IELTS Preparation at Home ala Bybyq

Standard

Di blog saya yang lama (iya blog yang sudah hilang itu) saya punya satu section mengenai tips dan trik untuk pemalas. Dua diantaranya yang saya ingat pernah saya tulis di sana adalah tips dan trik menyelesaikan skripsi untuk mahasiswa malas, dan tips menghadapi sidang KP untuk mahasiswa malas. Tentu saja saya sangat senang bisa berbagi dengan para pemalas di seluruh dunia, dan sedih saat tips-tips itu menghilang dari muka bumi. Suatu hari nanyi, kalau saya sudah ingat seluruh isinya saya mungkin akan tulis ulang, tapi hari ini saya akan berbagi tips pemalas lainnya.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya mendapatkan nilai IELTS yang lumayan bagus tanpa mengikuti IELTS preparation di lembaga pendidikan bahasa inggris manapun. Selain karena saya ingin menghemat uang (tahukah anda: biaya les untuk IELTS preparation itu mahal bukan kepalang), saya juga malas pergi ke sana setiap hari (itulah kenapa tips kali ini cocok untuk pemalas). Tanpa mengambil les seharga berjuta-juta saya bisa mendapatkan nilai IELTS 7.0, setara dengan TOEFL score: 600.

Berapakah target anda?

TOEFL Paper TOEFL Computer TOEFL iBT IELTS Equivalent
625 – 680 263 – 300 113 – 120 7.5 – 9.0
600 250 100 7.0
575 232 90 – 91 6.5
550 213 79 – 80 6.0
525 196 69 – 70 5.5
500 173 59 – 60 5.0
475 152 49 – 50 4.5
450 133 39 – 40 4.0
425 113 29 -30 3.5

sumber: http://www.eurogates.nl/en-TOEFL-IELTS-score-conversion/

Menentukan target adalah langkah yang pertama harus dilakukan. Dengan memiliki target, akan terlihat berapa banyak usaha yang harus dilakukan. Ambil tes awal atau tes coba-coba (tryout) yang bisa dilakukan sendiri dengan membeli buku test toefl/ielts. Menentukan target juga menentukan seberapa jauh peningkatan yang kita butuhkan, dan ini penting karena mungkin tips ini akan tidak berguna sama sekali dan bantuan ahli akan diperlukan.

Saran saya, kalau hasil tryout kurang dari 50% nilai target, segeralah mendaftar untuk les, karena tips ini kemungkinan besar tidak akan berguna.

Listening Test

Beberapa orang menganggap listening test itu sulit. Dalam listening test, kita akan mendengar sebuah percakapan (ya iya lah dalam bahasa Inggris) dan mendapati beberapa pertanyaan berkaitan dengan percakapan tersebut. Yang membuat beberapa orang merasa kesulitan menghadapi listening test adalah bahwa dalam percakapan tersebut para pembicaranya seringkali menggunakan beberapa aksen berbeda. Beberapa lebih mudah dimengerti, beberapa yang lain terdengar medok dan sulit didengarkan kalau tidak terbiasa.

Tips untuk pemalas semestinya membuat belajar menjadi menyenangkan. Saya menggabungkan belajar dengan hobi, yaitu menonton banyak film berbahasa inggris dan mematikan teksnya (atau kalau ingin menonton menjadi lebih menyenangkan lagi, sengaja pilih film dengan subtitle kacau balau dan kita akan mendapat kesempatan untuk mencela orang lain). Kalau tidak suka menonton, tapi lebih suka mendengar radio, cari di internet radio streaming berbahasa inggris.

Untuk melatih pendengaran terhadap aksen yang berbeda-beda, kita bisa mengubah-ubah channel TV atau menonton film-film asing yang bukan hollywood punya. Coba bedakan antara mendengar Hugh Grant dan Hugh Jackman, yang satu dengan British accent, dan yang lain dengan Australian accent. Menonton reality show juga membantu, ada aksen midwest di Amerika, atau medok black community yang biasa juga muncul di lirik lagu rap dan rnb. Kalau sedang sibuk main komputer atau internetan, biarkan TV menyala, dan tetap aktifkan pendengaran, suatu saat kita bisa mendapati diri sendiri ketawa hanya karena mendengar sesuatu yang konyol di TV dan itu berarti kita mulai bisa menghadapi listening test. Lakukan ini sesering mungkin.

Reading Test

Reading test membutuhkan ketelitian dan vocabulary. Membaca koran atau majalah sebenarnya merupakan pilihan yang bagus, dan seandainya kalian tidak tertarik untuk membaca yang serius-serius, membaca gosip selebriti hollywood sana boleh juga meskipun saya tidak menyarankan. Membaca tabloid gosip mungkin menyenangkan karena selain memang pada dasarnya manusia suka bergosip, membaca tabloid gosip biasanya memang lebih mudah. Sayangnya di tabloid tidak akan ada terlalu banyak vocabulary baru yang akan kita butuhkan saat tes nanti, karena tabloid adalah bacaan ringan dan vocabnya tidak terlalu formal.

Saya suka membaca novel, maka saya menggunakan novel sebagai alat bacaan. Sekali lagi, semakin klasik novelnya, bukan novel pop seperti teenlit atau chicklit, maka semakin besar kemungkinan kita bisa menemukan vocab baru yang formal. Misalnya saya kemarin membaca around the world in 80 days karya Jules Verne. Kita bisa tahu apakah kita sukses menangani bacaan tersebut pada saat kita bisa tahu isinya dan bisa menceritakan ulang dengan bahasa apapun yang sudah kita kuasai bila ada orang lain bertanya tentang apa yang kita baca.

Writing Test dan Speaking Test

Dalam IELTS test, writing test dilakukan dengan kita menulis sebuah esai mengenai sebuah topik yang diberikan atau menceritakan sebuah gambar/grafik dengan kalimat kita sendiri. Sedangkan dalam speaking test kita akan berhadapan dengan seorang native speaker yang akan menanyai kita dalam bahasa inggris, dan dinilai berdasarkan jawaban kita. Dua test ini lebih sulit untuk dipelajari sendiri karena membutuhkan pihak lain untuk memeriksa jawaban kita, karena sifatnya jauh lebih subjektif daripada listening dan reading test.

Yang saya lakukan untuk melatih kemampuan menulis saya, adalah dengan menulis review atau artikel di beberapa website yang membayar untuk tulisan kita. Selain kita bisa menghasilkan sedikit lewat apa yang kita tulis, biasanya website-website macam itu tidak akan meloloskan tulisan kita kalau grammar kita terlalu kacau atau tulisan kita tidak cukup bisa dimengerti. Otomatis, mereka akan menyuruh kita megoreksi tulisan kita sendiri, dan itu bisa menjadi acuan seberapa jelek/bagus kemampuan kita menulis dalam bahasa inggris. Cara lain adalah dengan mengikuti forum-forum internasional, dan berinteraksi lewat tulisan dengan orang lain.

Speaking test, lebih sulit lagi. Tidak ada cara lain selain mencoba berteman dengan native speaker atau mempunyai partner untuk mengobrol dalam bahasa inggris. Tentu saja mengobrol dengan bahasa inggris dengan teman nongkrong di kafe akan membuat kita terdengar asal british tapi cara ini membantu kita untuk lebih percaya diri berbicara dalam bahasa inggris. Kalau kita tidak tahu bagaimana cara mengucapkannya, kita bisa membuka dictionary.com untuk mendengar bagaimana sebuah kata sulit diucapkan.

Melatih pronuciation bisa dilakukan sendiri, tapi itu tidak membantu kita untuk berbicara dalam percakapan. Caranya, selain dengan bantuan dictionary.com, kita bisa berlatih dengan membaca sebuah berita atau bacaan lain dalam bahasa inggris dengan suara lantang. Saya tidak menyarankan belajar pronunciation melalui lagu, karena tidak banyak kata baru yang bisa dipelajari lewat lagu, dan pelafalan lewat lagu tidak mengajari kita intonasi yang benar.

Retest?

Saya tidak melakukan tes ulang, tapi untuk menjamin bahwa kita bisa melewati target, kita bisa mengambil tes atau tryout sekali lagi karena biaya test IELTS dan TOEFL sangat mahal.

Nah… itulah cara saya untuk mempersiapkan IELTS di rumah, sambil menonton TV dan membaca buku, dan ngobrol dengan orang-orang tanpa harus belajar setiap hari ke tempat les. Semoga kalian yang menerapkan cara ini akan sukses juga melakukannya 😀 Semoga berhasil!

Advertisements

Comments are closed.