang. analisa dapat diambil dari berita-berita yang muncul dari negara pemilik mata uang, Sebelum jual beli forex makanya baca berita dulu. Jangan asal jual/beli aja. Makin banyak baca berita, anda semakin paham ekonomi suatu negara, yang nantinya bakal menjadi acuan dalam bertrading. Orang yang pintar adalah orang yang banyak membaca, sedangkan yang tidak pernah membaca dialah orang yang paling dekat dengan kebodohan, orang yang bodoh akan selalu merugi.Manfaat trading orang cerdas bukan hanya untuk mendapat profit, tapi juga dapat membuka wawasan, karna trader yang cerdas adalah trader yang mau membaca berita ekonomi, politik, dan lain sebagainya.Apakah Trading forex itu pekerjaan yang mudah? jawabannya TIDAK, orang yang trading forex harus mau mencari informasi, menghitung (analisa teknikal). Dulu nilai Matematika dan Sosial anda waktu sekolah dapet berapa? Trading Forex sama hal-nya dengan kita belajar matematika dan ilmu sosial. ITU TIDAKLAH MUDAH

    Like

    • Saya ga suka nyombong, soalnya saya ga narsis. Bener deh. Tapi mumpung ditanya yah… Jujur aja nilai matematika saya dulu pas sekolah biasanya paling jelek di rapor saya. Ga pernah lebih dari 8, biasanya cuman 7. Nilai ekonomi, sosiologi, geografi dan sejarah biasanya 8, kadang2 9. Dulu ga ada nilai 10 di rapor sih, jadi nilai 9 udah mentok. Ga ada antropologi, soalnya dulu saya anak IPA. Tapi tenang aja dulu IPK saya untuk mendapat gelar S.Sos 3.45 (bener ga K?) Jadi nilai sosial saya anggep aja nyaris cum laude. Oh dan saya baru saja menamatkan s2 saya, just in case you want to know.
      Dan saya tidak melihat relevansi komen anda, dengan postingan saya. Dan jujur saja saya tidak ingat ngomongin forex di blog saya (provide me with the link if I did). Seingat saya, saya menggunakan forex sebagai analogi buat ocehan saya di blog ini, bukan membahas tentang forex betulan. Dan kalau itu yang anda ributkan kali ini saya tidak yakin anda membaca sebaik yang anda koarkan dalam komentar anda. Dan kalo anda tidak memahami “sarkasme”, “analogi”, dan “satir”, nilai bahasa indonesia dan bahasa inggris and dulu di sekolah berapa sih?
      Saya tidak menghapus komentar anda demi kebebasan berpendapat. Meskipun saya berhak karena saya merasa anda ini cuma flame for fame. Atau malah spam, dengan sengaja mistype kata “gambling” biar ga kena filter?
      Ga ada yg bilang forex itu gampang. Beberapa teman saya cari duit di forex juga kok, referensi tentang forex juga saya dapatkan dari mereka.

      Like