Norwich, A Fine City

Standard

Saya tidak tahu kenapa tagline kota ini seperti itu. Tapi, memang sih… this is a fine city.

Sepanjang perjalanan saya dari London menuju Norwich, saya bisa melihat betapa indahnya pemandangan di kanan kiri kami. Jadi bukan sekedar sawah ladang membentang, tapi sawah ladang hijau subur dengan sapi dan domba bertaburan. Meskipun saya kesal harus mengakui bahwa tebakan Mon benar, dan bahwa banyak sapi di sini, dan bahwa sapi di sini beneran belang-belang, tapi saya senang mengetahui bahwa saya tidak akan tinggal di tengah kota yang padat seperti Jakarta.

Sampai saya menulis ini, saya belum sempat melihat seperti apa city center karena saya tinggal di lingkungan kampus. Tapi inilah yang bisa saya ceritakan tentang kampus saya…

Saya tinggal di University Village, letaknya tepat di seberang kampus. Meksipun tidak berada di dalam kompleks kampus, tapi masih berada di lingkungan yang sama. Meksipun namanya VIllage, tapi sebenarnya kompleks residensial untuk mahasiswa ini berbentuk seperti kompleks apartemen kecil. Saya harus berjalan sekitar 15-20 menit dengan kecepatan sedang dan dengan lebar langkah perempuan asia rata-rata. Hasilnya setelah beberapa hari berada di sini, saya sudah merindukan tempat pijat refleksi langganan saya… đŸ˜€

Sepanjang perjalanan menuju ke kampus, dari tempat tinggal saya di Village, kita bisa melihat taman dan padang rumput. Taman itu disebut Earlham Park, orang-orang yang tinggal di sana sering datang ke taman membawa anjing jalan-jalan. Saya suka melihat bagaimana orang-orang di sini memperlakukan anjing mereka dengan sangat baik hati dan bahwa orang-orang tidak suka menjahati anjing-anjing itu. Padang rumputnya adalah favorit saya…

Saya jatuh cinta dengan padang rumput itu saat saya melihat sunset di sana, pada waktu perjalanan pulang dari kampus. Pegal di kaki seketika hilang, dan saya sempat berhenti mengambil gambarnya. Saya akan post kapan-kapan.

Udaranya tidak sedingin yang dikhawatirkan beberapa orang lebay. Sedingin di Puncak waktu malam, tapi di dalam ruangan sangat hangat saya bahkan menyesal tidak membawa beberapa baju tanpa lengan yang sengaja saya tinggal demi menghemat tempat untuk baju-baju hangat yang sekarang tidak ingin saya pakai. Serius… saya sepertinya akan membeli beberapa baju bagus besok saat saya ke City Center…

Blackberry saya masih aktif… bukan berarti saya berani memakainya berlebihan, karena saya masih pake nomer Indonesia. Moga-moga saya bisa menyelesaikan urusan blackberry besok, meskipun saya tidak janji juga (emangnya saya mau janji sama siapa?)

Singkat kata, apakah saya happy? Terlalu cepat untuk memutuskan, tapi sementara ini saya benar-benar menikmati tempat ini. Saya menyukai semuanya, termasuk kaki saya yang pegal dan makanan yang rasanya hambar itu. Bahkan walaupun saya bolak balik nyasar pun saya mungkin akan tetap mengatakan saya menyukainya.

Jadi…. ada yang mau nyusul ke sini?

Advertisements

Comments are closed.