Drama Junkie (1)

Standard

Saya bukan orang yang suka dengan email-email forward-an yang ga penting, apalagi kalau dikirimkan via bbm dan semacamnya melalui broadcast. Apalagi kalau ceritanya menggurui dan berkesan kaya sedang baca buku self-help, jenis buku pertama yang akan saya sumbangkan kalau lagi ada acara sumbang-menyumbang buku. Tapi apa yang saya alami hari ini membuat saya teringat dengan sebuah cerita yang pernah saya baca di salah satu email yang diforward para self-help Junkie itu, dan saya pun segera mencari email tersebut untuk saya copy-paste di sini.

Hitung-hitung saya lagi nambah-nambahin postingan karena bulan ini saya sedang seret inspirasi, marilah kita baca ulang cerita yang saya temukan versi lengkapnya melalui bantuan Sang Mahaguru Google.

Bagaimana prinsip 90/10 itu?
– 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
– 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.

Contohnya:
– Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan.
– Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda
– Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda.

Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
Tetapi beda dengan 90% lainnya.. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya? Dari cara reaksi anda!!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.

Marilah kita lihat contoh dibawah ini:
Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda.
Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor.
Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda:
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda.
Anak anda akhirnya menangis.
Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut.
Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju.
Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya.

Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
Istri anda harus secepatnya pergi kerja.
Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah.
Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,-
karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah.
Anak anda
secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.

Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas
anda tertinggal di rumah.

Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk.
Jika diteruskan maka akan semakin buruk.
Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.

Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.

Mengapa? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa anda mengalami hari yang buruk?
A. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi?
B. Apakah penyebabnya karena anak anda?
C. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas?
D. Apakah anda penyebabnya?

Jawabannya adalah D yaitu penyebabnya adalah anda sendiri!!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi.
Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.

Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda.
Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : “Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.” Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar.
Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda.
Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : “Sampai jumpa makan malam nanti.”

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda.
Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan
kondisi berbeda.

Mengapa?

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi!

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi.
Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10:
Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing.
Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas.
Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor?
Apakah anda akan marah?
Memukul stir mobil?
Memaki-maki?
Apakah tekanan darah anda akan naik cepat?
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik?
Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda?
Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain:
– Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang
karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

– Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada
petugas tiket di bandara? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku
yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya
sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

 

Advertisements

Comments are closed.