Yay!

Standard

Akhirnya… saya bisa mengatakan kenapa saya membutuhkan test IELTS beberapa waktu lalu. Setelah mendapatkan hasil IELTS kemarin, saya bisa meneruskan proses pendaftaran untuk mengambil pendidikan gelar master saya. Hm, enaknya sih saya ceritain dari awal ya…?

Jadi beberapa bulan yang lalu, setelah saya lulus kuliah, saya memutuskan untuk meneruskan kuliah lagi. Setelah observasi beberapa tempat, saya memutuskan untuk kuliah di Inggris, bukan hanya karena saya ingin menyesuaikan baju Harry Potter saya dengan lingkungan di Inggris. Pertama, mengambil gelar master di Inggris hanya memakan waktu 1 tahun, lebih cepat daripada di beberapa negara lain yang saya tuju. Yang kedua, karena banyak universitas di sana yang memang ahli dalam bidang komunikasi antar budaya yang sedang ingin saya ambil.

Saya mulai mendaftar sekitar dua bulan yang lalu, dengan mengalami susah payah mencari surat-surat yang saya butuhkan. Tetapi, proses yang paling menyiksa adalah menunggu jawaban dari pihak universitas. Meskipun kata cici yang ada di agen pendidikan itu hasil IELTS bisa menyusul, tapi ternyata tanpa nilai IELTS pengumuman penerimaan saya tidak keluar-keluar hasilnya. Itu kenapa begitu nilai IELTS saya keluar, saya ditawari tempat langsung di dua universitas tersebut.

Kenapa saya mendaftar di dua universitas?

Pertamanya sih saya cukup pede untuk mendaftar di satu tempat saja. Sampai saya bertemu dengan orang-orang lain yang juga mau mendaftar di Inggris saat sedang test IELTS, dan mereka semua punya paling tidak satu universitas cadangan untuk berjaga-jaga seandainya mereka tidak diterima. Saya pun jadi ketar-ketir mengingat jawaban dari universitas tidak datang-datang, dan saya mencoba mendaftar di tempat lain. Tapi berhubung saya diterima di universitas tujuan awal saya, ya saya ambil yang pertama dong. Selain lebih murah, orang Indonesia di sana jauh lebih sedikit, katanya dengan begitu saya akan lebih konsen belajar dan bahasa Inggris saya bisa jadi lebih baik dengan cara itu.

Hore!

 

Advertisements

9 responses

  1. wah. .bahagianya.
    aku jg mau donk kuliah disana.
    tapi pengen yg full full scholarship. . . karna living cost disana mahaaaaal

    Like

    • Orang-orang yang mana ya Soe? Habis kamu dulu udah double degree sendiri sih, jadi sekarang malas deh… :p. Ga papa deh Soe, mumpung ada kesempatan dan ada kemauan, biasanya orang yang punya kesempatan ga mau, yang punya kemauan ga punya kesempatan… ya kan?

      Like

  2. waa.. congrats, bybyq! di kampus mana? jadi nanti kamu akan bicara dengan British accent macam Harry Potter begitu? oh i envy you..

    Like

    • Makasih Divardha πŸ˜€ Kampus yang kupilih di Norwich, 2 jam naik kereta dari London katanya πŸ˜€ Yah, moga2 aku di sana bisa ikutan medok British ya, siapa tau nanti balik di sana aku bisa ngomong ala Royal Family πŸ™‚

      Like

  3. Wah, selamat ya Byq. Begitu dunk… keluar kandang, dunia kita ini sangat luas loh…
    Ember Byq, bener sekali teman2 kamu itu, pilih yg orang Indonesia-nya sidikit. Hihi.. pengalaman pribadi, aku kapok deh ketemu orang2 kita, suombongnya minta ampun, seperti orang kaya baru gitu deh… Jadi aku yang miskin ini kan jadi minder mau ngumpul sama mereka, mending menjauh saja skalian drpd makan ati. Itu utk pergaulan di dunia kerja, gak tau ya gimana kalo anak2 kuliahan…

    Like

    • Makasih ya Djo… moga2 di sana aku nggak jadi sombong seperti teman-temanmu di sana. Pokoknya ke sana aku cuma mau kuliah dengan benar… Hore!! Ngomong2 kalo aku jadi ke sana kita jadi deketan ya Djo πŸ˜€

      Like