The Settler and The Reacher

Standard

Menurut Ted dan Robin (#HIMYM), dalam kebanyakan romantic relationship, ada pihak yang berperan sebagai The Settler, dan ada pihak yang berperan sebagai The Reacher. The Reacher adalah mereka yang “berjuang” untuk mendapatkan The Settler, dan bahkan saat dalam hubungannya pun masih terus “berjuang” karena harus selalu menyetarakan diri dengan The Settler. Sedangkan The Settler, sebaliknya adalah yang tidak terlalu berusaha dan “settling down” bersama dengan The Reacher yang bagi orang-orang lain di luar hubungan tersebut terlihat seperti berada di level yang lebih rendah.

Saya rasa teori ini menjelaskan kenapa saya sering melihat dan mungkin juga berkomentar saat melihat pasangan-pasangan yang suka berkeliaran di Mall. Saya rasa bukan hanya saya, tapi banyak orang sering ngomongin pasangan lain yang terlihat “kurang setara”. Misalnya: cowonya ganteng banget cewenya udah kaya boneka dakocan, atau cewenya fashionable banget cowonya udah kaya babunya jalan di sampingnya sambil bawain belanjaannya, dan masih banyak contoh-contoh lain yang serupa.

Setelah menonton acara ini, saya sempat berpikir, apakah saya the Settler atau the Reacher dalam hubungan saya ini. Lalu, kalau saya menjadi the Reacher, maka apakah posisi saya lebih tinggi daripada pasangan saya yang berarti menjadi the Settler? Atau sebaliknya, kalau saya menjadi the Settler apakan saya mempunyai posisi lebih tinggi atau lebih menguntungkan daripada pasangan saya yang the Reacher? Lalu, kalau sudah dibagi the Settler dan the Reacher-nya, apakah Settler boleh berbuat seenaknya kepada the Reacher?

Bukan sekali dua kali saya mendengar bahwa seseorang yang menyadari betul posisinya sebagai the Settler benar-benar memanfaatkan posisinya tersebut untuk menindas pasangannya. Sering para Reacher ini pada curcol kepada saya mengenai lemahnya posisi mereka karena mereka selalu berpikir bahwa the Settler adalah the only best thing they could get, tanpa pernah berpikir bahwa di hubungan lain mereka bisa saja berubah posisi menjadi the Settler.

Menurut saya, meskipun teori the Settler dan the Reacher itu relevan, tapi teori itu hanya sampai sebatas pada pembedaan sikap orang-orang yang terlibat dalam sebuah hubungan itu pada hubungan mereka. Dalam teori ini seolah-olah the Settler adalah pihak yang berkuasa dan boleh seenaknya sedangkan the Reacher adalah mereka yang memohon belas kasihan dan boleh diperlakukan semaunya. Sedangkan, intinya adalah The Settler merasa hubungan itu sudah cukup dan dia tidak perlu berusaha lebih, sedangkan the Reacher merasa selalu ada yang bisa dilakukan untuk membuat dirinya lebih baik, dan bukan membuat berbedaan level antara kedua pihak itu. The Settler tidak lebih baik daripada the Reacher, dan seandainya kedua pihak mengerti itu, maka the Settler tidak akan berlaku seenaknya kepada the Reacher dan the Reacher tidak perlu sampai curhat ke saya mengenai perilaku pasangan mereka, bukan?

Advertisements

Comments are closed.