Customer Is The King?

Standard

Saya pikir hari ini saya tidak akan berhasil membuat satu entry karena sudah beberapa hari ini saya tidak mendapatkan inspirasi. Apalagi, mengingat persediaan tulisan saya sudah habis dan saya hanya bisa mengandalkan apa yang terjadi hari ini. Tapi, ternyata saya bisa menemukan bahan tulisan setelah malam tiba, saat saya pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari di sebuah supermarket besar di dekat tempat tinggal saya.

Sering kita mendengar para penyedia jasa mengatakan bahwa pembeli adalah raja. Tentu saja, para penjual jasa hanya bisa mengandalkan kepuasan pelanggan akan servis dari mereka, bukan hanya masalah harga dan kualitas barang. Tapi, bagaimana dengan penyedia barang seperti supermarket?

Berapa kali kita pernah mengalami membayar barang belanjaan dengan kasir yang sibuk bercanda dan bergosip dengan temannya yang bertugas memasukkan barang ke dalam kantong plastik. Berapa kali kita pernah mendengar kasir atau resepsionis atau seorang sales menjawab pertanyaan kita dengan ogah-ogahan atau tidak memperhatikan karena mereka sibuk dengan HP nya? Atau dijawab dengan jutek karena ketidak tahuan kita mengenai hal-hal baru di sana?

Lebih spesifik lagi…

Beberapa minggu lalu saya membeli jamur di supermarket tersebut, dan karena jamur tersebut sudah dalam kotak, saya tidak perlu menimbangnya lagi. Tadi, saya berniat untuk membeli jamur yang sama, tapi ternyata kali ini kita harus menimbangnya dulu. Siapa yang tahu kalau tiba-tiba saja aturan membayarnya diganti seperti itu? Saya tidak keberatan menimbang lagi, atau membatalkan karena malas mengantri, tapi si kasir itu hanya bertanya dengan jutek:

“Belum ditimbang?”

Exactly like that.

Beberapa tahun lalu saya pernah melihat di sebuah forum yang sekarang sudah tutup, sebuah pembicaraan mengenai servis dari penyedia barang. Ada dua mini market yang selalu bersaing ketat, di mana ada mini market A, pasti dalam radius 10 meter di sekitarnya ada mini market I. Waralaba mini market ini memang sudah terkenal saingan harga dan kelengkapan jenis barang, sampai akhirnya saya tahu bahwa ternyata mini market A lebih disukai karena layanan kasirnya jauh lebih baik daripada mini market I.

Kenapa?

Mini market A pernah melakukan semacam customer review untuk layanan mereka. Caranya, kalau pelanggan tidak puas dengan layanan mereka, maka mereka memasukkan sebuah kertas berwarna merah ke dalam kotak saran. Kalau pelanggan puas, maka yang dimasukkan adalah kertas berwarna hijau, sampai akhirnya sekarang meskipun tanpa kertas merah-hijau itu, semua kasir dan penjaga mini market tersenyum kapanpun ada pelanggan yang datang. Di mini market I, mereka menawarkan lebih banyak potongan harga dan harga yang lebih murah dan range produk yang lebih banyak. Tapi soal returning customer, mini market A jauh lebih menang.

Yap. Saya tidak pernah setuju kalau pembeli dijadikan raja, membuat pembeli suka berlaku seenaknya kepada penjual. Saya pernah melihat pembeli yang seolah-olah cuma mereka saja yang punya uang, dan itu membuat saya sebal juga melihatnya. Tapi, service adalah bagian dari apa yang ingin mereka jual kepada customer, bukan?

Advertisements

Comments are closed.