Rayaaap!! No!!

Standard

Sepertinya rumah ini memang sudah harus benar-benar direnovasi. Setelah ditinggali kira-kira lima belas tahun lamanya, dan setelah pembicaraan tentang renovasi rumah yang tidak pernah jelas bagaimana realisasinya, memang hanya tinggal menunggu waktu rumah ini memakan korban. Dan, kali ini saya tidak membicarakan renovasi setengah-setengah seperti yang dilakukan oleh orang tua saya beberapa waktu lalu, tapi perombakan total. Bongkar!!

Ya. Beberapa waktu lalu memang rumah kami terinfeksi rayap. Beberapa kusen pintu sudah habis duluan, meskipun pintunya masih tegak berdiri. Pada waktu itulah pembicaraan tentang renovasi total mulai didengungkan, tapi pada kenyataanya hanya bagian-bagian yang rusak dan lapuk saja yang diganti. Setelah pengecatan ulang dan penggantian beberapa furniture, pembicaraan tentang renovasipun hanya sekedar bumbu obrolan saat tidak tahu lagi harus ngomongin apa.

Sampai akhirnya serangan rayap berikutnya terjadi lagi. Dua kali. Yang pertama adalah kira-kira sebulan yang lalu, dan yang kedua adalah beberapa hari yang lalu. Kali ini yang jadi korban bukan kusen pintu atau jendela, atau lemari kayu kami, tapi koleksi buku-buku kami yang berharga. Beberapa buku bahkan harus dibuang karena kami takut kalau buku itu menginfeksi buku-buku yang lain kalau disimpan.

Yang lebih menyebalkan, buku-buku yang dimakan rayap bukanlah buku-buku biasa. Bukan buku novel populer yang dapat dengan mudah dibeli di toko buku, melainkan buku rangkaian ensiklopedia untuk anak-anak dengan hard cover yang sudah tidak lagi diproduksi. Sial betul. Saya bahkan belum sempat membaca keseluruhan serinya.

Sekarang, selain kami memanggil pest control service, pembicaraan mengenai renovasi total kembali diungkit. Saya tidak tahu berapa lama topik tentang renovasi ini akan bertahan, saya juga tidak tahu apakah akan benar-benar terlaksana. Moga-moga saja tidak akan ada lagi korban-korban rayap di rumah ini…

Bye bye books…

Advertisements

Comments are closed.