Ignorance Is A Bliss?

Standard

Saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa ignorance is a bliss. Maksudnya mungkin bahwa orang yang tidak tahu adalah orang yang paling bahagia. Saya juga pernah mendengar ungkapan yang sama di beberapa buku pengembangan diri dan pepatah-pepatah kuno. Saya mengerti maksud mereka mengatakan hal semacam itu, teman saya semasa kuliah dulu pernah mengungkapkan perasaanya mengenai ignorance is a bliss ini.

Katanya kalau tidak tahu, orang tidak akan berpikir yang jelek-jelek. Orang bodoh akan merasa lebih bahagia karena tidak tahu apa yang tidak dimilikinya, dan tidak tahu kesempatan apa yang dilewatkannya. Persis seperti cerita dalam dongeng Hans in Luck yang tetep aja merassa beruntung meskipun dia kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Mereka yang tidak tahu apa-apa ini merasa begitu beruntung kehilangan sesuatu dan digantikan dengan sesuatu yang tidak sepadan.

Tapi, orang yang bodoh dan tidak tahu itu bagi saya menyebalkan.

Beberapa dari kalian mungkin pernah nonton Glee. Setelah beberapa episode season ke dua, mulai kelihatan bahwa bagaimana cara orang-orang memandang Glee Club, sebagai klub orang-orang aneh dipengaruhi dengan kebodohan mereka. Mereka tidak tahu apa yang dilakukan orang-orang dalam Glee Club, dan membenci klub ini karena mereka tidak tahu apa-apa. Buktinya ketika Glee Club tampil, toh mereka enjoy juga dengan performance nya.

Sama seperti film kartun Disney, Tarzan. Para gorilla itu tidak menyukai Tarzan pada awalnya bukan hanya karena Tarzan itu manusia, tapi lebih tepatnya karena mereka tidak tahu Tarzan itu akan menjadi seperti apa. Bahkan dalam OST -nya yang sangat terkenal itu, Phil Collins mengatakan, “They just don’t trust what they can’t explain”.

See? It’s all about ignorance.

Di luar sana saya sering mendengar tanggapan-tanggapan dan ungkapan-ungkapan rasis yang dilontarkan beberapa orang yang saya kenal. Tapi kalau saya telusur lebih jauh saya hanya melihat ketidak tahuan. Saya hanya melihat ignorance. Dan mereka yang ignorant memang senang-senang saja melaluinya, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Tapi, bagaimana dengan mereka yang menyaksikan ignorance itu? Meskipun tidak ditujukan langsung kepada saya atau kaum saya, tapi saya tetap saja merasa kesal dan panas mendengarnya. Lebih tepatnya, tidak ada satupun kata-kata dari kalimat bernada rasis itu enak untuk didengar, apalagi diucapkan dengan tone kebencian. Saya yakin mereka yang tahu akan merasa sama dengan saya, tidak nyaman dan tidak suka mendengarnya.

Ignorance is a bliss. Kata mereka.

Beberapa tahun lalu saya juga pernah mengungkapkan hal yang sama di sebuah forum luar negeri, dan membuka diskusi mengenai itu. Tapi banyak dari mereka sudah tidak setuju mengenai ungkapan ini dan memberitahukan saya alasannya:

Ignorance is a bliss for the one who is ignorant. Those who know would see those ignorants pathetic for being happy by not knowing what they missed. It is sad and even annoying for some people for people around you. You feel that ignorance is a bliss for you? That’s okay, but for me, ignorance is only a bliss for people who are ignorant.

BTW. Do you know that ignorant means stupid?

Advertisements