Miki’s New Friend

Standard

Jadi, setelah si Onyed memberikan harness kepada Miki, kami berdua mengajak Miki berjalan-jalan di taman di dekat tempat tinggal kami. Memang sudah lama saya tahu bahwa di taman itu orang-orang suka membawa binatang peliharaan mereka ke sana, dan saya pernah beberapa kali melihat orang-orang lain membawa anjingnya untuk berjalan-jalan di sana. Saya pikir, di sana kami bisa berjalan-jalan juga membawa anjing melintasi selasar di mana kafe-kafe outdoor berada, dan bisa nongkrong minum segelas kopi dan membiarkan Miki duduk tenang di sana.

Sayangnya, baru satu langkah kami menjejakkan kaki di salah satu kafe di sana, seorang satpam sudah mencegat dan mengatakan bahwa selasar dan kafe-kafe outdoor itu tidak mengijinkan kami membawa anjing. Anjing hanya boleh berada di daerah taman saja. Jadi ingin marah rasanya saya, bagaimana mungkin taman yang bersebelahan di mall tidak mengijinkan pemilik anjing membawa binatang peliharaan kesayangannya ikut nongkrong bersama mereka? Toh saya akan menggendong dan membersihkan kalau anjing saya buang air di sana.

Akhirnya kami membawa Miki ke tengah-tengah taman di mana kami bertemu dengan seorang perempuan yang membawa anjingnya juga. Sama seperti Miki anjingnya berjenis Yorkshire Terrier, hanya saja umurnya sudah lebih tua dan jenis kelaminnya jantan. Sepertinya yorkie tersebut senang sekali bertemu dengan Miki, sampai Miki dikejar-kejar untuk ditimpa! Tentu saja si Miki kabur ketakutan melihat yorkie yang sungguh agresif itu. Pelajaran untuk para cowok: bahkan anjing betina yang masih bayi pun tahu bagaimana caranya kabur dari pejantan yang terlalu agresif.

Setelah berjalan-jalan sebentar lalu duduk di bagian taman yang sepi, kamipun beristirahat dan mengobrol-ngobrol dengan pemilik yorkie jantan tersebut. Bukan Miki saja yang berhasil menemukan teman baru, ternyata saya dan si Onyed pun sekarang bertemu dengan teman baru.

Tapi, sampai sekarang saya masih belum tahu, selain di FX Senayan, di mana lagi saya bisa mengajak anjing saya berjalan-jalan. Terutama di daerah Jakarta Barat di mana saya tinggal, rasanya sulit sekali membawa Miki mencari udara segar. Kasihan kalau dia terus menerus dikurung di dalam unit apartemen kecil ini. Mungkin saja dia jadi suka buang air sembarangan dan jadi nakal karena bosan berada di sini, ya kan?

Saya sudah mencari di internet, tetapi saya masih belum bisa menemukan tempat yang tepat untuk bersantai dan hangout bersama dengan Miki. Tempat lain yang saya tahu itu di Warung Pasta, Kemang (melalui hasil browsing di Internet) dan Kafe Jet Ski di Pantai Mutiara (melalui pengalaman pribadi bertemu dengan seorang dog lover di sana).

Sepulang dari jalan-jalan, entah kenapa si Miki jadi agak pinteran. Dua kali dia buang air di WC, membuat saya jadi pikir-pikir lagi apakah perlu saya membawanya ke Solo mengingat dia sudah menjadi lebih mudah diatur sedikit semacam ini? Apalagi, entah apakah saya jadi banyak bergerak atau berpikir, atau saya setres sendiri mengurus anjing ini, berat saya sudah turun lumayan banyak sejak Miki ada di sini. Hebat bukan? Siapa tahu setelah 3 minggu mengurus Miki saya bisa mencapai berat badan ideal?

Advertisements

Comments are closed.