Lebaran On The Road: The Batu Experience

Standard

Batu adalah tujuan terakhir kami, dan kami menghabiskan paling banyak waktu di sana. Kami menginap di salah satu villa dekat taman bermain yang sangat besar di sana. Harganya, luar biasa mahal, tapi untuk satu villa kami mendapatkan 3 kamar tidur, dan makan gratis untuk pagi dan malam. Lagipula, sebenarnya lokasi villa itu dekat ke tempat-tempat wisata, jadi saya rasa untuk harga segitu, apalagi di musim liburan, cukup sepadan. Sayangnya, di villa saya tidak bisa mendapatkan koneksi internet.

Di Batu, Malang, ternyata tidak sedingin yang saya perkirakan sebelumnya, apalagi di siang hari. Rasanya terik dan sumpek, selain karena matahari yang menyengat, juga karena di tempat wisata yang kami kunjungi sangat penuh orang. Saya biasanya dapat dengan mudah menikmati yang namanya kebun binatang dan museum, tapi kali ini saya harus berusaha keras untuk dapat menikmati semuanya.

Bukannya saya rewel, tapi di taman rekreasi itu sangat padat dengan pengunjung yang berjubel. Bukan hanya itu, tapi dari pihak pengelola taman rekreasi itu, pintu-pintu keluar ditutup sehingga kami harus mengikuti rute yang telah mereka sediakan. Maksudnya sih baik. Mereka ingin semua pengunjung dapat menikmati semua wahana yang ada di sana, tapi bagi kami yang tidak ingin melihat semuanya atau ingin memilih sebagian saja, jalan-jalan di taman rekreasi itu serasa siksaan tanpa akhir.

Kami juga pergi ke taman rekreasi yang tidak terlalu baru. Lokasinya memang agak jauh dari villa tempat kami menginap. Pemandangannya memang bagus, tapi lagi-lagi terlalu banyak orang berjubel dan membuat nafsu foto-foto ngedrop seketika. Akhirnya di tempat ini kami hanya duduk sebentar di sebuah kafe di dekat pintu masuk, ngelihatin orang berenang, dan pulang setelah menghabiskan segelas minuman.

Mungkin yang paling bisa saya nikmati adalah acara memakan strawberry. Setidaknya di tempat ini saya menemukan kesukaan saya yang baru. Ternyata saya menyukai strawberry. Beberapa waktu lalu saya sempat komen di blognya si Bedjo. Saya mengatakan bahwa saya senang banget liat strawberry tapi takut memakannya karena saya tidak doyan asam… tapi ternyata bukan cuma doyan… saya doyan banget :p

Sebenarnya saya ingin ikut ke Malang, karena di sana teman-teman blogger saya sedang ada acara, tapi ternyata jadwalnya bentrok dengan jadwal BNS (Batu Night Spectacular). Yang agak mengecewakan adalah, ternyata kami tidak jadi ke BNS juga. Akhirnya, nggak ke Malang ikut halal bihalal, nggak ke BNS. Tahu gitu kan saya maksa pergi ke Malang, ya nggak?

Tiga hari di Malang bukan cuma sukses membuat saya pegal-pegal, tapi juga membuat kulit saya terbakar matahari dengan acara jalan-jalan ke taman rekreasi itu. Ouch!

Advertisements

2 responses

  1. Malang yang sekarang cuacanya berubah-ubah. Kemarin saya kesana bulan Juni, dan dingin banget udaranya. Tapi kalo soal panas, justru panas mataharinya yang bikin kulit jadi kering. Jalan-jalan ke secret zoo sama museumnya ya?! Hehe. Salam kenal 🙂

    Like