Curcol Ah

Standard

Numpang curhat ah. Mumpung lagi sebel ga nahan, dan mumpung ngeblog belum dilarang, dan menyampah di blog pribadi masih merupakan aktivitas yang legal.

Pokoknya saya lagi swebel!

Beberapa orang memang nggak bisa membiarkan segala sesuatu berjalan bukana untuk dirinya sendiri. It’s all about them and it has to be for them. Kalo bukan buat atau tentang mereka, ya entah gimana caranya nanti issue nya akan tentang mereka lagi. Serius deh, orang-orang kaya gini mestinya tinggal di hutan dan nggak perlu berhubungan sama manusia lain saja. Merepotkan.

Egoisnya nggak nahan.

Alhasil, orang lain harus menurunkan prioritasnya hanya karena ngalah untuk keinginan nggak penting orang-orang macam ini. Belum kalo mereka curhat dadakan, di saat kita lagi nggak kepengen sama sekali dengerin apapun tentang masalah mereka. Hell, I have my own problem, and most of the time I want my time not to listen to you whining about things I don’t really care, no matter how close we are. Serius. Sering kali saya pengen ngusir begitu saja orang-orang ini dari hidup saya.

Mengganggu.

I thought my life is miserable sejak saya harus tinggal di kota yang sambungan internetnya sekarat seperti ini. Saya salah. Saya baru benar-benar miserable saat saya harus meladeni orang-orang egois yang membuat pekerjaan rumah saya bertambah berat dua kali lipat. Sial! Sial! Sial!

Advertisements

2 responses

  1. Sepakat.. Tampilan modernisasi dgn mall-mall yang dibangun seharusnya tidak menggerogoti kesejahteraan para pedagang kecil.. Semoga Pak Jokowi tetap kuekeh menolak sesuai mandat pembangunan kota solo yg diembannya!!

    Like