Trouble Miki

Standard

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, keberadaan Miki di sini adalah karena sebuah kebetulan. Kebetulan saja Mon dan La nggak kebagian tiket kereta api, sehingga mereka nggak bisa membawa Miki pulang ke Solo pada waktu yang ditentukan sehingga Miki mau tidak mau ditinggal di sini. Kebetulan saja sebelum ini ada kejadian di mana tiga ekor anjing St Bernard mati pada saat dikirimkan dari Jakarta ke Yogya sehingga saya jadi nggak tega membiarkan Miki dikirim melalui kereta api (dan kebetulan setelah saya cek ternyata memang anak anjing di bawah empat bulan tidak boleh dikirim lewat kereta api karena rawan penyakit).

Tapi, saya tidak menyangka mengurus Miki lebih repot daripada mengurus balita… Entah juga ya, saya belum pernah kebagian mengurus balita betulan selama 24 jam seperti saya mengurus Miki ini. Bukan cuma karena si Miki belom pinter buang airnya (masih suka sembarangan), Miki juga belom boleh dimandikan karena masih terlalu kecil. Alhasil, si Miki sekarang bau! Dan saya kesal karena dia bikin saya ikutan bau.

Dan, ternyata eh ternyata si Miki lebih bandel daripada yang saya ceritakan kemarin, tapi lebih cengeng untuk ukuran seekor anjing bandel. Maksud saya yah, kalau anjingnya bandel, setidaknya jangan cengeng kek. Setiap kali saya kurung di kandang atau di kamar mandi karena kenakalannya dia akan nangis-nangis dengan suara puppy yang memilukan, dan membuat saya kasihan dan tidak bisa berlama-lama menghukumnya. Tapi kalau tidak dihukum, nanti dia ga tau kalau dia salah. Setidaknya sekarang dia sudah bisa buang air di WC.

Miki juga ga bisa ditinggal jauh-jauh. Ditinggal ke kamar mandi aja dia ngintil. Kemarin saya tinggal 30 menit ke supermarket dia nangis-nangis di dalam kandang sampai lemes dan langsung tidur setelah dikeluarkan dari kandang. Dan, hari ini, saat saya memanggil tukang bersih-bersih rumah (karena saya nggak bisa bersih-bersih rumah kalau ada si Miki), dan saya harus mengurung Miki karena dia selalu berusaha menyerang tukang bersih-bersih rumah tersebut, dia nangis-nangis sampai si tukang bersih-bersih rumah itu jadi merasa kasihan.

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengatakan kepada Mon dan La kalau saya merasa cukup kerepotan kalau harus menjaga Miki sendirian di sini, tapi mereka malah mengatakan bahwa kalau saya kerepotan maka sebaiknya Miki dikirimkan saja ke Solo lewat Kereta Api. Bayangkan saja bagaimana caranya saya mengirimkan Miki naik Kereta Api di dalam kandang selama lebih dari delapan jam kalau selama tiga puluh menit dalam kandang saja dia sudah ketakutan seperti itu?

Jadi, pilihan lain yang diberikan kepada saya adalah:

1. Saya hidup bersama Miki selama tiga minggu lagi sambil menunggu orang tua dan adik-adik saya datang untuk resepsi pernikahan kakak sepupu saya, dan sementara itu mengajari Miki untuk menjadi tidak terlalu berandal. Saya pasti akan sangat kerepotan selama itu.

2. Saya pulang ke Solo naik kereta api dan membawa Miki (lagi-lagi) di dalam kandang selama delapan jam. Saya hanya berharap si Onyed mau ikut jadi saya tidak harus terjebak dengan teman seperjalanan yang tidak menyenangkan. Saya sih tidak bisa membayangkan Miki menangis-nangis sepanjang delapan jam dan saya harus membiarkannya begitu saja.

Nah… how to solve the trouble Miki? Help help help! Ada yang tau di mana cari dog daycare?

Advertisements

Comments are closed.