Sedihnya Nonton TV

Standard

Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang BBM an sama adik saya yang sekarang sudah pulang ke Solo, dia menyuruh saya untuk membuka salah satu stasiun TV nasional yang sedang menayangkan acara masak-memasak. Kami biasanya nonton kompetisi memasak ini di salah satu channel TV kabel, bahkan kami mengikuti versi juniornya juga. Itulah kenapa saat ajang kompetisi memasak ini dibeli franchisenya dan ditayangkan di Indonesia, kami jadi ikutan penasaran.

Entah kenapa saya nggak terlalu suka dengan versi Indonesianya, bukan karena saya sudah terlanjur punya anggapan sendiri bahwa semua reality show di Indonesia itu scripted, tapi memang aneh banget nontonnya. Format tantangannya sama, dengan sedikit modifikasi tentunya, dan meskipun sepertinya jurinya memang tahu apa yang mereka lakukan, tapi segala sesuatu yang terjadi sepanjang kompetisi terdengar dan terlihat kaku. Memangnya bisa ya orang selalu menggunakan kalimat formal seperti itu kalau sedang mengobrol?

Tetapi, di sela-sela iklan yang sangat banyak itu, saya mendapat informasi bahwa pada pukul 22.30, sebuah film Indonesia yang tidak sempat saya tonton di bioskop akhirnya disiarkan di TV. Betapa senangnya saya karena saya tahu bahwa film itu sangat bagus, menceritakan tentang dua orang kakak beradik yang bekerja sebagai TKI di Hongkong. Saya pun memutuskan untuk tetap terjaga sambil memindah-mindah channel TV berharap 22.30 segera tiba.

Tentu saja, sambil masih sedikit-sedikit mengintip acara masak memasak yang mulai terasa membosankan karena gaya bicara kaku para peserta dan jurinya itu, saya sempat melihat juga ada iklan FTV berjudul 13 gaun pengantin indah. Saya langsung merasa cemas jangan-jangan ini adalah KW3 dari 27 dresses, dengan pemeran KW5 dari Katherine Heigl. Menyedihkan banget kalau semua film televisi di Indonesia seperti itu, dan lebih menyedihkan lagi, saya melihat iklannya sendiri. Biasanya saya cuma bisa ikut ketawa kalau di blog-blog tetangga sedang ngomongin FTV di channel nasional.

Saya langsung teringat beberapa tahun lalu saat sebuah drama seri dari Taiwan muncul dan ngeboom di Indonesia, tiba-tiba saja sebuah sinetron dengan alur cerita mirip plus modifikasi yang tidak masuk akal, muncul. Setelah itu mulai bermunculan sinetron-sinetron dan FTV, dan bahkan film layar lebar yang mirip dengan karya yang sudah lebih dahulu terkenal di luar negeri (lagi-lagi dengan perubahan alur cerita yang tidak masuk akal hanya untuk membedakan mana yang asli dan mana yang bajakan). Apakah saya menonton? Perlukah? Saya mendapatkan banyak review serupa di Internet untuk membuat saya yakin bahwa saya tidak perlu membuang-buang uang dan waktu untuk menontonnya.

Sekitar 22.25 saya memindahkan kembali untuk menonton film yang sudah saya incar itu, tapi apa yang saya dapatkan di TV? SINETRON! Seorang cewek nangis-nangis sedih karena pacarnya yang hilang ingatan mau tunangan sama orang lain? Atau sepertinya begitu… Intinya yang saya tangkap ada beberapa orang jahat sekaligus di dalam kotak kaca saya. Menyedihkan sekali ya?

Yang lebih menyedihkan lagi adalah ternyata sinetron itu baru aja mulai! Katanya 22.30 film yang saya inginkan akan diputar, tapi ternyata saya harus menunggu 30 menit lagi untuk itu! Nggak kebayang, siaran di TV aja bisa ngaret seperti itu… Dan sebagai pelengkap seluruh penderitaan itu… Pada saat film yang saya tunggu-tunggu akhirnya diputar… saya ketiduran!!

AAAA!

Advertisements

2 responses

  1. sejak kapan ada reality show d indo yg ga “nggilani”
    semua FAKE with capital F A K E.
    Semua nya menjual drama yang di buat-buat, atau… menjual air mata dan derita.
    yang heran…. ada lho, yg dengan tega nya ngatain orang lain “primitif!!!” untungnya abis gitu judulnya d ganti!
    Hadoooowww!!

    wah, sayang bgt saya jg ga bs lihat Minggu pagi di taman TKI itu

    Like

    • serius? reality show apaan ya yang pake ngatain orang lain primitif? ga punya ahli bahasa yang ngurus script ya? Atau produsernya aja geblek makanya kata yang ofensif macam itu bisa keluar?
      Hiks… iyah nih, sedih banget ya, acara yang bagus malah ga ketonton

      Like