A Dad’s Story

Standard

Hari ini Papa saya berulang tahun.

Sebelum saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Papa, saya akan menceritakan sedikit tentangnya, meskipun sulit untuk melakukannya, karena Papa adalah banyak hal untuk saya.

Papa adalah orang yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan dua atau tiga paragraf. Mugkin saya akan bisa membuat satu buku khusus untuk menceritakan tentang dirinya. Tapi setidaknya saya bisa memulai dari sebuah entry mengenai Papa, dan perannya untuk saya. Siapa tahu ini adalah prolog yang bagus kalau saya mau menulis sebuah biografi tentang Papa saya.

Mula-mula, Papa saya adalah seorang ayah. Secara biologis, maksud saya. Meskipun kebanyakan cerita selalu membesarkan peran ibu dalam proses kelahiran, namun tanpa peran pendukung yang baik, maka tidak akan ada seorang anak yang lahir. Jadi, itulah peran pertama Papa saya, yang sudah dilakukannya sebelum saya lahir. Kalau tidak ada Papa saya, maka saya yakin, tidak akan pernah ada saya.

Papa saya adalah seorang bapak. Secara psikologis, tentunya. Dengan sifatnya yang kebapakan, dan perannya yang kebapakan dalam hidup saya tentunya. Dia menjadi bapak yang selalu berusaha melindungi saya dari hal-hal berbahaya, dan juga selalu berusaha mencegah saya dari melakukan hal-hal bodoh yang mungkin menurutnya akan saya sesali nantinya. Yah, mungkin dia benar, mungkin dia tidak benar, tapi itulah insting bapaknya, dan saya seharusnya senang dengan itu.

Papa saya adalah guru. Guru yang paling baik adalah pengalaman, dan guru yang tidak pernah marah adalah buku. Papa saya bukan guru yang paling baik maupun tidak pernah marah, tapi Papa akan bersedia membelikan berapapun banyak buku yang saya inginkan dan juga selalu mau membagi pengalamannya sebanyak yang dia miliki. Papa saya akan bersedia mencarikan sebanyak apapun guru yang saya butuhkan agar saya memiliki apa yang tidak saya miliki.

Bagi sebagian besar orang, menganggap papa mereka sebagai pohon uang? Papa saya adalah petani yang baik. Dia mengajari saya memilih bibit, menanam dan membuat saya memiliki pohon uang sendiri. Dia memberikan saya pengetahuan untuk itu, dan mengajari saya mengembang biakkan pohon uang sendiri. Katanya, itu adalah warisan yang tidak akan pernah habis saya nikmati nanti di kemudian hari.

Papa saya adalah seorang pencerita. Pada saat saya masih kecil dia akan menceritakan saya dengan dongeng yang menarik tentang banyak versi khayalannya sendiri mengenai si kancil. Setelah saya lebih dewasa dia menceritakan tentang kisah hidupnya, kisah hidup orang-orang yang dikenalnya, juga kisah-kisah tentang tiga kerajaan. Papa saya rupanya juga seorang sejarawan. Papa saya yang mengajarkan saya betapa indahnya kebudayaan yang kami miliki, betapa penting dan menariknya sejarah untuk dipelajari. Papa saya juga mengajarkan kami untuk terus menjadi kreatif dan inovatif.

Papa saya adalah satu orang dengan banyak hal mengenai dirinya. Kadang kala terlalu banyak, sehingga tidak mudah bagi banyak orang untuk benar-benar mengenalnya secara dekat. Saya tidak terlalu tahu kepada siapa Papa saya bisa curhat dengan orang di sekitarnya.

Hari ini Papa saya berulang tahun. Saya berharap semoga Papa saya selalu sehat dan hidup bahagia. Meskipun saya menyebalkan dan suka membuatnya banyak pikiran, saya harap dia tidak terlalu pusing memikirkan anaknya yang satu ini.

Selamat Ulang Tahun, Papa 🙂

Advertisements

2 responses

  1. wah…. face off nihhh? jadi pink? Tapi OK kok.
    saya juga baru merayakan hari ulang tahun ke 13 papa saya….. Lho kok? iya, maksud nya hari kepergian nya.

    selamat hari jadi papa for both of us! Glad to have a good father 🙂

    Like

    • Makasih Soe… iya nih ganti layout.

      Oh… I am so sorry 😦 tapi, iyah… selamat hari jadi untuk kedua Papa 🙂 I am sure you had a very good father as well 🙂

      Like