Maling Pulsa

Standard

Sudah lama saya menggunakan layanan internet dari sebuah operator telepon selular. Bukannya karena layanan dari mereka paling sophisticated, tapi modem colok bagi saya selama saya tinggal di sini adalah opsi yang paling nyaman. Selain saya bisa berpindah-pindah tempat, saya tidak perlu pasang kabel dimana-mana selama saya tinggal nomaden. Memang saya sering mengeluhkan soal jaringan atau leletnya kecepatan internet, tapi saya tidak pernah merasa sekesal ini terhadap layanan internet mereka.

Oke. Sekali saya pernah maki-maki mereka di counter customer servicenya, dan saya harap itu adalah terakhir kalinya saya merasa dikerjain oleh operator telepon selular itu. Ternyata tidak. Mengingatkan saya bahwa saya masih tinggal di Indonesia di mana layanan konsumen adalah hal terakhir yang bisa diberikan kepada para penyedia jasa. Dimana konsumen adalah mangsa empuk yang bisa dibodohi dan kalo mengadu di internet tiba-tiba mereka terkena tuntutan pencemaran nama baik dengan dasar UU ITE.

Saya tidak usah sebutkan nama providernya, toh kebanyakan pembaca sudah tahu. Kalau belum tahu, ikuti saja cerita saya, pasti nantinya tahu sendiri…

Selama ini saya menggunakan layanan internet unlimited dengan quota 5gb. Tapi karena saya tidak pernah menghabiskan quota saya, maka saya pikir kali ini saya mau downgrade saja menjadi 1gb. Toh saya tidak sedang berencana mendownload apapun. Maka, untuk layanan 1GB seharga 50rb (belum termasuk pajak) saya mengisi pulsa saya sebesar 75 ribu rupiah.

Seperti biasa, sesuai prosedur, saya mengirimkan sms aktivasi MAU 1GB. Tapi dari sana saya mendapatkan informasi bahwa pulsa saya tidak mencukupi. Saya langsung mengecek pulsa dan ternyata pulsa utama saya tinggal 19 rupiah. Ke mana 75 ribu saya?

Saya pikir pulsa yang saya masukkan sebelumnya belum masuk, tapi kode voucher saya ternyata sudah terpakai. Saya mencoba menelepon ke customer service dan nggak bisa, karena nomer 123 hanya untuk ngecek pulsa, dan untuk layanan customer service prabayar saya harus menelepon ke 200 (yang tidak sanggup saya bayar karena pulsa saya tinggal 19 rupiah). Saya menggunakan nomer telepon lain untuk menghubungi customer service, dengan kesal tentunya.

Saat saya meminta penjelasan mengenai kenapa pulsa saya hilang, jawabannya adalah:

“Pulsanya sudah terpakai untuk pemakaian gprs normal. Karena perpanjangan otomatis 5gb pulsanya tidak mencukupi, maka langsung dipindahkan ke gprs normal.”

Oh. Jadi itu kenapa saya baru pake internet 5 menit dan pulsa saya sudah habis?

Pengen saya teriaki maling, tapi nanti saya dibilang mencemarkan nama baik. Pengen saya tuntut ke pengadilan tapi nanti biaya saya menuntut mereka lebih mahal daripada pulsa yang saya minta. See how the system “supports” the customers. Haha *sinis*. This is why our people in another country refuse to come back… This is not the home country we want to live in…

Suck

Advertisements

One response