Oh What A Night

Standard

Saya paling benci datang ke acara pernikahan. Setidaknya selama ini saya tidak pernah mengalami datang ke acara pernikahan yang saya datangi dengan suka dan rela. Paling-paling kalau saya menawarkan diri untuk menghadiri pesta untuk menggantikan mama saya yang tidak bisa datang di Jakarta; artinya saya sedang menukar favor dengan mama saya.

Tapi, saya suka rela datang ke acara pernikahan teman saya di Solo kemarin, dan ternata menikmatinya. Tentu saja, saya datang setelah saya yakin kalau saya diundang. Satu, yang punya acara menghubungi saya langsung, dan dua, yang punya acara sesuai dengan manner, mengirimi saya surat undangan resmi.

Tanpa bermaksud tak hormat, tapi beberapa waktu sebelumnya saya baru saja TIDAK menghadiri pesta pernikahan teman yang pernah sempat dekat banget sama saya. Bukan karena saya sedang berantem sama yang brsangkutan, tapi yang  punya gawe tidak mengirimi saya surat undangan resmi, sedangkan teman saya yang kaya raya dapat undangan. Ya saya SENGAJA tidak datang lah…

For what it’s worth, temen saya yang kaya raya dan dapat undangan resmi juga ga datang ke pesta yang dihelat di hotel mewah berbintang lima itu. Mungkin sebagai bentuk solidaritasnya kepada saya. Eat that sucker…

Sebaliknya pesta kemarin seru abis. Entah saya yang seru sendiri di sana, atau memang suasananya juga lebih kekeluargaan. Saya bertemu dengan teman-teman lama saya. Bertemu dengan pacar-pacar mereka. Bertemu dengan mantan yang sudah jadi teman saya, dengan pacar yang akan segera dinikahinya. Amazing!!

Bahkan contact list saya di bb tiba-tiba nambah overnight. Ajaib…

Yang lebih menyenangkan lagi, di penghujung pesta saya baru tahu kalau nanti sebelum saya farewell-an masih ada satu wedding lagi yang akan saya hadiri. Yay!!

Advertisements

Comments are closed.