Update-an Akhir Bulan

Standard

Akhirnya saya kehabisan ide mau menulis apaan semenjak Miki dipulangkan ke Solo. Meskipun saya selalu mendapat info dari Solo kalau Miki dalam keadaan sehat dan lebih senang, tapi akibatnya saya tidak tahu apa yang sehari-hari dilakukannya, jadi yah cerita saya tentang Miki jadi terbatas mengenai apa yang saya dengar dari mama dan adik-adik saya yang sudah lebih dulu ada di Solo.

Saya baru sadar ini sudah menjelang pertengahan tahun semenjak saya mendapatkan banyak undangan pernikahan. Ada apa dengan bulan Juni, dan kenapa banyak orang memilih menikah di bulan tersebut? Kalo budaya barat sih, katanya bulan Juni diambil dari nama dewa Juno, dewa cinta. Oh ya? Saya juga ga tau sebenernya gimana, tapi seandainya Junojuno itu benar pun saya merasa tidak ada hubungannya juga karena semua yang mau merit bulan depan (yang saya kenal) semuanya Cina!

Dipikir-pikir, cepat juga tahun ini berjalan. Tiba-tiba saja sudah bulan Mei. Rasanya kok saya belum ngapa-ngapain, dan masih banyak dari list resolusi tahun baru saya yang belum saya laksanakan. Misalnya saya mau menurunkan berat badan, dan saya mau hidup lebih sehat. Meskipun saya mulai bisa mengurangi rokok, tapi untuk dibilang hidup sehat rasanya kok masih jauh…

Oleh karena itu, sudah dua hari ini saya memutuskan untuk bangun jam 6 pagi dan melakukan power walk selama setengah jam untuk memulai hari. Setidaknya sebuah awal yang diniati lebih baik daripada kebanyakan kepingin tanpa realisasi kan? Target-target hidup pun saya mulai susun kembali, dan seperti biasa si Onyed jadi korban kecerewetan saya tentang itu.

Saya membeli HP baru. Setelah lama saya berkeluh kesah tentang signal bb yang timbul tenggelam di tempat tinggal saya, saya kali ini tidak beli bb lagi. Selamat tinggal blackberry. Halo android.

Jempol besar saya ini memang kurang bersahabat dengan gadget-gadget yang beraliran layar sentuh. Tapi, entah kenapa kok saya naksir banget sama benda yang satu ini sampai saya tidak pikir panjang untuk membelinya. Kali ini, bukan saja saya harus menyesuaikan diri dengan layar sentuh, saya juga buta sama sekali dengan feature-feature di android itu. Moga-moga saja, meskipun saya sudah tidak muda lagi, saya belum memasuki tahap gagap teknologi total…

Saya juga mulai belajar masak. Bukan apa-apa, ternyata belajar masak banyak untungnya buat saya. Selain saya terlihat keren dengan tambahan domestic skill semacam itu, saya juga bisa menghemat uang jajan saya dan menyantap makanan yang lebih sehat dan bersih. Kecil kemungkinannya saya akan meracuni diri sendiri, dan yang pasti waktu saya kuliah nanti saya bisa menabung karena menghemat uang akomodasi. Sejauh ini saya cuma bisa masak itu-itu saja… Tapi tenang! Saya sudah ndonlot resep di hape baru saya supaya saya bisa masak dengan lebih beragam.

Percayalah, nanti bukan cuma si onyed saja yang akan jadi kelinci percobaan saya. Papa mama dan adik-adik saya harus merasakan juga. Muahahahaha….

Advertisements

Comments are closed.