Harusnya Besok, Byq!

Standard

Waktu SMA dulu saya dikenal sebagai orang yang tidak pernah melewatkan hari ulang tahun siapapun teman saya. Meskipun mungkin si pemilik hari raya tidak menggelar makan-makan untuk ulang tahunnya, atau dia bikin party tapi saya nggak diundang, saya tidak akan lupa mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Saya juga tidak pernah lupa siapa ulang tahun kapan meskipun saya tidak pernah menggunakan buku agenda yang membantu saya mengingat-ingat. Tapi sekarang, mungkin karena saya sudah tua dan ingatan saya mulai nggak sekuat dulu, atau sekarang saya sudah mulai menjadi lebih cuek daripada saya yang dulu, saya sudah tidak terlalu ingat lagi.

Boro-boro ulang tahun teman saya satu persatu saya ingetin tanggalnya, bahkan kadang-kadang anniversary saya sendiri saja sering terlupakan, sampai si Onyed mengingatkan saya dan saya dengan malu-malu mengakui kalau saya lupa. Meskipun seringnya, saya memaksa si Onyed mengakui bahwa saya ingat tapi belum sempat mengucapkan happy anniversary saja. Tapi, harus saya akui, bahwa kecuekan saya itu tidak terlalu baik, karena setelah saya pikir-pikir, meskipun saya tidak terlalu dekat dengan semua teman-teman saya lagi, mengucapkan selamat ulang tahun mungkin adalah salah satu cara saya bisa menjalin tali silaturahmi agar tidak putus.

Dan, saya pun memutuskan, mulai tahun ini… mulai bulan ini lebih tepatnya, saya akan mencoba untuk mulai mengontak teman-teman saya yang berulang tahun supaya saya tidak putus hubungan dengan mereka. Memang tidak mudah, mengingat saya sudah tidak punya nomer HP kebanyakan di antaranya, dan saya jarang aktif di facebook selain untuk main game. Tapi, beberapa hari yang lalu, saya ingat bahwa seorang teman saya berulang tahun!

Tepat jam 12 malam saya mengiriminya ucapan selamat ulang tahun melalui BB messenger, dan disambut dengan jawaban bingung dari partner bicara saya. Saya jadi ikutan bingung kenapa yang di sana menjawab saya seolah-olah saya tidak berbicara dalam bahasa Indonesia yang normal. Tapi saya tetap bertahan sampai akhirnya teman saya itu bilang…

“Actually, it’s tomorrow. But thanks, really.”

Ung.

Awkward moment.

Baiklah.

Ada enam orang yang saya kenal berulang tahun bulan ini, sebagian sudah terlewat dan saya tidak mau pusing memikirkan seandainya saya bisa mengulang waktu, dan satu ulang tahun kemarin terlalu cepat untuk diucapkan. Jadi, seandainya saya salah menempatkan nama orang di tanggal, di agenda yang ada di kepala saya, tentu saja itu hanyalah kesalahan manusiawi bukan? Bukan? Bukan!

It’s a rookie mistake!!

Yang benar saja! Saya mengenal orang ini selama hampir sepuluh tahun dan saya mengetahui tanggal ulang tahunnya. Dan saya masih salah tanggal? Pasti ada masalah pada otak saya, karena tidak mungkin saya menjadi setolol itu hanya dengan beberapa tahun di kota yang penuh kemacetan ini. Oh! Atau polusi di Jakarta sudah membuat otak saya berlubang-lubang dan mengalami sakit ingatan? Ada orang yang tahu di mana saya bisa mengecek keadaan kepala saya?

Setelah berhasil melewati awkward moment hari itu, saya pun berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Mencoba memaafkan diri sendiri dan move on with the life. Ya kan? Itu yang seharusnya dilakukan oleh manusia pada umumnya. Dan, tahu apa yang saya lakukan keesokan harinya?

Oh.

Saya lupa mengucapkan selamat ulang tahun lagi.

Damn!

Advertisements

2 responses

  1. Eh, katanya nih ya… ngucapin ultah sebelum masuk harinya, means before 0.00 on that anniversary day, hukumnya pamali lho… katanya bisa bikin sial buat yang diucapin itu lho… Dah minta maaf kaaaan….

    Like