Oh Aku Dilema!

Standard

“Byq…” Katanya dengan serius. “Ini saatnya kamu memilih…”

Deg!

“MU atau Norwich City?”

Dammit! Hal itu terjadi juga!

Dan saya menyalahkan orang ini. Kita sebut saja sebagai Mr. Atheist, yang mengingatkan saya bahwa hidup itu sulit dan kita harus memilih. Oh Bloody (hei! Kok saya belom denger orang di sini misuh dengan “bloody” ya?

“Tap… tap… tap… tapitapitapi… tapi kan aku bisex..”

Dammit! I hate Mr. Atheist.

Dia mengingatkan saya bahwa dalam hidup saya harus memilih. Kalau nggak A ya B. Kalo nggak MU ya Norwich. Kalo nggak Indonesia ya UK. Nggak bisa dua-duanya… dan saya pun tidak mau memilih dua, karena itu bukan pilihan. Itu hanyalah cara mudah orang plinplan yang ga tau apa yang diinginkannya.

Menolak untuk memilih dan memutuskan hanya karena kedua-duanya memberikan kita kenyamanan sama saja mengkhianati dua-duanya. Saya tidak suka seperti itu. Saya tidak suka menjadi bi. Menjadi ambigu. Menjadi plinplan.

Apa salahnya kalau saya memilih Norwich? Toh saya tinggal di sini, dan meksipun underdog, kata Mr. Atheist mereka juga mainnya bagus. Apa salahnya juga kalau saya memilih MU meskipun saya tinggal di Norwich? Toh dari dulu juga saya sukanya sama MU, dan saya mau jadi anaknya Sir Alex Fergusson (sayangnya dia ga mau punya anak kaya saya -_-”)

Tapiiii….

Saya tidak mau memutuskan sekarang. Bukan karena saya tidak ingin, tapi karena saya belum merasa siap untuk memutuskan apa yang ingin saya putuskan. Dan bagi pembaca yang bingung… saya sudah nggak ngomongin MU vs Norwich lagi lho 😀 Saya lagi ngomongin hal galau lainnya… biasa lah cewe galau macam saya memang hobi eksibisi keluh kesah di blog.

Hehehe….

 

Advertisements

Comments are closed.