Mengeluh Time

Standard

Yap! Sudah waktunya saya mengeluh. Setelah sekian lama saya nggak bisa posting dari komputer, dan harus menguatkan jempol saya (lagi) karena internet yang nggak beres-beres itu, akhirnya saya bisa online lagi di komputer. Dan, tentu saja, yang pertama kali saya lakukan untuk merayakan kembali normalnya internet saya, ya dengan mengeluh ini.

Beberapa bulan yang lalu, lebih tepatnya di awal-awal saya menulis di blog ini, saya sangat sering mengeluh mengenai betapa leletnya kecepatan internet saya, tapi saya tidak menyangka akhir-akhir ini bahkan saya tidak bisa membuka blog saya sendiri. Alhasil, keinginan saya untuk membuat tampilan blog saya menjadi baru pun tertunda sampai hari ini. Nggak apa-apa sih, bukan sesuatu yang penting banget, tapi yang membuat kesal adalah, saya jadi susah posting saja.

Untungnya si Onyed datang ke rumah saya hari ini.

Bukannya si Onyed bersusah payah membetulkan jaringan internet di sini, tapi… saya pernah cerita nggak sih kalau si Onyed punya chemistry yang aneh dengan segala sesuatu yang bersifat elektronik? Nggak pernah ya? Kayaknya memang ga pernah deh…

Jadi… Si Onyed itu memang punya chemistry yang aneh dengan segala sesuatu yang berbau elektronik (dejavu?). Segala sesuatu yang sifatnya elektronik akan jadi beres kalau dia yang pegang. Dari laptop, handphone, DVD player, TV, segala macam gadget dari mp3 player sampe GPS, dan segala jenis benda elektronik lainnya. Saya tidak tahu kenapa, tapi sepertinya dia memang tertakdir untuk menjadi seorang montir peralatan elektronik. Sayangnya dulu dia males sekolah jadi dia nggak pernah masuk ke jurusan teknik elektro untuk mengembangkan bakatnya itu.

Pernah suatu ketika geblekberi saya nggak bisa dipakai selama beberapa hari karena nggak pernah dapat jaringan. Saya mati-nyala-mati-nyalain lagi, seperti yang biasa sukses untuk memecahkan masalah jaringan ngadat, tapi tidak kunjung berhasil juga. Si Onyed memegang geblekberi itu sebentar, mematikannya, dan menyalakannya lagi sama seperti yang saya lakukan dan hasilnya… sigeblekberi itu menyala lagi. Aneh?

Lebih aneh lagi… saya sedang mendownload software untuk geblekberi saya. Tiga atau empat kali saya lakukan dengan jaringan 3G yang mestinya paling lancar jaya, tapi tidak sukses juga. Saat sigeblekberi itu saya berikan kepada si Onyed, jaringan 3G berubah jadi EDGE, saya pikir kekuatan electromagic si Onyed sudah habis pada saat itu. Dengan tenangnya si Onyed melakukan proses mendownload seperti yang saya lakukan, persis nggak ada bedanya (lha wong dia mentor saya kok!). Bedanya hanya satu: di saat saya dengan jaringan 3G selalu gagal download, si Onyed dengan EDGE sukses hanya dengan satu kali percobaan.

Dan hari ini pun begitu… Dengan kekuatan electromagicnya, si Onyed bahkan ga perlu menyentuh laptop saya. Tiba-tiba aja, jaringan internet dari modem colok saya yang biasanya menunjukkan indikator lemot, tiba-tiba kedip-kedip dengan ceria, menunjukkan internetnya lagi lancar jaya.

Saya sempat berpikir kalau dalam diri si Onyed ini ada semacam daya listrik yang membuat benda-benda elektronik jadi bersahabat dengan dirinya. Pantas saja kalau sedang jalan-jalan di mall dengan si Onyed, saya sering kesetrum pas gandengan. Mungkin ga sih?

Yah… Intinya, meksipun saya melewatkan entry untuk hari kartini (nggak papa, saya bikin postingan panjang tentang Kartini, satu tahun lalu), saya masih bisa online saat ini dan mengganti background blog saya dengan karya si Onyed. Haha!

Advertisements

2 responses

  1. Seperti kata peribahasa, di dalam tubuh Onyed yang sehat, terdapat daya listrik yang kuat. Atau jangan-jangan dia adalah reinkarnasi dari Thor atau Zeus?

    Like