Belajar! Belajar! Mari Kita Belajar!

Standard

Bukannya saya sedang menggalakkan Kejar Paket C, tapi saya sedang berpikir kenapa banyak anak sekarang susah banget kalau disuruh belajar. Nggak usah sekolah deh, kadang disuruh baca untuk mendapat ilmu baru saja susah setengah mati. Disuruh les saja sepertinya tersiksa sekali seolah pergi les adalah kewajiban. Saya tidak mengerti…

Mungkin waktu saya masih kecil dulu saya juga seperti itu. Saya ingat waktu saya harus diseret-seret menuju ke tempat les organ. Saya juga sering membolos les dengan pura-pura lupa atau sengaja berlama-lama supaya terlambat. Saya berhenti les organ semenjak saya masuk SMA dengan alasan sibuk, padahal saya selalu punya waktu untuk bermain dengan teman-teman saya. Saya rasa pada waktu itu satu jam untuk latihan setiap hari di rumah dan satu jam seminggu untuk pergi les tidaklah seberat itu.

Sekarang, saya merasa sangat sulit mempelajari sesuatu yang baru. Misalnya, ketika saya pergi ke tempat les gitar, saya tidak bisa menyerap semudah saya menyerap hal baru waktu saya masih kecil. Mungkin otak saya sudah mulai tua dan berkarat, rasanya saya ingin punya otak sehebat sewaktu saya masih kecil dulu.

Saya selalu bilang pada si Onyed yang lima tahun lebih muda dari saya, bahwa dia masih sangat muda dan masih bisa menyerap banyak informasi sebanyak yang dia mau. Otaknya masih lebih dari mampu mengolah dan menerima banyak ilmu pengetahuan, dan sangat disayangkan kalau dia berhenti sampai di sini saja. Saya percaya, meskipun saya pintar dan bijaksana saat ini (Oh ya, saya juga sangat pede…) , suatu hari nanti saya tidak akan menjadi pintar lagi, saya hanya akan berhenti dan cuma jadi bijaksana tanpa pintar. Saya tidak akan lagi bisa mempelajari bahasa baru, atau alat musik lain lagi.

Saya mungkin hanya akan menjadi penikmat buku bagus tanpa pernah benar-benar menjadi penulis. Saya mungkin hanya akan terus menulis blog tanpa pernah benar-benar bisa mengubah tulisan menjadi photo blogging, atau video blogging, atau entah seperti apa dunia blogging di masa yang akan datang. Saya mungkin akan beradaptasi, tapi saya tidak akan pernah  bisa mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nanti akan dikuasai mereka yang lebih muda daripada saya.

Ingin rasanya saya mengatakan pada para pembaca superbyq yang masih muda, mungkin masih ada di bangku SMA atau masih kuliah bahwa saat ini mungkin kesempatan terakhir mereka memperoleh sebanyak mungkin yang dapat mereka raih. Sebelum akhirnya otak kita menjadi tua dan berkarat dan tidak lagi bisa mempelajari sesuatu yang baru. Lihat orang tua kita yang kebingungan memakai email atau smartphone. Atau nenek saya yang memilih meninggalkan hp nya di rumah daripada kebingungan menerima telepon atau SMS dari anak cucunya.

Saya? Hehehe…

Inilah yang ingin saya katakan sejak beberapa hari yang lalu… Saat ini saya sedang menunggu jawaban dari sebuah universitas, di mana saya mendaftar untuk meraih gelar master saya. Saya pernah menyia-nyiakan tahun-tahun terbaik saya untuk belajar, dan saya rasa ini adalah saatnya saya mengejar waktu yang hilang itu. Moga-moga saja saya diterima dan berkesempatan menjadi sedikit lebih pintar untuk bekal masa depan saya…

Yaay! Wish Me Luck!

Advertisements

Comments are closed.