Primer Itu…

Standard

Sudah lama saya ingin sekali membeli primer. Ada yang tahu primer?

Primer itu adalah lapisan yang digunakan sebelum memakai foundation dan/atau bedak sebagai dasar supaya make up yang digunakan bisa menempel lebih lama. Katanya dengan menggunakan primer yang baik, riasan tidak perlu terlalu sering di-touch up, karena menempel dengan lebih sempurna pada lapisan kulit. Jadi, setelah beberapa bulan yang lalu bereksperimen dengan tutorial make up di Youtube, saya kepingin punya primer.

Tapi, karena saya suka menunda-nunda, akhirnya saya ga beli-beli tuh benda. Yang ada, saya membeli benda-benda yang lain. Bukannya primer, malah saya membeli bb cream, sun block, bedak, night cream, serum…. dan sabun wajah yang sebenernya saya masih punya. Saya beli beberapa kuas make up, yang kebanyakan tidak saya pakai karena saya tidak tahu abgaimana menggunakannya. Dan primer, yang sudah lama saya inginkan, tidak segera saya beli.

Lalu, kemarin saya membelinya.

Akhirnya.

Saya datang ke salah satu counter kosmetik di salah satu department store di mal dekat tempat tinggal saya, dan bertanya kepada penjaga counter tersebut. Lebih tepatnya, saya menyuruh Si Onyed bertanya kepada penjaga counternya, karena saya sudah feeling si penjaga counter ini agak oon (jangan tanya saya tahu dari mana, karena saya benar-benar judge the book by its cover).

Si Onyed: “Mbak ada primer ga?” *ragu-ragu*

Sebenernya lucu juga sih lihat Si Onyed nanyain ke penjaga counter kosmetik tentang benda-benda yang bahkan terdengar asing di telinganya sendiri. Walaupun menurut saya sangat wajar kalau si Onyed tidak mengerti mengenai produk-produk kosmetik tersebut karena Si Onyed tidak pernah menggunakannya. Tapi, yang lebih lucu lagi adalah, ketika si Penjaga Counter memandang kami dengan tatapan penuh kebingungan lalu malah bertanya balik.

Si Penjaga Counter: “Primer itu apa ya?”

(and this is the hilarious part)

Si Onyed: “Saya juga ga tau, Mbak…”

Lalu mereka berdua ngeliatin saya dengan tatapan bertanya, “WHAT THE HELL IS PRIMER?”

BYQ: “Itu lho, mbak, make up base…”

Si Penjaga Counter: “Brand nya Primer, gitu?”

Pikiran yang muncul pertama saat mendengar si Penjaga Counter ngomong begitu adalah langsung pergi dari sana, karena saya yakin bahwa dia pasti tidak akan mengerti benda apa yang saya bicarakan. Dia bahkan mengira primer itu adalah merek produk kosmetik. Yang benar saja. Tapi kemudian saya malah jadi berpikir, jangan-jangan semua penjaga counter kosmetik di sini ga ada yang tahu apa itu primer. Saya bisa kelimpungan kalau harus terus menerus menjelaskan kepada mereka satu persatu.

Kami pun menuju ke counter brand lain, dan kali ini saya yang maju bertanya, karena saya nggak tega kalau harus menyuruh si Onyed mengulangi pembicaraan seperti tadi. Untungnya, kali ini penjaga counternya tidak seperti yang tadi (lagi-lagi saya hanya judge her by how she looked).

BYQ: “Mbak… ada primer?” *ragu-ragu juga, jangan-jangan dia juga ga tau soal primer*

Penjaga Counter Lain: “Oh, ada! Tinggal ada satu…”

Nah kan! Ini baru penjaga counter kosmetik beneran.

Bayangkan saja, penjaga counter kosmetik tidak tahu tentang hal-hal mendasar semacam itu? Pasti dia penjaga counter kosmetik gadungan! Coba kalau semua penjaga counter kosmetik seperti itu, saya tidak akan pernah membeli primer, bukan?

Advertisements

4 responses

    • Ah! aku baru tahu maksudnya komen kamu setelah baca kalimat itu seratus kali. Makasih sudah komen yah… Selamat akhirnya “ckrg dah thu”

      Like