[JUAL] Bayi Lucu dan Sehat

Standard

Beberapa hari ribut-ribut soal pasangan suami isteri yang ditangkap karena diduga menjual bayinya kepada pasangan lainnya. Saat ditangkap pasangan ini mengatakan bahwa mereka tidak mencari keuntungan dengan menjual bayinya, sedangkan menyerahkan bayinya kepada orang lain yang mau mengurus anaknya, karena mereka sendiri terlalu miskin untuk bisa menghidupi anak mereka. Entah saya harus tertawa atau sedih mendengar pernyataan ini, dan seketika saya jadi ingat dengan sebuah entry yang pernah saya posting sebelomnya.

Pada waktu itu, saya membuat tulisan mengenai Pro Life atau Pro Choice. Menurut saya, meskipun tidak dianjurkan tapi setiap perempuan berhak menentukan apakah dia ingin meneruskan kehamilannya, atau menggugurkannya. Apa jadinya kalau anak dilahirkan lalu ditelantarkan seperti banyak kasus yang terjadi atau malah dibesarkan di keluarga yang secara finansial tidak mampu merawatnya. Salah satu tetangga blog saya meskipun Pro Life, mengatakan bahwa jangan sampai dia yang tidak hati-hati dalam soal anak beranak, malah anaknya yang kena getahnya.

Saya ¬†tidak mengerti kenapa ‘menjual’ anak menjadi salah, apalagi kalau pihak keluarganya menyatakan bahwa dia tidak sanggup memelihara anak tersebut. Apakah lebih baik anaknya dibesarkan di keluarga sangat miskin sehingga suatu hari kena penyakit karena kekurangan gizi dan lalu tidak sanggup sekolah? Presenter berita ini berkomentar bahwa, “apakah tidak sebaiknya diberikan kepada keluarga terdekat, daripada ‘dijual’ kepada orang asing?”

Ah! Kalau ada keluarga kaya yang bisa menghidupi itu anak, buat apa repot-repot menempuh proses memberikan anak untuk adopsi? Kalau seandainya dia minta ‘ganti rugi’ atau kalau menurut berita tersebut adalah ‘bayaran’ untuk transaksi ‘jual-beli’ anak itu, maka menurut saya sah-sah saja, toh pihak yang mengadopsi juga sedang kepingin punya anak kan? Simbiosis mutualisme lah! Wajar banget!

Oh, dan BTW, tidak perlu repot-repot bertanya pada saya apakah saya punya anak yang mau saya jual. Saya tidak jualan anak dan mungkin tidak akan pernah punya niat ke sana. Bagaimana pun, menurut saya manusia bukanlah komoditi perdagangan, apalagi dilakukan tanpa keinginan komoditi itu sendiri. Kalau mau jual diri silakan saja, asal jangan jual orang lain. Ya kan?

Advertisements

Comments are closed.