Sekilas Update

Standard

Kemana Bybyq menghilang selama 3 hari?

Setelah long weekend itu saya tiba-tiba tidak bernafsu untuk posting. Menurut saya itu adalah tindakan yang cukup bijaksana selain karena saya tidak ingin membuat postingan-postingan jayus, saya juga tidak ingin membuat saya mengatakan sesuatu yang tidak enak didengar ataupun dibaca. Pertama, karena saya sedang merasa kesal dengan sesuatu yang terjadi di blog ini, yang kedua karena saya memang tidak ada ide untuk menulis apapun.

Saya disibukkan dengan banyak kegiatan tidak penting. Saya latihan masak memasak, yang ternyata kata si Onyed (yang menjadi kelinci percobaan saya) tidak jelek juga. Saya juga latihan dandan, yang entah karena si Onyed takut saya ngambek atau memang dia jujur, dikatakannya tidak nampak aneh di muka saya. Saya juga berhasil hidup teratur dengan tidur menjelang tengah malam dan bangun saat matahari belom terlalu tinggi. Hebat?

Satu masalahnya.

Tidak menulis membuat saya menjadi cerewet, dan si Onyed menjadi korbannya. Mungkin sebenarnya hal-hal yang saya ingin katakan kepada si Onyed itu adalah apa yang ingin saya tulis, hanya saja saya mungkin terlalu malas untuk merangkai kata-katanya dalam tulisan. Saya membuat si Onyed bosan dengan ceramah saya yang panjang lebar dan obsesi saya tentang sejarah dan budaya yang akhir-akhir ini menjadi agak terlalu berlebihan.

Akhirnya saya dan si Onyed menghabiskan beberapa hari terakhir itu dengan berjalan-jalan nongkrong dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebenarnya kegiatan yang sama di banyak tempat berbeda, yaitu kami mengoceh, dan tibalah saatnya saya merasa saya kangen menulis.

Salah satu alasan saya kenapa saya sempat ngambek menulis adalah karena si Onyed bilang tulisan saya kadang boring. Yah, saya juga akui sih saya sering menulis hal-hal ga penting dan most of the time menggurui. Saya memang kepengen jadi guru, tapi bukan berarti saya harus menggurui semua orang kan? Dan dia menyebutkan salah satu personal blog milik seorang celebrity blogger yang terkenal karena itu lucu.

Saya tidak ingin terkenal karena melucu di blog saya. Meksipun memang teryata survey membuktikan bahwa pembaca blog di Indonesia lebih suka kalau membaca blog yang lucu dan menyenangkan. Mungkin karena sudah terlalu banyak hal menyebalkan di negara ini sehingga berpikir adalah hal terakhir yang ingin mereka lakukan saat membaca hidup orang lain di sebuah blog. Sayangnya saya tidak bisa melakukan itu, bukan karena saya tidak mau, tapi memang karena saya tidak lucu. Saya pernah membuat tulisan tentang itu.

Tapi, membaca kembali tulisan saya saat itu, dan membaca komen-komen orang lain di sana, saya jadi ingat juga bahwa meskipun saya tidak lucu, masih ada yang menyukai blog ini apa adanya. So, I’m back blogging. Lagipula, konyol rasanya ngambek ngeblog setelah merayakan satu tahun usia blog ini, ya kan?

Advertisements

Comments are closed.