Letters From Home

Standard

Ternyata kekhawatiran saya yang berlebihan tidak beralasan. Kemarin malam, Mon dan Mama saya memberi kabar bahwa Miki sudah sampai dengan selamat di Solo. Bukan hanya sehat dan segar bugar, dia juga langsung bisa berbaur dengan dua teman barunya, Caca dan Beri.

Bagus lah. Saya jadi kaya ibu-ibu yang khawatir saat mengirim anak balitanya pergi untuk liburan. Takut sakit atau sedih karena pergi jauh, dan ternyata anaknya malah hepi bukan main karena mendapat teman untuk bersenang-senang.

Menurut Mon, kalau Caca terlihat sangat hepi dengan si pendatang baru, si Beri terlihat takut pada si Miki. Heran. Apa yang perlu ditakutkan dari Miki? Kalau Caca sih, kita udah tau ya kalau dia sangat mudah berteman dengan pendatang baru dan sangat penyayang.

Satu cerita tentang Caca sebelum dia kami beli. Caca kami beli pada saat dia sudah agak besar, karena waktu dia masih kecil tidak banyak yang menginginkan Caca. Di rumah pemilik lamanya, Caca menjadi penolong saudara-saudaranya yang dikurung kandang, dengan… Membukakan kandang buat saudara-saudaranya. Bukan cuma lebih pintar dari anjing lainnya, Caca juga sangat suka bermain (untuk ukuran anjing jenis pemburu).

Sampai sekarang Caca selalu bisa menunjukkan kemampuan intelegensi lebih dari teman-temannya. Dia berperan sebagai “tante” buat bayi-bayi semacam Beri dulu, dan Miki sekarang. Bahkan untuk anjing ukuran besar macam Vali dan Kensy pun, Caca masih bisa ngemong mereka waktu mereka masih bayi.

Saya sudah berpesan supaya Miki tetap mengkonsumsi obatnya karena itu antibiotik. Saya tidak tahu bagaimana kemarin paman saya dan Mon melakukannya. Mungkin nanti saat saya ke Solo saya bisa melihat tangan mereka juga luka-luka karena pertarungan mereka dengan Miki. Siapa tahu?

Advertisements

Comments are closed.