I’m Sending Miki Home

Standard

Beberapa orang yang tidak mengerti mungkin akan menganggap saya tidak sayang sama Miki, karena saya tega membuang dia begitu saja. Ya biar saja kalau mau mikir begitu karena saya tidak terlalu peduli dengan anggapan orang mengenai itu. Saya hanya berpikir bahwa di Solo, Miki akan mendapat lebih banyak teman dan lebih banyak perhatian dari orang-orang karena lebih banyak orang di Solo yang bisa merawatnya. Di Solo juga ada dokter hewan keluarga yang sudah sangat dekat dengan kami yang bisa dipanggil kapan saja ke rumah kalau-kalau ada apa-apa dengan Miki.

Bagi saya sendiri, mengirim Miki pulang ke Solo memberi banyak kesempatan bagi saya untuk merawat diri sendiri. Saya tidak punya waktu untuk diri saya sendiri kalau saya harus menjaga Miki 24 jam seperti apa yang saya lakukan sekarang. Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah forum mengenai hewan dan anggota forum tersebut agak kesal pada orang yang mau memelihara anak anjing tapi tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk merawat anak anjing tersebut.

Saya punya waktu. Tapi kalau saya harus memilih antara memberikan waktu saya untuk Miki atau untuk diri saya sendiri, pada saat ini saya harus memilih diri saya sendiri. Banyak hal yang harus saya lakukan, dan saya tidak bisa melakukannya dengan menjaga Miki terus menerus seperti ini. Saya tidak bisa menjaga diet saya, tidak bisa merawat diri saya dan rumah saya. Saya tidak bisa menyembuhkan diri saya dengan terus menerus alergi pada bulu Miki di mana-mana, dan rumah yang kotor terus menerus membuat saya gatal dan berjerawat.

Bukan saya mengkambinghitamkan Miki, karena Miki adalah seekor anjing, tapi harus saya akui ternyata saya belum siap merawat anak anjing sendirian. Kata dokter yang merawat Miki kemarin, merawat anak anjing lebih repot daripada merawat anak balita, jadi, dapat disimpulkan saya belum sanggup juga merawat anak. Tidak tanpa bantuan profesional tentunya…

Jadi…

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, seharusnya Miki ikut pulang ke Solo bersama Mon dan La naik kereta api. Akan tetapi mereka berdua tidak kebagian tiket sehingga mereka harus meninggalkan Miki bersama saya sendiri di Jakarta. Selama ini kami selalu berusaha mencari bagaimana caranya Miki bisa dikirim ke Solo dengan aman, karena sejak kasus kematian St Bernard yang cukup fenomenal itu, kami menjadi agak ketakutan dengan layanan pengiriman hewan yang banyak ada di Internet. Saya juga tidak tega membiarkan Miki dikandangi terus menerus tanpa ada penjagaan orang yang sayang pada anjing…

Beberapa hari yang lalu, tepat ketika Miki diduga kena virus, saya mendapat kabar bahwa seorang paman yang tinggal di Bandung memutuskan untuk ke Solo akhir pekan ini. Kami segera memutuskan begitu Miki sehat kembali, kami akan menitipkan Miki pada paman saya tersebut. Paman saya, katanya sih dia penyayang anjing, sehingga saya tidak terlalu takut membiarkan dia membawa Miki. Setidaknya, sopir yang membawa mobilnya cukup penyayang pada anjing-anjing kami, sopir itulah yang membawa Caca dan Beri ke Bali pada waktu itu 🙂

Yap… I am sending Miki home. Mungkin selama beberapa waktu tidak akan ada update mengenai Miki. Tapi segera, secepatnya pasti akan ada cerita tentang miki lagi 🙂

Advertisements

Comments are closed.